[Karawang] Dipanggil Mega, Kwik Ngaku Salah
karawang@polarhome.com
karawang@polarhome.com
Sat Feb 22 23:31:10 2003
-----------------------------------------------------------------------
Mailing List "NASIONAL"
Diskusi bebas untuk semua orang yang mempunyai perhatian terhadap
Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
-----------------------------------------------------------------------
BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH
-----------------------------------------------------------------------
Dipanggil Mega
Kwik Ngaku Salah
Tuntas dan happy ending. Demikian akhir dari perseteruan antara Laksamana
Sukardi dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas
Kwik Kian Gie. Tuntasnya konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan itu
tidak lepas dari kepiawaian Megawati. Ia hanya perlu waktu tiga puluh menit
untuk menasihati kadernya. Setelah itu semuanya selesai dan keduanya pun
tampak puas. Lho kok bisa.
---------------------------------------------------------
PROSES penyelesaian masalah itu bermula saat Kwik, Jacob Nuwa Wea, dan
Laksamana dipanggil secara khusus oleh Megawati, usai ketiganya mengikuti
rapat terbatas kabinet di Istana Negara Jakarta, Kamis (20/2) kemarin.
Pertemuan itu berlangsung singkat, dan hanya memakan waktu sekitar setengah
jam. Usai pertemuan, ketiga kader PDI-P itu terlihat berseri-seri saat
memasuki pintu keluar istana menuju ke kerumunan wartawan yang telah
menunggunya. Bahkan, Kwik dan Nuwa wea sempat melepas tawa lebar, diikuti
Laks --sapaan Laksamana -- yang berjalan sedikit di belakangnya.
Para wartawan pun segera mendaulat ketiganya untuk memberikan pernyataan di
press room, yang terletak tak jauh dari Istana Negara. Kwik yang mendapatkan
giliran pertama berbicara, kemudian langsung menyatakan bahwa dirinya sadar
telah membuat kesalahan yang membuat banyak pihak terguncang. ''Nah,
sekarang kalau saya ditanya apakah saya salah atau tidak, kemarin malam
(Rabu malam-red) saya disadarkan bahwa saya salah,'' kata Kwik sambil
menyatakan bahwa dirinya menerima koreksi dari rekan-rekannya di PDI-P
dengan baik.
Kesalahan dirinya dalam penilaian teman-temannya, menurut Kwik, adalah
mengatakan PDI-P sebagai partai terkorup tanpa disertai data yang kuat.
''Kalau mengatakan yang terkorup itu, yaa... salah dong. Nah kritik ini,
nasihat ini, saya terima dengan baik, sehingga dengan demikian saya memang
salah,'' kata Kwik.
Kedua rekannya pun, di depan Megawati, menurut Kwik, juga memberikan
nasihat-nasihat agar dirinya berhati-hati sebelum memberikan pernyataan,
apalagi menjelang digelarnya pemilihan umum seperti saat ini. Megawati
sendiri, dikatakan Kwik, saat petemuan, tidak mengeluarkan komentar apa pun
dan hanya menyimak percakapan dirinya dan kedua rekannya. ''Ketua Umum
praktis tidak berkomentar, ya. Ketua Umum tidak berkomentar, (hanya)
mendengarkan dan memahami. Malah saya mendapat kesan, bahwa Ketua Umum,
tanpa diberi tahu pun sudah tahu sebelumnya bahwa ini duduk perkaranya
begini, begitu,'' kata Kwik yang diiyakan Nuwa Wea yang mendapatkan giliran
kedua untuk berbicara.
Sementara itu, Laksamana yang mendapat giliran berikutnya mengatakan,
dirinya bersama Nuwa Wea sangat respek dengan Kwik. Megawati pun memiliki
pandangan serupa. Laksamana malah mengutip ucapan Megawati yang menyatakan
bahwa Kwik merupakan figur penting di PDI-P dan di kabinet dan juga sangat
dekat dengan Megawati. ''Ibu Mega mengingatkan, Pak Kwik memiliki posisi
yang sangat-sangat penting di dalam partai, sebagai ketua DPP, sebagai
menteri dan bahkan Ibu Mega mengatakan (Kwik) sangat dekat dengan saya
(Megawati).''
Pada sesi tanya jawab, ketika ditanyakan apakah hasil pertemuan itu akan
membuatnya kehilangan sikap kritisnya seperti yang sudah dikenal selama ini,
Kwik menjawab tegas. ''Kritisnya tidak akan berkurang. Kalau itu saya jamin.
Itu akan berjalan terus, hanya saya mesti berusaha keras untuk hati-hati,''
kata Kwik sambil menyatakan, Megawati pun hanya senyum-senyum menanggapi
sikapnya itu. ''Beliau (Megawati-red) tanpa saya memberi tahu juga sudah
tahu persis. Saya mengatakan bahwa penyakit saya ini, kalau mengatakan
sesuatu secara spontan, tidak sadar bahwa hal itu bisa menyakiti hati orang,
bahwa itu bisa menimbulkan keguncangan.''
Tetap Dipanggil
Secara terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Pramono Anung Wibowo
mengatakan, DPP tetap akan memanggil Kwik pada Selasa (25/2) mendatang untuk
dimintai klarifikasi atas pernyataannya. Selain itu, DPP ingin mendengar
langsung dari Kwik, mengapa dia menyampaikan pernyataannya langsung di depan
publik. Padahal, sebaiknya disampaikan terlebih dahulu dalam rapat DPP.
''Makanya, Kwik akan dipanggil untuk memberikan klarifikasi dalam porsi
sewajarnya, agar isu ini tidak berkembang menjadi polemik dan menjatuhkan
citra partai. Jika nanti Kwik punya data, silakan bawa dalam pertemuan
itu,'' kata Pramono. (Bali Post, Jum'at, 21 Februari 2003)
-------------------------------------------------------------
Info & Arsip Milis Nasional: http://www.munindo.brd.de/milis/
Anggota Nasional: http://mail2.factsoft.de/mailman/roster/national
Netetiket: http://www.munindo.brd.de/milis/netetiket.html
Nasional-m: http://www.polarhome.com/pipermail/nasional-m/
Nasional-a: http://www.polarhome.com/pipermail/nasional-a/
Nasional-e: http://www.polarhome.com/pipermail/nasional-e/
------------------Mailing List Nasional------------------