[Marinir] [Nasional] Warga Meukek Nyatakan Sikap Kutuk GAM

Hong Gie marinir@polarhome.com
Sun, 14 Dec 2003 22:17:20 +0700


----- Original Message -----
From: "a.supardi" <a.supardi@chello.nl>
To: <national@mail2.factsoft.de>
Sent: Sunday, December 14, 2003 4:17 PM
Subject: [Nasional] Warga Meukek Nyatakan Sikap Kutuk GAM

-----------------------------------------------------------------------
Mailing List "NASIONAL"
.-----------------------------------------------------------------------
Warga Meukek Nyatakan Sikap Kutuk GAM

MEUKEK - Sedikitnya sekitar 11.000 lebih, warga Kecamatan Meukek, Aceh
Selatan, Sabtu (13/12), berkumpul di lapangan Simantok, Desa Kuta Baro,
setempat guna melakukan ikrar setia kepada NKRI dan pernyataan sikap
mengutuk keberadaan GAM yang selama ini telah banyak membawa sengsara
terhadap rakyat Aceh. Seusai acara ikrar yang berakhir sekitar pukul 11.30
WIB, kemudian ribuan kaum laki-laki yang dilengkapi senjata seperti parang
dan tombak melakukan penyisiran di kawasan hutan untuk mencari anggota
gerakan separatis Hasan Tiro cs di wilayah setempat.
Sekitar pukul 07.30 WIB, ribuan massa yang berasal dari 22 desa di kecamatan
tersebut, dengan menggunakan ratusan kendaraan dari berbagai jenis, megalir
ke lapangan Simantok. Pernyataan sikap yang diawali dengan menyanyikan lagu
Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Selawat Badar itu, berlangsung cukup
khidmat. Meskipun saat itu cuaca sangat panas, belasan ribu masa tidak
beranjak dari tempat duduk. Mereka mengikuti satu persatu rangkaian acara.
M Yusuf, seorang tokoh masyarakat yang menyampaikan orasinya, lebih banyak
menitikberatkan pada ajakan untuk mengimbau anggota GAM supaya dapat segera
menyerahkan diri dan kembali kepangkuan NKRI. Upaya ini, bisa tercapai bila
seluruh warga Meukek dapat mendukung dengan mengajak GAM supaya turun
gunung. Terutama bagi warga yang ada anggota keluarganya terlibat gerakan
separatis Hasan Tiro cs.
Ditambahkannya, bila GAM dalam waktu dekat ini tidak mau menyerahkan diri,
maka tidak ada pilihan lain. Masyarakat harus melakukan perlawanan dengan
cara memeranginya. Karena selama ini GAM sudah cukup meresahkan semua warga.
Seusai orasi tunggal ini, kemudian dilanjutkan dengan pernyataan sikap
bersama. Pernyataan sikap yang turut ditandatangi oleh 22 keuchik, ulama,
tokoh muda, dan masyarakat, serta pimpinan Parpol yang ada di Meukek. Ikrar
dan pernyataan sikap bersama ini dipimpin langsung oleh Sekdes Kuta Baro, M
Yusuf dan didamping seluruh Kades, ulama, tokoh muda dan masyarakat serta
pimpinan Parpol.
Kemudian, masyarakat Meukek itu juga menyatakan mendukung kebijakan
pemerintah pusat yang telah memperpanjang status DM di Propinsi NAD guna
menumpas GAM sampai keakar-akarnya. Setelah itu, sebanyak tujuh orang warga
yang anggota keluarganya terlibat langsung dalam gerakan separatis tersebut
melakukan aksi membakar bendera GAM dan gambar Hasan Tiro. Aksi spontan yang
dilakukan mereka ini mendapat perhatian massa yang hadir.
Mereka yang melakukan aksi tersebut adalah, Salem (ayah Firdaus) warga Kuta
Buloh I, Buchari (Ayah Fajri) warga Labuhan Tarok, Salem (ayah Idrus alias
Yong Pantee) warga Ie Dingen, Katijah (ibu Murzan) warga Rot Teungoh, Tgk
Sulaiman (mertua Sayuti) warga Labuhan Tarok, Budiman (ayah Maswadi) warga
Drien Jalo, dan Inong Apas (istri Mustafa) Kuta Buloh I.
Seusai acara tersebut, ribuan kaum laki-laki tua dan muda dengan menggunakan
tombak dan parang serta senjata tajam lainnya melakukan aksi penyisiran ke
gunung-gunung guna mengejar anggota GAM. Kegiatan yang berlangsung hingga
sore hari kemarin, sejauh ini belum diketahui hasilnya. Dan mereka semuanya
dilaporkan pulang kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.(tim)
(Serambi Indonesia, Minggu, 14/12/2003)