[Marinir] [SP] Relawan dan Marinir ke Aceh
YapHongGie
ouwehoer at centrin.net.id
Fri Dec 31 14:33:10 CET 2004
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/12/31/Utama/ut04.htm
SUARA PEMBARUAN DAILY
--------------------------------------------------------------------------------
Relawan dan Marinir ke Aceh
JAKARTA - Sebanyak 30 relawan dan 130 Marinir, hari ini, Jumat (31/12) pagi diterbangkan dari Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Sampai saat ini relawan-relawan dari berbagai LSM terus berdatangan, tampak terlihat dari Walubi, Pramuka, dan LSM lainnya.
Marsekal Pertama TNI Sukirno KS, Koordinator Penyaluran Bantuan Kemanusiaan untuk NAD dan Sumut di Lanud Halim Perdanakusuma mengimbau agar masyarakat menunda satu hingga dua hari pengiriman bantuan kemanusiaan ke Lanud.
Hal ini dimaksudkan agar barang tidak bertumpuk, mengingat sampai saat ini masih banyak bantuan kemanusiaan yang bertumpuk di Gudang Halim, dan kondisi musim hujan yang mengkhawatirkan barang bantuan itu terkena hujan bila melebihi kapasitas gudang, di mana kapasitas gudang mencapai 200 ton lebih.
"Untuk lebih memperlancar pengiriman bantuan kemanusiaan ke NAD, pihaknya juga menempuh alternatif lain dengan menghubungi Adam Air yang telah bersedia mulai 1, 3 dan 5 Januari 2005. Begitu juga ke pihak PT Garuda Indonesia Airlines kami sudah mengirimkan surat untuk meminta bantuan," ujar Sukirno.
Sementara itu, Pemerintah Kota Daerah Kota Lhokseumawe, Nanggore Aceh Darussalam (NAD), kini tengah mengalami kekurangan obat-obatan jenis penyakit tertentu. Hal itu akibat terlalu besarnya permintaan obat dari para pengungsi korban bencana tsunami di kota tersebut.
Selama ini, para pengungsi kebanyakan menggunakan obat untuk penyakit sesak nafas, gatal-gatal, diare, hingga untuk luka. Hingga Kamis, (31/12) Pemko tersebut belum satupun menerima pasokan obat-obatan dari Posko Nasional Bencana Alam Untuk NAD dan Sumut. Sementara itu jumlah pengungsi di daerah tersebut hingga kini berjumlah 7.327 orang yang tersebar di enam titik dari sebelumnya sembilan titik di kecamatan.
"Bantuan obat-obatan dari Posko Nasional, sampai sekarang belum kita diterima," kata dr Rahmat Suryadi MPJ kepada Pembaruan, Kamis (31/12) malam.
Berdasarkan penilaian Rahmat, saat ini ada perubahan sifat para pengungsi yang saat ini masih berada di tempat pengungsian. "Ketergantungannya terlalu besar. Terkadang, mereka hanya menuntut dan menyalahkan pemerintah. Padahal mereka tidak tahu mekanismenya.. Hal ini menunjukkan tingginya nilai kerapuhan mental rakyat Aceh akibat badai tsunami tersebut.
Petugas Posko Bantuan Nasional berencana akan mengirimkan 45 truk bermuatan bahan pakaian dan makanan serta minuman ke daerah bencana alam di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Jumat (31/12). Sebelumnya, petugas juga telah menyalurkan sekitar 135 truk bermuatan yang sama.
Bantuan Pesawat
Selain itu, negara - negara luar juga mengirim bantuan pesawat selain menyalurkan bantuan makanan. Negara - negara yang memberikan pinjaman pesawat untuk menyalurkan bantuan kepada warga pengungsi yang masih di NAD antara lain, Singapura. Negara yang telah menyalurkan bantuan, selain Singapura, Australia, Jepang, Amerika Serikat dan Malaysia.
"Bila tidak ada halangan maupun hambatan, sekitar 45 truk bermuatan bahan - bahan bantuan untuk pengungsi korban bencana disalurkan hari ini. Mengenai kondisi transportasi di kawasan itu, sampai saat ini sedang diupayakan diperbaiki oleh petugas di sana," ujar Gubernur Sumatera Utara HT Rizal Nurdin.
Penjarahan
Situasi keamanan di Banda Aceh sejak Kamis hingga Jumat (31/12) memburuk. Penduduk setempat mulai menjarah sejumlah toko. Penjarahan toko ini bisa diatasi polisi dengan cara mengeluarkan tembakan ke udara.
Selain itu, beredar kabar puluhan warga menjarah gudang senjata milik TNI. Namun, penjarahan senjata ini masih harus dikonfirmasikan lebih lanjut, ungkap Ketua Yayasan Obor Berkat, Sandi Baratha dari Banda Aceh, Jumat (31/12).
Sementara itu, kata dia, kota Banda Aceh mulai dibersihkan dari puing-puing bangunan dan sampah lain karena gempa dan tsunami, Jumat (31/12) pagi. Pembersihan itu menggunakan beberapa alat berat.
"Sejak pagi tadi beberapa alat berat mulai beroperasi," kata Sandi. Menurut Sandy, sejumlah mayat yang ditemukan ketika pembersihan berlangsung, mayat-mayat itu dikumpulkan dan dikuburkan massal.
Dikatakan Sandy, kelihatan sampai Jumat (31/12) pagi banyak bantuan makanan, pakaian, obat-obatan serta relawan telah masuk ke Banda Aceh. Namun, kata dia, bantuan-bantuan itu sebagian besar belum masuk ke tempat pengungsian, seperti di gunung-gunung dan sejumlah daerah.(L-10/N-4/E-8/151/ AHS)
--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 31/12/04
-------------- next part --------------
An HTML attachment was scrubbed...
URL: http://www.polarhome.com/pipermail/marinir/attachments/20041231/8927f7ed/attachment.html
More information about the Marinir
mailing list