[Marinir] [tempoint'f] Polisi Timor,
Penembak Komandan Pasukan Perbatasan TNI
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Sun Apr 24 08:46:32 CEST 2005
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/04/24/brk,20050424-04,id.htm
l
Polisi Timor, Penembak Komandan Pasukan Perbatasan TNI
Minggu, 24 April 2005 | 11:22 WIB
TEMPO Interaktif, Atambua:
Pemerintah Timor Leste mengakui, pelaku penembakan Komandan Pos Satuan
Pengamanan Perbatasan dari Batalion Armed-8, Lettu (Art.) Deddy Setyawan,
Kamis lalu, adalah polisi negara itu. Namun, identitas dua orang anggota
Unit Pengamanan Perbatasan itu dirahasiakan.
Pengakuan itu disampaikan delegasi pemerintah Timor dalam pertemuan khusus
di Markas Kompi A Yon Armed 8 Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur,
Sabtu (23/4). Pertemuan dihadiri oleh Komandan Satgas Pasukan Pengamanan
Perbatasan Letkol (Art.) Yul Avianto, Komandan Kodim 1605 Belu Letkol Yulius
Wijayanto, dan Wakil Kepala Polres Belu Komisaris Gerardus Bata.
Dari pemerintah Timor hadir Kepala Nasional Unit Pengamanan Perbatasan Mayor
Antonio da Cruz dan pemimpin Penghubung Militer Kolonel Fernando Reis.
Letkol Yul Avianto yang dihubungi di Atambua, Minggu (24/4), mengatakan,
pertemuan berlangsung sekitar tiga jam.
Dijelaskannya, pertemuan belum mencapai kesepakatan karena delegasi Timor
menolak menyebutkan pelaku penembakan. "Mereka hanya bilang pelakunya sudah
dinonaktifkan," kata dia.
Menurutnya, aparat kedua negara di perbatasan berbersepakat untuk tidak
mengeluarkan tembakan di zona netral. Kenyataannya, kata dia, prajurit TNI
ditembak dan pelaku penyelundup dilindungi.
Namun, Mayor Antonio da Cruz pada kesempatan itu mengatakan bahwa para
pelaku penyelundup dan penembakan sudah ditindak. "Pelaku sudah
dinonaktifkan dan warga RDTL yang melakukan transaksi pun sudah ditindak,"
katanya. Jems de Fortuna
--------------------------------------
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/04/22/brk,20050422-10,id.htm
l
Nasional
Insiden di Perbatasan Indonesia-Timor Leste
Jum'at, 22 April 2005 | 14:00 WIB
TEMPO Interaktif,
Belu: Komandan Pos Pasukan Pengamanan Perbatasan (Paspamtas) Indonesia-Timor
Leste di Markir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur,
Letnan Satu Artileri Tedy Setyawan dari Batalyon Artileri Medan-8/Kostrad
tertembak dan mengalami luka serius di bagian paha setelah diserang
sekelompok warga bersenjata dari Timor Leste, Kamis (21/4) pukul 08.45 WITA.
Insiden penembakan itu bermula saat pasukan TNI yang bertugas mengamankan
wilayah perbatasan kedua negara melakukan patroli dan menemukan sekelompok
warga berjumlah kurang lebih sembilan orang, satu diantaranya wanita
melakukan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM). Komandan Satuan Tugas
Paspamtas Letnan Kolonel Yul. Aviandi yang dihubungi di Atambua, Jumat
(22/4) menyatakan, insiden itu terjadi ketika warga asal Timor Leste itu
memasuki wilayah teritori RI tanpa dokuen resmi di sepanjang daerah aliran
sungai Malibaca, yang berbatasan langsung Distrik Bobonaro, Timor Leste.
"Ketika prajurit TNI mendekati para penyelundup, dan berusaha menghadang,
tiba-tiba terdengar teriakan dari seorang perempuan menggunakan bahasa Tetun
(Bahasa Nasional Timor Leste) dan tiga rekannya melakukan perlawanan dengan
cara melempar prajurit TNI dan penyelundup yang lain mengancam dengan
parang,"kata Kolonel Aviandi. Saat bersamaan, terdengar tembakan dari
wilayah Timor Leste dan menembus paha bagian kiri Komandan Pos Markir, Lettu
Art. Tedy Setyawan.
Korban penembakan sudah dievakuasi ke Kupang untuk selanjutnya diterbangkan
ke Jakarta guna mendapat perawatan lebih intensif.
Kejadian tersebut, mendapat tanggapan serius dari pemerintah Timor Leste
khususnya PM Mari Al Katiri.
"Kami diminta untuk bertemu di perbatasan agar membahas insiden itu, tetapi
kami menolak bertemu pejabat Timor Leste karena masih harus meninjau dan
melakukan olah TKP karena insiden itu terjadi di dalam wilayah RI,"katanya.
TNI akan terus melakukan penamanan secara lebih ketat di wilayah perbatasan
tempat terjadinya kontak senjata itu.
Jems de Fortuna
More information about the Marinir
mailing list