[Marinir] [KCM] Kapal Induk USS Abraham Lincoln Lego Jangkar di
Sabang
YapHongGie
ouwehoer at centrin.net.id
Sun Jan 2 15:55:27 CET 2005
http://www.kompas.com/utama/news/0501/02/005045.htm
Updated: Minggu, 02 Januari 2005, 00:47 WIBNASIONAL
Kapal Induk USS Abraham Lincoln Lego Jangkar di Sabang
Sabang, Minggu
Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, yang membawa 11
helikopter Sea Hawk untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan di Nanggroe Aceh
Darussalam (NAD), Sabtu (1/1), lego jangkar di Dermaga Malahayati, Sabang.
Pemerintah AS mengirimkan 11 helikopter Sea Hawk dengan menggunakan kapal
induk USS Abraham Lincoln sebagai tanda keprihatinan terhadap korban bencana
gempa dan tsunami yang melanda Aceh, Minggu (26/12) lalu.
USS Abraham Lincoln yang dikomandani Admiral Doug Crowder itu diberangkatkan
dari Hong Kong dan tiba di Sabang, Sabtu pagi, untuk selanjutnya segera
memberikan bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana alam di Aceh.
"Sementara itu, sejak Sabtu pagi hingga petang sejumlah helikopter Sea Hawk
telah mengangkut sejumlah bahan bantuan ke Meulaboh dan Calang.
Namun sejumlah bantuan itu belum dapat diturunkan karena medan yang sulit,"
kata Komandan Satuan Tugas Udara, Letkol Pnb Deri Pemba.
Selain bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan dan obat-obatan, AS juga
menyiapkan bantuan tenaga medis untuk penanganan korban bencana gempa dan
tsunami di Aceh.
Eksodus
Arus eksodus warga Banda Aceh ke luar kota terus berlangsung, baik ke
kota-kota di Provinsi NAD sendiri maupun ke Medan dan Jakarta. Warga yang
membawa barang-barang perabotan rumah dengan truk, minibus, atau bahkan
sepeda motor masih terlihat di berbagai sudut kota.
Angkutan pesawat udara tidak berhenti melayani membeludaknya jumlah calon
penumpang di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. "Kalau ada peluang
untuk keluar, warga Aceh tampaknya ingin keluar dari kota ini. Yang tidak
keluar adalah mereka yang tidak punya uang atau mereka yang tidak punya
relasi di luar Aceh. Selain trauma, kota ini belum layak untuk ditempati,"
tutur Ahmad Syarif, warga di Jalan Daud Beureuh, di bandara.
Menurut data Kantor Kementerian Bidang Kesra, jumlah korban tewas dan
bencana kali ini sudah lebih dari 79.000 jiwa. Jenazah korban yang tewas
jauh dari jalan besar, banyak yang belum dipindahkan. Mayat yang sudah
membusuk dan membengkak menyebabkan tidak banyak lagi warga yang mau
ikut mengangkat atau memindahkan jenazah ke tepi jalan, agar memudahkan
pengangkutan.
Di beberapa kawasan, seperti Lok Ngah, Eulelheu, Kreung Gayo, dan Pulau
Aceh, korban tewas masih tampak digeletakkan di tepi-tapi jalan atau di
antara puing-puing bangunan, menunggu dievakuasi.
Warga umumnya hanya mengandalkan pasukan TNI yang sejak empat hari lalu
tidak berhenti mengangkut mayat-mayat itu untuk dikuburkan secara massal di
Blang Bintang. Kondisi mayat yang sudah membusuk dan mulai hancur cukup
menyulitkan bagi pasukan TNI untuk mengangkut mereka dari lokasi-lokasi yang
sulit, seperti di kawasan perumahan padat yang sudah hancur berantakan.
(Ant/Ima)
More information about the Marinir
mailing list