[Marinir] [MIOL] Nilai Barang Kasus Farid Faqih Sekitar Rp7 Miliar

YapHongGie ouwehoer at centrin.net.id
Fri Jan 28 19:49:39 CET 2005


http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=56780

Jum'at, 28 Januari 2005 22:50 WIB
HUKUM-KRIMINAL
Nilai Barang Kasus Farid Faqih Sekitar Rp7 Miliar

BANDA ACEH-MIOL: Nilai barang-barang kemanusiaan dan barang-barang
milik TNI yang diduga telah 'dicuri' Farid Faqih, Koordinator LSM Government
Watch (Gowa) ditaksir sedikitnya mencapai Rp7 miliar.

Informasi dari lingkungan Satuan Tugas TNI untuk Penanggulangan Bencana
Aceh, Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Banda Aceh, Jumat, besaran taksiran
nilai harga pasar dari barang-barang yang terdapat di dua gudang yang sudah
diakui Farid kepada Polisi sebagai gudangnya.

Nilai harga pasar dari barang tersebut terdiri atas Rp5,5 miliar yang
ditumpuk
di gudang Gapensi Blang Bintang, di Desa Krueng Raya, dan Rp1,5 miliar yang
disimpan di gudang Bulog (sebagian rusak akibat gempa 26 Desember 2004)
di seberang kuburan massal Lambaro, di tengah antara Bandara SIM dengan Kota
Banda Aceh.

Berdasarkan pantauan di lokasi gudang pertama hari Kamis, lebih sepertiga
dari gudang berukuran hanggar pesawat terbang di Krueng Raya tersebut berisi
barang-barang kemanusiaan kiriman dari berbagai kota, khususnya dari Jakarta
(Lanud Halim Perdana Kusuma).

Farid, yang berada di Aceh untuk mengurus LSM-nya, Param dan ALS (Aceh
Logistic Support), ditangkap Provost TNI AU Lanud SIM pada Rabu malam
(26/1) setelah kedapatan berusaha membawa pergi barang-barang bantuan yang
dikirim dengan pesawat-pesawat Hercules.
Ia menggunakan dua truk bertulisan "Bantuan Presiden" yang dipinjam dari
organisasi Front Pembela Islam (FPI), namun organisasi yang dipimpin Habieb
Riziq ini telah menyatakan pihaknya menjadi korban Farid Faqih karena semula
truk dikatakan untuk keperluan mengantar makanan kepada pengungsi.

Polda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) hari Rabu memindahkan setengah dari
barang-barang tersebut ke Polresta Banda Aceh di Jalan Tengku Daud Beureuh
sebagai barang bukti, menyusul penetapan Farid menjadi tersangka kasus
pencurian tersebut.

Pada Jumat petang, gudang tersebut sudah rapat tertutup dan disegel dengan
pita kuning polisi, dan dijaga oleh sekitar satu regu Brimob dari Kepala
Dua, Jakarta Selatan, dan satu regu pasukan TNI dari Batalyon 332 di bawah
perintah Satgas TNI.
Pihak Satgas TNI menyesalkan pemindahan barang-barang tersebut dari gudang
di Krueng Raya ke Polresta tanpa koordinasi sehingga baik jumlah maupun
jenis barang yang sudah dipindahkan dengan alasan sebagai barang bukti.
"Kami menyesalkan langkah Polisi yang memindahkan begitu saja barang-barang
tersebut. Ini karena sebagian tanggung jawab atas barang-barang tersebut
masih pada TNI," kata seorang perwira menengah Satgas TNI yang bertugas
mengawasi keluar masuk barang.

Barang-barang yang berada dalam kedua gudang tersebut berisi berbagai jenis,
mulai dari air mineral, mie instan, obat-obatan, biskuit hingga
kompor-kompor gas serta penanak nasi listrik (rice cooker) dalam jumlah
cukup besar. Kompor-kompor gas (Kitchen-Mate) tersebut barang kiriman untuk
Pangdam Iskandar Muda, Mayjen Endang Suwarya.
Barang-barang lain, termasuk pula tenda-tenda untuk pengungsi milik UNHCR
(United Nations High Commission for Refugees, Badan PBB urusan Pengungsi).
Tenda-tenda berkualitas tinggi dan bertulisan "UNHCR".

Dari catatan, TNI kehilangan barang-barang berupa 11 dos (330 kaleng)
makanan tempur T-1 ABC (tanggal 14/1), dua koli AC (17/1), 23 koli (690
buah) water bag (kantong air) pada tanggal 18-19/1, 20 meja dan kursi
lapangan, satu koli kain loreng TNI (100 meter) dan 70 koli (3.500 buah)
kantong tidur (sleeping bag).
Nilai pasar barang-barang tersebut antara lain untuk water-bag berkisar 800
juta (nilai kontrak), sleeping bag Rp900.000 per unit, kain loreng TNI
Rp150.000 per meter.
Petugas penerima barang Tim Departemen Kesehatan yang sedang bertugas di
Banda Aceh, Benny, Jumat petang juga mendatangi gudang di Krueng Raya
berusaha mencari empat ton dari total sembilan ton barang kiriman dari PT
Amerta Indah Otsuka (Pocari Sweat) yang masih belum jelas keberadaannya.
Tim Depkes yang ditugaskan Menteri Kesehatan Fadillah Supari itu menyatakan
telah menemukan kotak-kotak kiriman obat dari Depkes Jakarta di gudang Farid
Faqih lainnya di Lambaro. (Ant/O-2)




More information about the Marinir mailing list