[Marinir] Perekrutan Prajurit Marinir

Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Sat Jul 17 18:42:27 CEST 2004


http://www.marinir.mil.id/rekrutment.php

REKRUTMEN

        Perekrutan Prajurit Marinir

        Metode perekrutan prajurit Marinir langsung diambil dari masyarakat.
Namun menjadi seorang Marinir tidaklah mudah. Banyak tantangan yang harus
dihadapi. Seseorang yang berminat dan bercita-cita menjadi Marinir harus
melewati beberapa tahap pendidikan dan seleksi yang ketat dan cukup berat.
        Tahap pertama, mereka harus lulus seleksi penerimaan calon prajurit
TNI AL. Tahap kedua, adalah lulus pemilihan menjadi calon Marinir dari semua
calon prajurit TNI AL itu. Sedangkan tahap terakhir adalah lulus dan selamat
dari pendidikan khas Marinir di pusat pendidikan Marinir.
        Mereka yang ingin menjadi Perwira Marinir dapat melalui akademi TNI
AL dan khusus dari Sarjana lewat Komando Pendidikan TNI AL. Sedangkan bagi
mereka yang ingin menjadi Bintara melalui pendidikan Calon Bintara. Dan
untuk menjadi Tamtama Marinir melalui pendidikan Calon Tamtama yang
kedua-duanya di bawah Kodikal
        Khusus untuk Calon Perwira Marinir yang dididik lewat Akademi TNI
AL, 25 persen dari yang terpilih menjadi Taruna Korps Marinir akan merasakan
dunia Marinir tatkala mereka dilantik menjadi Kopral Taruna. Pada tahap
inilah para Taruna Korps Marinir mulai digembleng, ditempa dan dibentuk
menjadi calon-calon Perwira Marinir yang handal dan profesional.
        Pada pangkat Sersan Taruna, mereka mulai dibekali mata kuliah
kejuruan Marinir Tahap I. Pada saat ini, mereka diwajibkan untuk mengikuti
antara lain : pendidikan Komando di Puslatpur Baluran-Banyuwangi untuk
mendapatkan Brevet Komando serta mengikuti pendidikan kwalifikasi menembak
senapan dan pistol untuk memperoleh brevet senapan maupun menembak pistol.
Pada pangkat Sersan Mayor Taruna mereka dibekali mata kuliah Kejuruan
Marinir Tahap II, dimana diantaranya mereka diwajibkan untuk mengikuti
pendidikan Para Dasar untuk mendapatkan Brevet Para Dasar.
        Usai pelantikan menjadi Perwira Marinir dengan pangkat Letnan Dua
Marinir, para lulusan Akademi TNI AL ini masih digembleng lagi sebagai
Perwira Siswa (Pasis) guna mendalami ilmu-ilmu ke Mariniran selama setahun.
        Usai lulus dari pendidikan Pasis, barulah mereka resmi dikirim ke
satuan-satuan tempur yang ada di Korps Marinir dengan jabatan awal sebagai
Komandan Peleton. Disinilah awal pengabdian mereka sebagai Perwira Korps
Marinir.
        Untuk Calon Bintara dan Tamtama Korps Marinir, setelah melewati
tahap Pendidikan Dasar Kemiliteran selama tiga bulan di Komando Pendidikan
TNI AL Surabaya, sekitar 30 persen diantara para calon yang terpilih masuk
ke kejuruan Korps Marinir segera dikirim ke Pusat Pendidikan Korps Marinir
di Gunung Sari Surabaya untuk mengikuti pendidikan tahap kejuruan Marinir.
        Di Pusdikmar inilah para calon Marinir akan dihadapkan pada model
pendidikan khas Marinir yang terkenal keras dan tak kenal kompromi. Dan
disini pulalah mereka harus memilih antara dua pilihan, mundur atau maju
menjadi Marinir. Bagi yang bermental baja dan menganggap Marinir sebagai
pilihan kata hati maka mereka akan maju terus menghadapi semua tahap
pendidikan. Namun bagi mereka yang tidak siap, Korps Marinir akan
mengembalikan mereka kembali ke masyarakat.
        Model pendidikan khas Marinir yang di hadapi para calon diawali
dengan sebuah tahap yang dikenal dengan pekan orientasi. Pada tahap ini,
mereka harus melewati beberapa problem yang semuanya difokuskan untuk
menguji kesiapan mental, disiplin, ketahanan fisik maupun intelijensi
mereka.
        Dibawah tangan-tangan para pelatih yang bertemperamen khas Marinir
mereka harus siap menahan ujian mental, fisik khas Komando Marinir. Mereka
harus rela tidur di sembarang tempat, baik di pohon, di sungai maupun di
rawa-rawa. Mareka juga harus sering menutup mata bila rekan mereka yang
kurang siap mental dan fisik digotong oleh petugas kesehatan yang akan
menjadi pengantar mereka untuk kembali ke masyarakat.
        Setelah pekan orientasi terlewati, para calon Marinir kemudian
mengikuti tahap pembelajaran yang meliputi teori maupun praktek. Di sinilah
mereka akan mempelajari dan mendalami doktrin-doktrin operasi amfibi dan
operasi darat serta materi penunjang lain yang berkaitan dengan profesi
mereka sebagai prajurit.
        Tahap berikutnya yang merupakan tahap terberat adalah tahap
pendidikan komando yang dilaksanakan sekitar dua bulan. Pada tahap yang
harus diikuti pula oleh para Taruna Korps Marinir dari Akedemi TNI AL ini,
semua calon harus menerapkan semua materi yang diperolehnya dalam bentuk
skenario latihan pertempuran yang lengkap, terjadwal dan terus-menerus.
Tahapan yang harus dilewati para calon Marinir ini terdiri dari : Tahap
Komando, Tahap Laut, Tahap Hutan, Tahap Gerilya Lawan Gerilya dan Tahap
Lintas Medan dimana semua siswa harus mampu melaksanakan jalan kaki sejauh
450 km dari Banyuwangi - Surabaya melewati berbagai bentuk medan seperti
pengunungan, lembah, jurang, medan berbatu, berpasir dengan memotong empat
gunung yaitu pegunungan Ijen, Argopuro, Tengger dan Bromo.
        Setelah tahap ini terlewati, semua siswa harus mengikuti latihan
pendaratan amfibi. Di sinilah masa awal mereka dikenalkan dengan penggelaran
operasi amfibi yang sebenarnya.
        Usai pendaratan merupakan tahap yang paling menegangkan dan juga
menyenangkan bagi para calon Marinir. Di bawah terpaan gelombang pantai
sebatas pinggang, bagi yang dinyatakan lulus akan mengikuti upacara sakral
pembaretan. Disinilah akhir pendidikan yang merupakan masa awal mereka
menjadi prajurit Marinir sejati.
        Setelah resmi masuk menjadi keluarga besar Korps Marinir, para
Marinir muda ini kemudian dikirim ke satuan-satuan tempur yang ada untuk
menambah dan memperkuat jajaran Korps Marinir. Di Kesatuan yang baru ini,
para Tamtama, Bintara Remaja Marinir yang baru lulus pendidikan, termasuk
para Perwira Remaja Marinir tetap dibina dalam suatu sistem pembinaan yang
terpadu, terprogram dan berlanjut sehingga mereka dapat menjadi prajurit
yang profesional.

Copyright by : Korps Marinir



More information about the Marinir mailing list