[Marinir] The Marines: Real Story behind May 1998 Riot

Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Mon Jun 28 12:32:02 CEST 2004


Bung Adiya dan rekan-rekan milis Yth.,

Ini artikel yang menarik untuk dibahas bersama !
Peristiwa Mei'98 adalah kejadian yang belum terlalu lama, dimana kita
masing-masing ikut mengalaminya.

Sebagai pembuka saya ingin mulai dengan memberikan tanggapan terhadap
tulisan "The Marines: Real Story behind May 1998 Riot", kemudian berharap
giliran rekan-rekan memberikan tanggapan menurut pandangan dan pengalaman
kalian sendiri.

Artikel ini sudah beredar beberapa tahun diberbagai milis, bahkan kalau
tidak salah juga dimajalah Asian Wall Street Journal (AWSJ), dimana sumber
berita atau penulisnya adalah anonim.
Saya selalu was-was membaca publikasi yang penulisnya tidak jelas, kemudian
yang mempublikasikan dan/atau mengedarkannya, adalah milis-milis dari
kelompok atau kalangan yang merasa sebagai korban (utama) atas
peristiwa berdarah '98.

Penulis artikel secara gamblang menuduh bahwa DanKormar berkonspirasi dengan
Panglima Kostrad Letjen Prabowo, dalam melaksanakan sebuah upaya coup
militer, yang berhasil digagalkan berkat intervensi dari KSAL dengan
menurunkan langsung pasukan Marinir dari Surabaya..

Kita tahu (sekarang lebih ketat lagi) bahwa pasukan TNI selalu berada
dibawah Komando Operasi (BKO) POLDA atau KODAM, saya tidak tahu
dibawah BKO siapa persisnya kejadian Mei'98, tapi keadaan memang kacau.
"Who is who" tidak jelas, sepertinya ada momentum 24 jam(?) yang vacum,
tidak ada jalur Komando, sehingga setiap kesatuan siaga sendiri-sendiri,
menunggu perintah.
Yang saya dengar pasukan MAR Cilandak sempat digeser-geser engga jelas,
selalu diperintahkan ketempat yang sudah menjadi puing-puing.  Pernah ada
satuan MAR diturunkan (kalau tidak salah) ke LIPPO Karawaci (pokoknya
daerah Tanggerang), tapi lokasi Heli mendarat melebar jauh, sehingga mereka
harus jalan berjam-jam ke tempat sasaran.

Karena titik-titik kerusuhan di Jakarta dan sekitarnya begitu luas, maka
konsentrasi kekuatan 3 batalyon Marinir Cilandak hampir nihil, bayangkan di
Roxy Mas, kawan saya DANKI (Komandan Kompi) dengan sekitar 90 orang
anggota harus mengamankan sekeliling kawasan Roxy Mas, menghadapi ribuan
massa, itu berlangsung dari pagi sampai malam.
Mereka tidak sempat makan seharian, akhirnya mereka pagar betis dijalan,
membiarkan massa melempari batu asal saja jangan bobol, massa masuk kawasan
dan membakarnya.  Dikorbankanlah beberapa mobil dan toko-toko dibagian
depannya.

Kembali ke soal KASAL, saya berpendapat seperti dibawah ini:

Secara hirarkis, Satuan Korps Marinir berada dibawah Angkatan Laut.
Dimana KSAL adalah atasan langsung dari Komandan Korps Marinir (DANKORMAR),
namun secara Jalur Komando, KSAL tidak bisa memerintahkan secara langsung
seorang Komandan Brigade, kecuali melalui DANKORMAR.
Dankormar mempunyai kewenangan penuh atas pengendalian pasukannya, yang
tidak bisa di intervensi oleh siapa pun, sekalipun oleh KSAL.
Di saat Dankormar berhalangan, maka Kepala Staff (KS) KORMAR adalah yang
berwenang mengendalikan pasukan Marinir.
Jalur Komando ini sangat dipegang teguh dalam hirarki kemiliteran, berbeda
dengan kita di sipil yang sering overlapping dan tumpang tindih.
Yang mungkin terjadi disini adalah, KSAL memerintahkan Komandan Korps
Marinir (DANKORMAR), yang selanjutnya memerintahkan para Komandan
Brigif 1 Mar Surabaya.

Janggal sekali seorang KSAL sampai harus mengatur hal-hal teknis oprasional
lapangan. Kalau yang tertulis dalam artikel itu benar sampai terjadi, maka
Dankormar Mayjen Suharto, saat itu juga sudah dipecat dan habis kariernya.
Padahal Mayjen MAR Suharto, termasuk salah satu Komandan Korps Marinir yang
cukup lama menjabat, selain sangat dihormati di internal Korps, juga Mabes
TNI-AL dan dijajaran TNI umumnya.
Selanjutnya beliau dipromosikan menjadi Irjen DepHankam dengan menyandang
tiga bintang.

Didalam Istana Kepresidenan, penjagaan tetap dilakukan oleh PASPAMPRES,
lingkaran kedua oleh KOPASSUS, sedangkan Marinir selama beberapa bulan
menempati pos di Monas dan Gambir, dan wilayah-wilayah ibukota lainnya.


Didalam buku Korps Marini TNI-AL 1970-2000, yang dikeluarkan oleh Dinas
Penerangan Korps Marinir, Jakarta, 2000.
Bab: 4.12 ; "Kiprah Korps Marinir di Masa Awal Reformasi" pada halaman 418
sampai Bab: 4.12.2 ; "Sidang Istimewa MPR'98, halaman 434, dijelaskan peran
dan kegiatan Marinir.
Dimulai sejak 07 Mei 1998, satu kompi satuan Marinir yang disiagakan
mengamankan komplex pertokoan ITC Roxy Mas, diperintahkan untuk menghadang
dan mencegah massa tidak dikenal yang datang dari arah Jl. Daan Mogot untuk
bergabung dengan para mahasiswa Univ Trisakti.

Tidak ada sedikitpun yang mengarah atau mendekati kejanggalan yang ditulis
dalam artikel diatas.

Apabila reka-rekan ada masukan lain, silahkan berikan klarifikasi mengenai
tulisan "The Marines: Real Story behind May 1998 Riot"

Wassalam, yhg.


---------------------------------------------------------------------
----- Original Message -----
From: "aditya kusuma wardhana" <elite_navyseal at yahoo.com>
To: <marinir at polarhome.com>
Sent: Monday, June 28, 2004 1:38 PM
Subject: [Marinir] The Marines: Real Story behind May 1998 Riot

The Marines: Real Story behind May 1998 Riot

source:
http://land.heim.at/podersdorf/220272/news/news_realstory.html

Back in May 98, when Jakarta was literally burning,
the Navy Chief of Staff, Adm. Arief Kushariadi, was on
his way for some pre-scheduled trip using the Navy
helicopter. As he was flying over Jakarta, he could
not help noticing the movement of rioters on the
ground and the fires they started. He was amazed that
he could not see any sizeable force of security
personnel to oppose the rampaging rioters. He assessed
the situation that strategic places such as the
presidential palace had not been completely secured by
sizeable military units visible from the air. (deleted).












More information about the Marinir mailing list