[Marinir] [KCM] 654 Marinir Tinggalkan Aceh

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Sun Aug 7 09:32:50 CEST 2005


http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/07/utama/1954544.htm

Berita Utama
Minggu, 07 Agustus 2005
654 Marinir Tinggalkan Aceh

Lhok Seumawe, ANTARA - Sebanyak 654 anggota TNI dari Korps Yon-7 Marinir
meninggalkan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, setelah bertugas selama satu
tahun lebih dalam menjalankan operasi pemulihan keamanan di wilayah yang
dilanda konflik bersenjata itu.

Informasi yang diperoleh Antara di Lhok Seumawe, Sabtu (6/8), menyebutkan,
ratusan personel marinir yang meninggalkan Aceh dengan menggunakan kapal
laut KRI Teluk Kaung tersebut dilepas Panglima Kodam Iskandar Muda Mayor
Jenderal Supiadin AS dalam upacara militer di Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh
Utara.

Ratusan marinir tersebut berasal dari Korps Yon-7, Marinir Brigif-3, yang
telah menunaikan tugas di Aceh selama 13 bulan sejak status Aceh menjadi
darurat militer. Pasukan itu melakukan operasi yang tersebar di beberapa
kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen.
Selama masa tugas, mereka telah menewaskan 42 anggota Gerakan Aceh Merdeka
(GAM) dan menangkap hidup 11 lainnya, serta menyita 31 pucuk senjata api
dari berbagai jenis.

Pasukan Yon-7 merupakan kesatuan yang baru dibentuk yang merupakan gabungan
dari sejumlah kesatuan marinir lainnya, yang dipimpin Danyon-7 Letnan
Kolonel Bambang Sus.
Bambang mengatakan, dalam melaksanakan tugas operasi sebagai abdi negara,
sebanyak dua anak buahnya gugur dalam kontak tembak dengan GAM dan dua
personel lainnya meninggal akibat mengidap penyakit malaria parah.

Ia menyebutkan, pasukannya akan bertolak ke Markas Komandonya (Mako)
Cilandak, Jakarta. Selama bertugas kami berhasil melumpuhkan sebanyak 53
orang GAM dan 42 di antaranya tewas, karena mengabaikan tawaran atau
peringatan untuk menyerah ketika kontak tembak terjadi. Sebanyak 31 senjata
api milik GAM kami sita", ujarnya.
Selain itu ia menambahkan, di sisi lain, mereka aktif melakukan kegiatan
sosial yang membantu meringankan kebutuhan masyarakat Aceh menengah ke
bawah. Kegiatan sosial itu di antaranya pengobatan, sunat massal, donor
darah, dan membuat jembatan di desa pedalaman yang telah dihancurkan oleh
kelompok GAM, yang mencoba memutus arus jalan masuk aparat keamanan ketika
masa status darurat militer.

Kepergian pasukan tersebut meninggalkan banyak kenangan, baik bagi
masyarakat Aceh, khususnya anak sekolah dasar di Kecamatan Madat, Aceh
Timur. Beberapa marinir itu pernah menjadi guru, menggantikan guru yang
tidak berani mengajar di daerah pedalaman karena diteror GAM.
Pasukan marinir itu juga membina hubungan baik dengan masyarakat melalui
kegiatan sosial yang sering mereka laksanakan ketika menghadapi hari besar
agama dan adat istiadat Aceh.



More information about the Marinir mailing list