[Marinir] Fw: [exmenwa-ui] Bincang-bincang dengan jenazah korban tsunami

Dedy Afianto dedy.afianto at star-group.net
Fri Jan 7 04:48:02 CET 2005


----- Original Message ----- 
From: "atajudin" <atajudin at cakram.co.id>
To: <exmenwa-ui at yahoogroups.com>
Sent: Friday, January 07, 2005 10:40 AM
Subject: [exmenwa-ui] Bincang-bincang dengan jenazah korban tsunami


> 
> 
> 
> Dari berita Serambi Aceh..sebagai renungan bagi kita..
> 
> Wassalam alaikum Wr.Wb,
> 
> Cerita di Balik Evakuasi Mayat di Aceh (bagian 1)
> Mayatpun Minta Diajak Ngomong
> 
> [ rubrik: Serambi | topik: Peristiwa ]
> 
> 
> MENGIKUTI kegiatan para relawan kemanusiaan dalam mengevakuasi mayat-
> mayat korban bencana alam gempa dan tsunami di wilayah Nangroe Aceh
> Darusalam (NAD) banyak menjumpai hal-hal aneh yang secara nalar tidak
> logis. Kejadian-kejadian aneh yang tidak masuk akal itu tidak hanya
> dialami satu atau dua tim relawan. Namun hampir semua tim relawan
> menemui, merasakan dan mengalami kejadian-kejadian aneh yang berbeda-
> beda. Wartawan Persda Sugiyarto yang berada di tengah para relawan
> ini merekamnya dan menceritkan kembali dalam tulisan bersambung.
> 
> 
> Kejadian aneh yang tidak masuk akal itu dialami salah satu tim
> evakuasi TNI saat mengevakuasi mayat-mayat di sekitar alun-alun Blang
> Padang, Banda Aceh. Semula evakuasi tanpa menemukan kesulitan. Semua
> berjalan lancar. Mayat dimasukkan dalam kantong mayat ataupun plastik
> besar. Kemudian diangkat ke truk yang akan membawa mayat-mayat
> tersebut ke kuburan masal.
> 
> Pada hari ke enam, tim evakuasi ini menemukan hal yang aneh. Ada
> salah satu mayat yang ditemukan tertimbun reruntuhan dan puing-puing
> material bangunan "tidak mau" dimasukkan dalam kantong mayat. Tim ini
> sudah beberapa kali mencoba memasukannya. Mayat yang terbujur sedikit
> diangkat oleh salah satu anggota tim dan satu anggota yang lain
> memasukkan kantong plastik besar-- karena waktu itu kantong mayat
> telah habis dan kemudian digunakan kantong plastik besar warna hitam.
> Beberapa kali dicoba menyarungkan kantong plastik ini ke mayat untuk
> membungkusnya. Tapi selalu mengalami kesulitan. Mayat tidak segera
> dapat masuk ke kantong plastic besar tersebut. Bahkan ketika dicoba
> dipaksakan ditarik, plastik malah sobek.
> 
> "Kami sempat heran. Ini bagian kepala sudah diangkat untuk memudahkan
> memasukkan ke kantong plastic. Padahal biasanya kantong plastic itu
> hanya kami tarik dari atas sudah bisa masuk. Ini sudah dibantu dengan
> diangkat bagian atas masih sulit masuk," tutur salah satu personil
> TNI.
> 
> Tim ini tidak patah semangat. Mereka mencoba cara lain. Mayat
> itu "diajak ngomong". "Tolong dong jangan mempersulit kami. Masih
> banyak yang harus kami tolong. Kalau mau kami tolong, ayo kami
> pindahkan ke tempat yang layak. Di sini bukan tempatmu. Jangan
> dipersulit," katanya mencoba mengajak dialog salah satu mayat dingin
> yang sudah mengeluarkan bau busuk itu.
> 
> Di luar dugaan, ternyata upaya simpati dengan mengajak dialog itu
> berhasil. Mayat yang semula sulit dimasukkan ke dalam kantong
> plastik, tiba-tiba dengan mudah masuk.
> 
> Lain lagi dengan pengalaman unik yang di alami tim evakuasi dari
> relawan Blora Center. Pengalaman aneh itu dijumpai saat mengevakuasi
> mayat yang posisi kakinya mengangkang. Tim ini dalam membungkus mayat
> berbeda dengan teknik yang dilakukan tim evakuasi TNI. Kantong
> plastik tidak dimasukan dari atas ke bawah, namun kantong plastik itu
> di belah dulu dan dilebarkan kemudian untuk menggulung mayat dan
> diikat dengan menggunakan plagban.
> 
> Teknik seperti itu mereka rasakan lebih gampang dan lebih cepat.
> Mereka tidak perlu bersentuhan langsung dengan mayat yang sudah
> membusuk untuk memasukan mayat ke dalam kantong plastik. Cara yang
> sudah lazim lakukan tim evakuasi Blora Center ini gagal saat
> membungkus salah satu mayat di daerah yang arahnya menuju ke Ulue-
> lheue. Mayat ini setelah dibungkus dan plagban, kakinya keluar lagi.
> Di ulangi lagi dan plagban lagi, baru ditinggal sebentar kaki sudah
> keluar lagi. Kejadian itu sampai berulang lima kali.
> 
> "Kami kemudian mencoba mengajak ngomong. Saya dengar-dengar
> pengalaman relawan lain kalau menemukan hal-hal yang menyulitkan dari
> mayat-mayat yang mau kita evakuasi, kemudian diajaknya ngomong jadi
> gampang. Karena sudah berkakali-kali gagal dan kaki keluar terus,
> kami mencoba mengajak ngomong. Saya ucapkan permintaan agar tidak
> mempersulit. Ucapan itu kami utarakan dengan sepenuh hati. Dan
> Alhamdulillah, setelah itu kaki mayat mudah diluruskan dan
> dirapatkan. Membungkusnya jadi gampang dan kakinya tidak keluar-
> keluar lagi," kata salah seorang relawan yang di benarkan oleh
> relawan yang lain.
> 
> Masih dari pengalaman tim relawan ini saat mau mengangkat mayat.
> Biasanya mayat dapat mereka angkat berdua atau berempat untuk mayat
> orang gemuk. Tapi kali ini mayatnya tidak terlalu besar. Mereka
> mencoba mengangkat berdua tidak kuat. Kemudian tambah tenaga empat
> orang, masih juga tidak kuat. Tambah lagi tenaga dua orang. Mereka
> mengangkat mayat itu berenam. Tapi tetap saja tidak terangkat.
> 
> Dari pengalaman mengatasi hal aneh yang terjadi sebelumnya, kemudian
> mereka mencoba mengajak ngomong mayat ini. Dan benar setelah mayat
> itu diajak dialog dan diminta agar tidak mempersulit proses evakuasi,
> tim relawan ini dapat mengangkat dengan lebih gampang. "Malah
> kemudian dapat kami angkat berempat saja. Dan itu tidak berat,"
> tambah relawan yang lain. (bersambung)
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> <*> To visit your group on the web, go to:
>    http://groups.yahoo.com/group/exmenwa-ui/
> 
> <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
>    exmenwa-ui-unsubscribe at yahoogroups.com
> 
> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
>    http://docs.yahoo.com/info/terms/
> 
> 
> 
> 
>


More information about the Marinir mailing list