[Marinir] [liputan6] Potret Keluarga Prajurit yang Gugur
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Sat Aug 27 21:55:36 CEST 2005
Agar masyarakat menyadari betul bahwa, istilah "Resiko Tugas" bagi TNI
merupakan jasa dan pengorbanan yang dipersembahkan bagi Bangsa dan Negara!
http://www.liputan6.com/fullnews/107193.html
28/08/0500:50 WIB
TNI
Potret Keluarga Prajurit yang Gugur
Dewi Astuti jatuh pingsan saat menerima penghargaan. 13/8/2005 19:55 -
Dewi Astuti hanya pasrah ketika ia hanya menerima baju suaminya Pratu Rolli
Fikrianda yang tewas dalam tugas di Aceh. Ia kini harus membesarkan tiga
orang anaknya yang masih kecil dalam kondisi yang memprihatinkan.
Liputan6.com, Jakarta : Di saat istri-istri prajurit Batalyon VII Brigade
Infanteri III berpelukan melepas rindu dengan suami yang baru selesai
bertugas dari Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Dewi Astuti justru hanya bisa
memeluk baju suaminya yakni Prajurit Satu Rolli Fikrianda dengan berlinang
air mata duka.
Sang suami tercinta gugur saat bertugas [baca: Ratusan Prajurit Marinir Tiba
di Jakarta].
Dalam acara penyambutan pulang itu diserahterimakan penghargaan kepada
sejumlah anggota Marinir termasuk kepada mereka yang kehilangan anggota
keluarganya. Termasuk kepada Dewi. Saat menerima penghargaan tersebut karena
tak kuat menahan sedih, ia pun jatuh pingsan.
Sementara ini, Dewi tinggal di sebuah kamar kontrakan di permukiman padat di
kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.
Di kamar yang hanya berukuran 2 x 3 meter ini, dia tinggal bersama tiga
orang anak perempuannya.
Di mana salah satunya seorang bayi berusia lima bulan.
Sejak kepergian sang suami yang bertugas sejak Januari silam, ia mengaku
beban hidupnya kini semakin berat.
Selain harus membayar uang kontrakan sebesar Rp 135 ribu per bulan, Dewi
juga harus membiayai sekolah putri sulungnya yang sekarang duduk di taman
kanak-kanak.
Saat ini Dewi hanya mengandalkan santunan dan gaji yang diterima dari
kesatuan almarhum suaminya hingga Januari 2006.
Untuk memenuhi kehidupan selanjutnya, ia kini tengah berupaya mencari kerja
dengan mengandalkan ijazah sekolah menengah pertama.
Dewi bertekad untuk membesarkan anak-anaknya secara layak dan berharap agar
pemerintah serius memperbaiki kesejahteraan prajurit dan keluarga seperti
dirinya. "Saya tabah menerima ini. Saya harus tetap hidup untuk membesarkan
anak-anak," tutur dia.
(BOG/Zulkarnain dan Anto Susanto)
----------------------------------------
http://www.liputan6.com/fullnews/107186.html
28/08/0500:46 WIB
TNI
Ratusan Prajurit Marinir Tiba di Jakarta
Prajurit Marinir saat bertemu anak. 13/8/2005 15:00 -
Setelah satu tahun bertugas di Tanah Rencong, prajurit Marinir dari Batalyon
VII Brigade Infanteri III tiba di Jakarta.
Namun, kepulangan ini tidak terkait dengan kesepakatan damai pemerintah
RI-GAM.
Liputan6.com, Jakarta: Sebanyak 618 anggota Korps Marinir TNI Angkatan Laut,
hari ini (13/8), tiba kembali di Jakarta.
Mereka telah bertugas lebih dari satu tahun di Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam. Meski dilakukan menjelang proses penandatanganan kesepakatan
damai antara pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka,
penarikan pasukan ini sebenarnya rotasi biasa.
Batalyon VII Brigade Infanteri III Marinir ini disambut secara militer di
markas mereka, Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.
Dalam acara ini diserahkan penghargaan kepada sejumlah anggota pasukan
komando itu. Termasuk kepada anggota keluarga yang kehilangan kerabatnya
saat bertugas di Tanah Rencong. Istri almarhum Prajurit Satu Rolief Firlada,
contohnya. Ia tidak kuasa menahan kesedihan hingga jatuh pingsan saat
menerima penghargaan.
Setelah lebih dari satu jam mendapat arahan dari Komandan Pasukan Marinir II
Brigadir Jenderal Djunaidi Djahri, para anggota Marinir ini diperbolehkan
kembali berkumpul dengan anggota keluarga mereka. Seorang prajurit berusaha
menggendong anaknya yang berumur empat tahun. Namun, ia terpaksa harus
menenangkan buah hatinya itu, karena sang anak sudah tidak mengenalnya lagi.
Menurut Djunaidi, kepulangan anggota Marinir dari Aceh tersebut adalah
rotasi biasa. Djunaidi menjelaskan, sementara ini belum ada pengiriman
kembali pasukan Marinir. Ini lantaran di Serambi Mekah sudah ada pasukan
Marinir yang sebelumnya dikirim dari Jakarta [baca: Marinir Bakal Ditarik
dari Pantai Timur Aceh]. Apalagi suasana sejumlah kota di NAD makin
kondusif.
Kepulangan pasukan Marinir ini juga menyisakan duka. Kemarin, Kopral Dua
Vinoka Vius Albeni dibacok saat berbelanja kebutuhan sehari-hari di Pasar
Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe. Tak diketahui motif pembacokan anggota
Marinir dari Jakarta itu.
Pelaku pembacokan akhirnya tewas ditembak dan pihak terkait tengah
menyelidiki kasus ini [baca: Anggota Marinir Dibacok di Lhokseumawe].
(ADO/Darnifawan dan Adi Amir Zainun)
More information about the Marinir
mailing list