[Marinir] Identifikasi Korban Mandala Dikejutkan Peristiwa Gaib

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Wed Sep 7 13:47:38 CEST 2005


----- Original Message ----- 
From: BUD'S
Sent: Wednesday, September 07, 2005 6:12 PM
Subject: FW: Identifikasi Korban Mandala Dikejutkan Peristiwa Gaib

Identifikasi Korban Mandala Dikejutkan Peristiwa Gaib

Fitraya Ramadhanny - detikcom

Medan - Boleh percaya, boleh tidak percaya. Namun peristiwa ini benar-benar 
terjadi di sela-sela proses pencarian identitas korban kecelakan pesawat 
Mandala Airlines di RSU Adam Malik, Jalan Bunga Lau, Medan.

Slamet Ginting (68) adalah korban tewas dalam angkot saat akan mengirimkan 
paket pos untuk puteranya, dokter Sampetua Ginting. Ia berhasil ditemukan 
keluarganya setelah 'roh'-nya merasuki salah seorang keluarganya dan 
menunjukkan posisi jenazah Slamet Ginting sendiri.

Kejadian aneh ini menyeruak di sela-sela banyak keluarga yang mencari sanak 
saudaranya di RS. Sebagian besar mayat sudah tidak dapat dikenali karena 
hangus terbakar. Demikian juga dengan keluarga Slamet Ginting  yang sudah 
berusaha mencari jenazah Slamet sejak Senin (5/9/2005), namun hingga Selasa 
(6/9/2005) pukul 15.00 WIB tak juga berhasil.

Hingga kemudian, Selasa  sore tiba-tiba sepupu Slamet Ginting bernama 
Sanggup Ginting (50) bertingkah aneh. Ia seperti kerasukan arwah almarhum. 
Sanggup Ginting tiba-tiba  berteriak-teriak,"Saya di sebelah sini, saya 
sebelah sini!" ujarnya sambil berjalan dengan tangan gemetar dan 
menarik-narik anggota keluarga lain.

Sanggup berjalan dengan tangan gemetar menuju ke sebuah jenazah yang  tidak 
dapat dikenali. "Ini saya...ini saya," teriak Sanggup Ginting sambil 
menunjuk  sesosok jenazah.

Keluarga yang mengetahui ciri-ciri bahwa almarhum mempunyai 3 gigi seri 
palsu di rahang bawah kemudian memeriksa mulut jenazah tersebut. Dan benar 
saja, jenazah yang hangus tak berbentuk ini di mulutnya terdapat 3 gigi 
palsu. Keluarga lega, orang yang mereka cari ketemu meski sudah  hangus.

Setelah itu, Slamet Ginting dibawa ke ruang forensik untuk diperiksa. Putra 
almarhum, dr Sampetua Ginting, masuk ke ruang otopsi untuk membantu 
memeriksa sang ayah.

Sementara di luar ruang forensik, detikcom melihat lagi kejadian ini. 
Sanggup Ginting kembali bertingkah aneh, saudaranya bilang, dia kembali 
kerasukan. Sanggup Ginting kemudian berbicara dalam bahasa Karo. Salah satu 
keluarga menerjemahkan bahwa  almarhum terima kasih kepada keluarga karena 
sudah mencari jenazahnya. Setelah itu dia berpamitan dan meminta seluruh 
keluarga untuk ikhlas. Tentu saja, peristiwa ini  membuat seluruh keluarga 
Ginting menangis.

Sanggup terdiam beberapa saat. Tak lama kemudian dia kembali normal seperti 
sedia kala.
(jon) 



More information about the Marinir mailing list