[Marinir] [Nasional] TIDAK henti-hentinya TNI dihujat, difitnah

marinir@polarhome.com marinir@polarhome.com
Fri, 17 Jan 2003 03:24:00 +0100


-----------------------------------------------------------------------
Mailing List "NASIONAL"
Diskusi bebas untuk semua orang yang mempunyai perhatian terhadap
Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
-----------------------------------------------------------------------
BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH
-----------------------------------------------------------------------
SUARA PEMBACA
Pantaskah Menuduh TNI

TIDAK henti-hentinya TNI dihujat, difitnah dan dituduh sebagai pelaku aksi
penembakan yang terjadi di Papua. Terakhir, institusi ini dituduh sebagai
biang keladi berbagai aksi penembakan yang terjadi di Desa Wutung perbatasan
RI-Papua Nugini (PNG).

Penggiringan opini bahwa TNI adalah pelaku utama aksi kekerasan di Papua
pada akhir tahun 2002 ini relatif cukup berhasil dengan alibi salah satu
korbannya adalah Elsye Rumbiak, isteri Direktur Lembaga Studi dan Advokasi
Hak Asasi Manusia (Elsham).

Maklum, selama ini Elsham dikenal selalu berseberangan dengan TNI. Sehingga
alibi tersebut dianggap sebagai kemungkinan yang paling besar dan dijadikan
pembenaran untuk menuduh TNI.

Apakah tidak mungkin, insiden di perbatasan itu memang diskenariokan. Siapa
yang menskenariokan? Tentu saja Organisasi Papua Merdeka (OPM). Tujuannya
untuk menarik simpati internasional dengan tumbal Elsyie Rumbiak dan TNI
sebagai kambing hitam pelaku penembakan.

Skenario itu hampir berhasil. Tetapi kedok OPM itu terbongkar, setelah
adanya berbagai saksi yang menguatkan bahwa pelaku aksi penembakan itu
ternyata OPM sendiri. Tidak tanggung-tanggung saksi itu adalah para pejabat
PNG, termasuk Menlunya dan para pejabat PNG yang ada di perbatasan. Bahkan
kesaksian Menlu PNG Sir Rabbie Namaliu dan pejabat perbatasan tersebut
dikutip oleh dua harian terkemuka yakni harian Post Carrier dan harian The
National.

Pejabat PNG di perbatasan menyatakan bahwa aksi penembakan yang terjadi
tanggal 16 Desember 2002 dan 28 Desember dilakukan oleh anggota OPM yang
berdomisili di sekitar perbatasan pada wilayah PNG.

Pejabat PNG tersebut juga telah melakukan pengecekan ke tempat penampungan
pengungsi Papua dan menemukan kenyataan bahwa beberapa orang pengungsi tidak
berada di tempat.

Menlu PNG, Rabbie Namaliu, secara lebih tegas menyatakan bahwa kelompok OPM
telah melakukan penembakan dan melukai dua wanita asal Provinsi Papua pada
tanggal 28 Desember 2002.

Pernyataan Menlu Rabbie Namaliu dan pejabat PNG di perbatasan ini sinkron
dengan sinyalemen Pangdam XVII/Pattimura Mayjen TNI Mahidin Simbolon bahwa
pelaku penembakan di Wutung adalah kelompok Mathias Wenda salah satu fraksi
militer separatis OPM.

Kesaksian Menlu PNG tersebut diperkuat lagi dengan adanya aksi penembakan
yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2003 dan melukai seorang perwira TNI.
Masak anggota TNI dan Polri yang akan melakukan investigasi kok diberondong
peluru. Apa mungkin yang memberondong tim investigasi TNI/Polri ini adalah
anggota TNI sendiri?

Dari kenyataan tersebut, masih pantaskah TNI dituduh sebagai pelaku
aksi-aksi penembakan yang terjadi di perbatasan Papua? Apakah kita sengaja
membutakan mata dan mengikuti pendapat-pendapat miring yang menuduh TNI
sebagai pelaku penembakan?

Sementara Menlu dan para pejabat PNG sendiri mengatakan bahwa pelakunya
adalah OPM. Perlu diingat bahwa para pejabat PNG ini lebih berkompeten dan
lebih dapat dipercaya kebenarannya, karena mereka orang-orang terdekat saat
terjadinya insiden. Dan yang lebih penting, pasti tidak akan ngomong
sembarangan.

Karena mereka adalah para pejabat dan jabatannya akan dipertaruhkan, apabila
omongannya ngawur. Oleh karena itu dengan surat pembaca ini saya mengajak
kepada seluruh saudara saya, rakyat Indonesia untuk berpikir jernih dan
logis. Jangan mudah diombang-ambingkan isu yang akan merugikan negara kita
sendiri. Bagaimanapun juga toh TNI itu adalah milik kita.
Masak akan kita hancur leburkan sendiri, sebaliknya kita akan menganggap OPM
sebagai pahlawan.

Kusmadi, Lenteng Agung Jakarta Selatan
SUARA PEMBARUAN DAILY, 16/1/2003

-------------------------------------------------------------
Info & Arsip Milis Nasional: http://www.munindo.brd.de/milis/
Anggota Nasional: http://mail2.factsoft.de/mailman/roster/national
Netetiket: http://www.munindo.brd.de/milis/netetiket.html
Nasional-m: http://www.polarhome.com/pipermail/nasional-m/
Nasional-a:  http://www.polarhome.com/pipermail/nasional-a/
Nasional-e:  http://www.polarhome.com/pipermail/nasional-e/
------------------Mailing List Nasional------------------