[Marinir] Jalesu Bumyamca Jayamahe!
Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Fri Apr 2 00:02:21 CEST 2004
Minggu lalu saya mendapat telepon dari Bang Chaidir (Kol Mar.Chaidir):
"Yap, minggu depan gua akan masuk Jakarta !".
Dalam rangka mengisi jabatan-jabatan untuk pemekaran PASMAR I & II,
sedang ada mutasi dan pergeseran besar-besaran dijajaran Korps Marinir,
sehingga saya langsung menanyakan, "akan menjabat dimana Bang", yang
dijawabnya: "Menjabat sebagai As Intel Kormar".
(Asisten Intel Korps Marinir adalah jabatan tertinggi dijajaran Intel Korps
Marinir, yang posisinya langsung dibawah Komandan Korps Marinir; Mayjen
Mar Achmad Rifai.)
Saya tertegun sambil berpikir, ini luar biasa, dipromosikan untuk jabatan
bergengsi, sekaligus amat vital bagi Korps Marinir, apalagi menjelang
hari-hari sebelum Pemilu. Cuma yang menimbulkan pertanyaan adalah, kenapa
para bekas pimpinan elite forces menempati jajaran di Intel Marinir?
Beberapa waktu lalu, penempatan Letkol Mar R.M.Trusono; mantan Komandan
Denjaka (Detasemen Jala Mangkara, unit elit antiteror), menempati jabatan
Asintel Pasmar II Surabaya (Indonesia Timur), kemudian baru-baru ini Letkol
Mar Yogi; yang dulu menggantikan Trusono sebagai Dan Denjaka, menjadi
Asintel Brigif I Mar SBY, dan sekarang Bang Chaidir, mantan Komandan
Batalyon Taifib (satuan elit Intai Amphibi), menempati jabatan Asintel
Kormar.
Latar belakang Bang Chaidir adalah perajurit tempur, orang lapangan asli
yang memiliki kwalifikasi lengkap sebagai elitnya special forces Korps
Marinir, beliau adalah seorang sniper yang sulit dicari tandingannya,
instuktur free fall, ahli dalam underwater demolition, dan kaya dalam
pengalaman tempur.
Bagi teman-teman yang hobby berburu dan memancing dilaut lepas, umumnya
pasti mengenal Bang Chaidir.
Beliau cukup lama menjabat Komandan Pusdiklat, kemudian ditugaskan dan
berhasil sukses sebagai Komandan Pangkalan AL (Danlanal) Halong di Ambon,
dimana menjadi tempat penampungan ribuan pengungsi (dari kelompok 'merah'
maupun 'putih') kerusuhan di Ambon.
Teringat cerita ketika Pangkalan AL Halong (letak Lanal Halong masuk didalam
teluk) sering ditembaki oleh kapal-kapal cepat dari arah laut.
Suatu hari ketika cuaca sedang buruk, 2 speed boat mendekat dan menembaki
senjata automatis kearah Pangkalan, rupanya kesempatan ini sudah lama
ditunggu-tunggu oleh Danlanal, dijendela ruang kerjanya di lantai II, sudah
disiapkan senjata sniper dengan tele dan tripod, yang larasnya mengarah
kelaut.
Para penembak gelap ini tidak pernah bermimpi bahwa dalam cuaca buruk dan
mobilitas kecepatan tinggi, mereka akan masuk dalam jangkauan tembakan,
mereka tidak menyangka akan berurusan dengan Danlanal baru, seorang sniper
ulung, Bang Chaidir melepaskan satu tembakan yang tepat mengenai outboard
engine dari salah satu speed boat, yang mesinnya langsung mati. Segera
diperintahkan anak buahnya naik ke kapal untuk menangkap para penembak
gelap itu.
Boatman kapal yang mogok itu masih berupaya untuk menyalakan mesinnya,
sementara speedboat satunya mendekat untuk menjemput rekan-rekannya, namun
sebelum mereka melompat kelaut untuk menyelamatkan diri dengan speedboat
yang satu, mereka menembak boatman tsb, dengan perkiraan korban meninggal.
Ketika satuan Marinir merapat ke speedboat, ternyata korban masih hidup,
maka dibawalah boatman sekarat itu kepangkalan yang kemudian bisa
diselamatkan di rumah sakit. Dari hasil interogasi korban, yang kapalnya
disewa oleh para penembak gelap, terungkap bahwa para penembak gelap itu
berasal dari satuan aparat organik setempat.
Bang Chaidir menyiapkan pasukan dan beberapa tank untuk melakukan
penyerbuan, tapi sebelum meninggalkan pangkalan para petinggi aparat sudah
menilpon DANLANAL untuk menghentikan niatnya dan duduk bersama
menyelesaikan persoalannya.
Tadi malam diselenggarakan acara malam perpisahan (mantan) Asintel Kol. Mar
Sukiarto beserta Ibu dan penyambutan Asintel baru Kol Mar Chaidir Patunori
beserta Ibu, di restoran Ikan Bakar Jimbaran, di Jakarta Pusat.
Bersama Frankie Wisendha, Ronny Wongkar, saya mendapat kehormatan untuk
hadir bersama dengan sekitar 40an Bintara, Perwira dan staf PNS dari jajaran
Intel Brigif II, Intel Pasmar dan Intl Kormar, kemudian menyusul alumni
intel Kormar, Letkol 'Chez' Rompas dan Letkol Saut Tambatua; Danyon 2, yang
khusus turun untuk mengikuti acara ini dan kembali lagi ke tempat latihan
pasukannya, di Krawang.
Dalam kesempatan ini pula, saya ingin mengucapkan Selamat dan Sukses, kepada
:
1. Kol. Mar. Wayan Mendra - Asops Kormar.
2. Kol. Mar. Sukiarto - Komandan Komando Flotila (DANKOTIL) AAL,
di Surabaya.
3. Kol. Mar. Chaidir Patunori - Asintel Kormar.
4. Letkol. Mar. Widhy - Komandan Provos Kormar.
Semoga berhasil dalam menjalankan tugas dan amanat negara !
Jalesu Bumyamca Jayamahe!
Wassalam, yhg.
More information about the Marinir
mailing list