[Marinir] Re: [nasional-list] [marinir.mil] 4.482 Marinir Di Aceh

YapHongGie ouwehoer at centrin.net.id
Sat Jan 15 10:30:27 CET 2005


Tenang Bang Dul, engga usah bingung, serius-santai (SERSAN) saja.
Ijinkan saya menanggapi Bang Dul dibawah ini:

----- Original Message -----
From: dul bingung
To: nasional-list at yahoogroups.com ; marinir at polarhome.com ; Posting Wahana ;
Posting to Apakabar ; Posting Tionghoa-Net ; Posting FSAB Yahoo ; Posting
KIAD ; Post INA Quake Relief
Sent: Saturday, January 15, 2005 10:39 AM
Subject: [Marinir] Re: [nasional-list] [marinir.mil] 4.482 Marinir Di Aceh

Um Yapi demen bener sih ama tangtara dan mariner ya?
Nyang saya kuatirin nih apabila dikamudian arinya marinir dan tangtara nyang
udah berjubel banyaknya di Aceh itu, tapi masa depan-ne Aceh ngak bisa
diperbaikin & tambah jelek aja dan bisa2 jadi tambah butut, nanti tangtara
dan miriner nyang disalahin lho Um Yapi.

YHG:
Sebenarnya sih sikap saya biasa, wajar-wajar saja.
Hanya bagi kalangan yang anti-TNI, kelihatannya "demen bener", ini kan
masalah subyektivitas masing-masing orang.

Kenapa analogi Abang jadi mundur kebelakang?
Masa depan Aceh itu 'kan ditentukan oleh Pemerintah Daerah Sipil yang
menjalankannya, serta Dewan Legislatif yang melakukan pengawasan jalannya
pemerintahan diwilayahnya, bukan?
Kecuali Abang ingin agar status Pemerintahan di Aceh dirubah menjadi Darurat
Militer kembali.
-------------


DB:
Lha gimana sih dari dulu tahun 70-an kalo ngak salah propinsi ini udah punya
masaalah ama pamerintah pusat tapi ngak ada kemajuan nih.
Gimana ini kalo di-pikir2 ya, kanapa bisa begini ya? Siapa nyang salah ya.
Kalu pamerintah benar melakukan tugas-e dan memperbaiki kaadaan urang Aceh
,kan sakkarang ngak ada kamiskinan nyang mencikam.
Padahal um Yapi tahu tamtunya kalo Aceh ini bener2 sugih lho.

YHG:
Disini Abang benar sekali. Inti permasalahan di Aceh adalah kesejahteran
rakyat dan kekayaan wilayah yang dikorup oleh Pemerintah, apakah itu di
tingkat pusat maupun daerah. Jangankan jauh-jauh tahun '70an, saat ini
Abdulah Puteh sedang menjalankan pengadilan tindak korupsi!
-----------------

DB:
Sialan bener nih, sampe2 Dul ini bingung mulu mikirin Aceh dari sajak ayah
Dul sampe sakarang ya gitu2an aja kaadaannya tuh.
Tiran gede Suharto ngada-in DOM tapi yang didapat sakarang itu jadi domino,
tambah lama tambah merembet kayak jatuhnya domino satu persatu, terus kayak
bola salju nglinding tambah lama tambah besar persualan-ne lho.
Udah miskin karena "man made"(digarong ama pempus)sakarang tambah kere
karana di godam tsunami  ama alah.
Kacihan banget sih ama urang Aceh itu.  Dul selain bingung juga iba tuh ama
rakyat-te Aceh.
salam,
Dul  Bingung


YHG:
Disini saya kurang setuju dengan Abang.
Masalah penjarahan kekayaan daerah dan korupsi uang rakyat tidak ada
hubungannya dengan DOM.
Masalah kerakusan pejabat tidak tergantung dan terbatas pada dikotomi
Sipil-Militer.
Didaerah yang tidak dikuasai militer, bahkan di ibukota, korupsi, pembobolan
Bank dan penjarahan uang rakyat juga marak terjadi.
Para kepala daerah; oknum Camat, oknum Bupati, oknum Gubenur, oknum
DPR-DPRD, dan oknum pejabat tinggi lainnya, yang notabene berkuasa sejak era
reformasi juga melakukan Korupsi berjamaah!

Jadi kelaknatan itu bukan ciri khas satu era, bukan juga monopoli satu
golongan.

Saya berharap kita jangan melihat suatu permasalahan secara sempit dengan
sikap apriori-subjektif, yang didasari oleh sentimen belaka.

Wassalam, yhg.
----------------





More information about the Marinir mailing list