[Marinir] [indopos] Juga Bantu Evakuasi Tsunami
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Fri Oct 28 21:15:38 CEST 2005
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=194960
Selasa, 25 Okt 2005,
Juga Bantu Evakuasi Tsunami
Wajah semringah terlihat menghiasi para istri anggota TNI di Markas Komando
Brigade Infanteri (Mako Brigif) 2 Cilandak, Jakarta, kemarin. Mereka girang
menyambut kedatangan suami dari Aceh. Sekitar 600 personel Batalyon
Infanteri 8 Marinir memang tiba di Jakarta.
Batalyon yang menjadi bagian dari Satuan Tugas Rencong Sakti ke-29 itu telah
bertugas selama 13 bulan di Aceh Timur hingga Kabupaten Aceh Tamiang.
"Kebetulan, kami ditugaskan di daerah yang cukup tinggi intensitas kontak
senjatanya dengan GAM," jelas Dan Yonif 8 Marinir Letkol Ketut Suwarya.
Dia mengatakan, sejak bertugas pada 29 September 2004, intensitas kontak
senjata personelnya dengan GAM tiga kali seminggu. "Saya bersyukur, tidak
satu pun anggota saya yang gugur saat melaksanakan tugas," ujarnya.
Dari 600 personel, hanya 592 yang hadir dalam upacara penyambutan di
Cilandak kemarin. Enam lainnya mengikuti pendidikan. Satu berhalangan karena
musibah keluarga dan satu lagi karena alasan kedinasan. Semua personel akan
dianugerahi Satya Kencana Dharma Nusa.
Menurut Ketut, personelnya berhasil merampas 18 pucuk senjata standar GAM.
Tapi, dia menolak menyebut jumlah personel GAM yang dilumpuhkan anak
buahnya. "Yang itu rahasia," ujar pria kelahiran Singaraja, Bali, ini.
Dia menceritakan, sebelum Desember 2004, berbagai aksi kejahatan seperti
penculikan sering terjadi. Target utamanya adalah para pengusaha dengan
tujuan mencari tebusan uang. "Setelah Desember, intensitasnya berkurang
drastis. Bahkan, menjelang MoU, jarang terjadi kontak senjata," jelasnya.
Batalyon Infanteri 8 Marinir juga aktif dalam evakuasi korban gempa dan
tsunami di Aceh Desember tahun lalu. "Di hari keempat, kami datang di lokasi
dan membantu evakuasi," ucapnya. Sebanyak 217 personelnya dan 117 relawan
sipil ikut serta dalam misi kemanusiaan tersebut.
Serka Dede Supriyadi mengaku masih berjaga di kantor satu jam sebelum
tsunami datang. "Tahu ada tsunami, saya yakin keluarga di rumah khawatir.
Saya langsung menelepon untuk mengabarkan bahwa saya baik-baik saja,"
tuturnya, didampingi Tita Puspitasari, sang istri. (cak)
© 2003, 2004 Jawa Pos dotcom.
More information about the Marinir
mailing list