[Marinir] [belanda] Mengapa Ponsel Tak Boleh Dipakai didlm Pesawat Terbang?

YapHongGie ouwehoer at centrin.net.id
Sat Dec 11 04:24:00 CET 2004


----- Original Message -----
From: Putri Lokitasari
To: PPI-Belanda at yahoogroups.com ; belanda at yahoogroups.com
Sent: Wednesday, November 03, 2004 11:07 AM
Subject: [belanda] Mengapa Ponsel Tak Boleh Dipakai didlm Pesawat Terbang?


Menggunakan ponsel di dalam pesawat terbang - baik sedang mengudara
Maupun ketika pesawat sedang berada di darat - berpotensi membahayakan
Keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat. Di samping itu, juga
melanggar kepantasan dan tatakrama.

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja lepas landas
Dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh.
Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan
sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan
pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus
meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor di bagasi lupa
dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi
Setinggi 700 kaki justru ketika sedang final approach untuk mendarat di
bandara Heathrow, London.
Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum Mematikan komputer, CD
player, dan electronic game masing-masing (The Australian,23-9-1998).

Daftar ini masih dapat diperpanjang lagi. Mereka yang tak peduli akan
keselamatan dirinya, dan penumpang lainnya, boleh saja terus bersikap
tak peduli akan larangan mengaktifkan ponsel dalam pesawat.
Tetapi seorang kapten tentara Arab Saudi dihukum cambuk 70 kali karena
kedapatan menyalakan ponsel di dalam pesawat.
Seorang teknisi Inggris dijebloskan ke penjara selama setahun karena menolak
permintaan pramugari British Airways untuk mematikan ponselnya.
Menurut peraturan FAA (Federal Aviation Administration)mengaktifkan ponsel
di dalam pesawat terbang - bukan saja selama
Penerbangan - adalah pelanggaran hukum (illegal) dan dapat dihukum atas
dakwaan membahayakan keselamatan umum.

Di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, segera
Terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.
Para "pelanggar hukum" Itu seolah-olah tak mengerti bahwa perbuatan mereka
dapat mencelakai dirinya dan penumpang lain, disamping merupakan gangguan
(nuissance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama
menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat
ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi
dan kemudi pesawat terbang.

Matikan Selama di Pesawat

Ponsel harus dimatikan - tidak hanya diswitch agar tidak berdering -
Selama berada di dalam pesawat. Ulangi : selama berada di dalam pesawat. Ini
penting ditegaskan karena banyak orang menyimpulkan sendiri bahwa
ponsel hanya berpotensi bahaya ketika pesawat mengudara. (Silakan lihat
daftar
gangguan ponsel pada tabel).

GANGGUAN
PENYEBAB

VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar          ponsel
Arah terbang melenceng
ponsel
Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu     ponsel
Gangguan sistem navigasi
ponsel
Gangguan frekuensi komunikasi                                         ponsel
Gangguan indikator bahan bakar                                        ponsel
Gangguan sistem kemudi otomatis                                      ponsel
Gangguan arah kompas                              komputer, CD, game
Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator)       gameboy dan
banyak lagi lainnya

SUMBER : ASRS (Aviation Safety Reporting System)

Dengan memahami daftar gangguan ini, kita menyadari bahwa bukan saja
Ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di
Landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.
Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara
mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas
dengan baik.
Potensi kecelakaan masih dapat terjadi di darat ketika pesawat sedang
bergerak menuju pintu embarkasi (gate) karena gangguan komunikasi.

Gangguan di Darat

Sebenarnya, secara teknis penggunaan ponsel di dalam penerbangan lebih
mengganggu sistem telekomunikasi di darat (terrestrial) ketimbang
gangguan pada sistem pesawat terbang.

Seperti kita ketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima
Gelombang radio, melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau
BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS
yang berjarak 35 kilometer.
Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau
ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada
sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah
ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak diatas Jakarta).
Overloading terhadap BTS karena penggunaan ponsel di udara dapat sangat
mengganggu para pengguna ponsel di darat.

Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum
Adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang
yang Tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan
sekaligus
Tidak tahu tata krama ? Sekiranya kita terbang, bersabarlah sebentar.
Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang
bergegas.
Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan
demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama
di dalam pesawat terbang.
Aktifkan ponsel Anda setelah Anda berada di gedung terminal.

Pikirkanlah apabila ada sanak saudara kita atau orang-orang yang kita Kasihi
berada didalam pesawat dimana ada orang-orang EGOIS dan BODOH
Menyalakan handphonenya...Apakah anda ingin sesuatu yang buruk menimpa
mereka
Hanya gara-gara segelintir orang yang tidak mau meninggalkan dunia
Komunikasinya untuk beberapa saat saja selama penerbangan?

 Pikirkan dan bertindaklah!!
 -Unknown


Kind Regards,
Putri Lokitasari
Executive Assistant IKANED
Netherlands Education Centre
Citra Graha, 7th Floor # 702
Jl.Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36
Phone: 62-21-5200453 ext.233
Fax: 62-21-5200457
Mailto: alumni at nec.or.id or ikaned at nec.or.id
Website: www.ikaned.com

 HOLLAND EDUCATION FAIR 2005
29 January 2005 Sheraton, Surabaya
31 January 2005 Santika, Yogyakarta
1 February 2005 Graha Santika, Semarang
3 February 2005 Holiday Inn, Bandung
5-6 February 2005 Crown Plaza, Jakarta
www.nec.or.id





More information about the Marinir mailing list