[Marinir] Siauw Tiong Djin mengunjungi FSAB
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Sun Oct 2 20:15:11 CEST 2005
----- Original Message -----
From: Batara Hutagalung
Sent: Sunday, October 02, 2005 10:51 PM
Subject: Re: Siauw Tiong Djin mengunjungi FSAB
Pada hari Jumat tanggal 30 September 2005, Forum Silaturahmi Anak Bangsa
(FSAB) mendapat kunjungan dari Siauw Tiong Djin, putra alm. Siauw Giok
Tjhan, mantan Ketua BAPERKI, yang pernah ditahan bertahun-tahun di masa
Orde Baru.
Pertemuan dalam suasana yang sangat akrab berlangsung dari pukul 15.00 -
18.00. di Sekretariat FSAB, di komplek perkantoran Duta Merlin.
Hadir para pendiri dan pengurus FSAB a.l. Suryo Susilo, Direktur FSAB (putra
alm. Kol. TNI R. Ngaeran), Sarjono Kartosuwiryo (putra alm. Sekarmaji
Marijan Kartosuwiryo, Imam Besar DI/TII. Dieksekusi tahun 1962, makam tak
diketahui), Ilham Aidit (putra alm. D.N. Aidit, mantan Ketua CC PKI,
ditembak mati tahun 1966. makam tak diketahui), Ilya Arslaan Syahroezah
(putra alm. Djohan Syahroezah, Sekjen PSI, cucu K.H. Agus Salim); Yap Hong
Gie (putra alm. Yap Thiam Hien), Sugiarto Suparjo (putra alm. Brigjen
"Jenderal Merah" Suparjo, dieksekusi dengan tuduhan terlibat peristiwa
G30S), Arief Moenandar (alumnus Univ. Patris Lumumba - Moscow, pernah
ditahan di masa Orde Baru), Martin J.M.; Ridwan Suryadi, Robert Siahaan
(PPM/Pemuda Panca Marga) dan Batara R. Hutagalung. Hadir juga sebagai
tamu Faisal Saleh, eksponen PPM, sekaligus Ketua Alumni PERMIAS.
Masing-masing memperkenalkan diri, dan menceritakan sedikit kisah yang
mereka alami sehubungan dengan orang tua mereka, yang di masa lalu
berseberangan secara politis. Namun juga terungkap, bahwa walaupun
berseberangan dalam paham ideologi dan politik, ternyata di antara orang tua
mereka juga ada hubungan secara kekeluargaan yang akrab. Demikian juga di
antara Siauw Giok Tjhan dan Yap Thiam Hien, yang berbeda dalam pandangan
politik mereka, namun secara pribadi mereka tidak ada masalah dan bahkan
akrab.
Beberapa anggota FSAB juga mengenal sosok Siauw Giok Tjhan dan mengetahui,
bahwa beliau adalah juga salah seorang tokoh pergerakan nasional Indonesia.
Pada dasarnya semua sepakat, bahwa perbedaan pendapat, pandangan atau
apapun, tidak boleh menjadi penghalang dalam hubungan kekeluargaan dan
persahabatan, sebagaimana telah dicontohkan oleh tokoh-tokoh nasional.
Sebagai satu contoh adalah yang terjadi antara Sukarno dengan Sutan Syahrir.
Tokoh Partai Sosialis Indonesia, S. Syahrir dipenjara di masa pemerintahan
Presiden Sukarno. Namun ketika Syahrir sakit berat, dia berobat ke Swiss
atas biaya negara, dan setelah meninggal dunia, Sukarno menyatakan Sutan
Syahrir sebagai Pahlawan Nasional.
Dalam hal, mengangkat tokoh-tokoh Tionghoa yang berperan dalam pergerakan
nasional agar diketahui oleh masyarakat luas, ditanyakan mengenai gagasan
pendirian Siauw Giok Tjhan Institut dan/atau Yayasan Siauw Giok Tjhan,
dimana Siauw Tiong Djin menjelaskan bahwa munculnya gagasan itu bukan
berasal dari keluarga Siauw dan menyerahkan kepada keinginan masyarakat.
Siauw Tiong Djin, berpendapat bahwa menyelesaikan masalah di kemudian hari
harus dimulai dengan sikap positif dan ke-positifan ini menuntut dihapusnya
rasa dendam dalam benak pikiran.
Oleh karenanya, Siauw Tiong Djin mendukung penuh visi-misi FSAB, bersedia
untuk turut berpartisipasi dan menyumbangkan tenaga dan pikirannya.
Sedikit latar belakang: FSAB didirikan oleh generasi kedua dan ketiga dari
mereka yang di masa lalu terlibat dalam berbagai konflik politik kekerasan
dan kekerasan dalam politik.
Para pendiri dan anggota FSAB antara lain, adalah: Letjen TNI (Purn.) Agus
Widjojo dan Dr. Nani Nurahman (putra-putri anumerta Mayjen TNI Sutoyo) ;
Amelia Yani, Juwik Yani G dan Yuni A.Yani (para putri anumerta Jend. TNI A.
Yani) ; Suryo Susilo - Direktur FSAB (putra alm. Kol. TNI R. Ngaeran) ; Alm.
Masya Pandjaitan (putri anumerta Mayjen TNI D.I. Pandjaitan) ; Tigor Siregar
(Pemuda Panca Marga - PPM) ; Ir. Sarjono Kartosuwiryo (putra alm. S.M.
Kartosuwiryo, Imam Besar DI/TII) ; Ahmad Zahedi (cucu alm. Daoed di
Bereu'eh,
mantan Gubernur Militer Aceh/Tokoh DI Aceh) ; Tjokro Soeprijanto (FKPPI) ;
Ridwan Soeriyadi (Gerakan Indonesia Bersatu) ; Gurmilang Kartasasmita
(exponen Malari 1974) ; Ilya Arslaan Syahruzah (putra alm. Djohan Syahruzah,
Cucu K.H. Agus Salim) ; Riyanto N. Haryono (putra anumerta. Mayjen M.T.
Haryono) ; Eko Tjokrodjoyo (tokoh PMKRI) ; Ghazi Hoessin Yoesoef (putra
Panglima TNI Aceh Pertama, alm. Hoessin Yoesoef) ; Tatto S. Pradjamanggala
(putra Kobra/Puskav) ; Robert M. Siahaan (Pemuda Panca Marga - PPM) ;
Batara Hutagalung (putra alm Letkol TNI Dr. W. Hutagalung) ; Sugiarto
Suparjo
(putra alm. Brigjen "Jenderal Merah" Suparjo) ; Hardoyo (mantan Ketua Umum
CGMI) ; Yap Hong Gie, (putra alm. Yap Thiam Hien); Arief Munandar (alumnus
Univ. Patris Lumumba Moscow), Edwin Kawilarang (putra AE Kawilarang), dll.
Moto FSAB adalah: "Berhenti Mewariskan Konflik. Tidak Membuat Konflik Baru."
Siauw Tiong Djin, PhD., yang kini menetap di Australia, diterima menjadi
Anggota Luar Biasa dari FSAB.
Batara R. Hutagalung
P.S.
"Imagine"
.You may say I'm a dreamer,
but I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the nation will be united again
More information about the Marinir
mailing list