[Marinir] Re: [ppiindia] [detiknews] Front Pepera Akui Adanya Dukungan Australia

Ambon sea at swipnet.se
Thu Apr 6 12:46:23 CEST 2006


Ratap tangis terhadap Papua gara-gara 43 orang minta suaka di Australia, tetapi kalau 80% dari penduduk Papua hidup dibawah garis kemiskinan dan kerusakan lingkungan merambat sampai ke laut Arifura  diamkan dengan senyum manis.


----- Original Message ----- 
From: "Yap Hong Gie" <ouwehoer at centrin.net.id>
To: "Posting X-PPI '77-'87" <X-PPI_Se-Eropa77-87 at yahoogroups.com>; "Posting Wahana-news" <wahana-news at yahoogroups.com>; "Posting Tionghoa-net" <tionghoa-net at yahoogroups.com>; "Posting Nasional-list" <nasional-list at yahoogroups.com>; "Posting Marinir TNI/AL" <marinir at polarhome.com>; "Posting KIAD" <KIAD at yahoogroups.com>; "Posting IndoUsaMil" <IndoUsaMil at yahoogroups.com>; "Posting Hankam" <hankam at yahoogroups.com>; "Post PPIIndia" <ppiindia at yahoogroups.com>; "Post MediaCare" <mediacare at yahoogroups.com>
Sent: Thursday, April 06, 2006 12:31 PM
Subject: [ppiindia] [detiknews] Front Pepera Akui Adanya Dukungan Australia


> http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/06/time/094903/idnews/571708/idkanal/10
> 
> 
> Kamis, 06/04/2006 09:49 WIB
> Front Pepera Akui Adanya Dukungan Australia
> Nurfajri Budi Nugroho - detikcom
> 
> Jakarta - Australia dituding berada di balik gerakan separatis Papua. Juru 
> bicara Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (Front Pepera PB) 
> Arkilaus Baho mengakui adanya dukungan dari Australia. Dukungan tersebut 
> antara lain berupa dukungan secara moril.
> 
> "Tapi sejak hubungan itu diputuskan oleh aparat intelijen dari Indonesia, 
> tidak ada lagi donor dari luar," terang Arkilaus saat dihubungi detikcom 
> melalui sambungan telepon, Kamis (6/4/2006).
> 
> Arkilaus berpendapat gerakan separatisme bukanlah merupakan hal yang tabu 
> dalam kehidupan berdemokrasi. Manurutnya, setiap bangsa berhak menentukan 
> nasibnya sendiri.
> 
> "Perjuangan untuk membebaskan diri itu kan cita-cita bangsa di seluruh 
> dunia. Separatis itu bukan hal yang tabu bagi perjuangan demokrasi," katanya 
> berpendapat.
> 
> Arkilaus menilai, selama ini ada arogansi dari pihak-pihak yang menentang 
> gerakan separatis di Papua. Perjuangan membela HAM seringkali dituding 
> sebagai gerakan separatis.
> 
> "Orang mau bebas kok ditahan-tahan. Kami mendukung perjuangan yang 
> menyeluruh
> oleh rakyat Papua," tukasnya.
> 
> Dirinya mengklaim, saat ini 99 persen warga Papua tidak merasa sebagai 
> bagian dari NKRI. Fakta tersebut diakuinya berasal dari hasil penelitian 
> yang dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional maupun anggota front 
> perjuangan di Papua.
> 
> Apakah Front Pepera PB masuk dalam bagian gerakan separatis itu? "Front 
> Pepera PB adalah organisasi yang menyuarakan hak-hak rakyat Papua. Dan 
> faktanya rakyat Papua menginginkan kemerdekaan," kilah Arkilaus.
> 
> Saat ditanya kemungkinan melunaknya sikap gerakan separatis jika pemerintah 
> mampu memenuhi kesejahteraan yang diharapkan rakyat Papua, hal tersebut 
> sudah tidak mungkin lagi. "Tidak mungkin, karena terlalu kronis. Buktinya 
> saja kebijakan pemerintah di Papua selalu ditolak terus," ujarnya yakin.
> 
> Sebelumnya, kalangan DPR membeberkan adanya jaringan internasional di 
> Australia yang memberikan dukungan terhadap gerakan separatis Papua. 
> Jaringan tersebut melibatkan parlemen, LSM, gereja serta dunia kampus di 
> Australia.
> Sebuah LSM lokal Indonesia pun dituding terlibat dalam jaringan 
> tersebut.(fjr)
> 
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> 
> http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/06/time/081816/idnews/571617/idkanal/10
> 
> 
> Kamis, 06/04/2006 08:18 WIB
> Anggota DPR Beberkan Jaringan Pendukung Separatis di Papua
> Nurfajri Budi Nugroho - detikcom
> 
> Jakarta - Beberapa anggota DPR yang berencana menemui parlemen Australia
> membeberkan jaringan yang memberikan dukungan terhadap gerakan separatis di
> Papua.
> 
> Jaringan tersebut melibatkan LSM, anggota parlemen, gereja serta beberapa
> universitas di Australia. Sebuah LSM lokal Indonesia pun dianggap turut
> berperan.
> 
> "Kami terpaksa harus memberikan data seperti ini. Agar semua sadar bahwa
> ancaman nyata separatis sudah di depan mata," ujar anggota Komisi I DPR dari
> FPDIP Effendi MS Simbolon saat dihubungi detikcom, Kamis (6/4/2006).
> 
> Dalam bagan mengenai jaringan pendukung separatis Papua di Australia,
> diungkapkan pada tanggal 25 Oktober 2000, Direktur Lembaga Study dan
> Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) Papua, John Rumbiak menandatangani
> MoU dengan Greg Sword.
> 
> Inti dari MoU tersebut adalah dukungan bagi setiap aktivitas gerakan
> separatis Papua. Greg merupakan anggota parlemen tingkat negara bagian
> Melbourne dari Partai Buruh.
> 
> Selanjutnya, sejak tahun 2000, Ketua Partai Hijau Australia Bob Brown aktif
> memotori terbentuknya Parliamentary Group on West Papua.
> 
> Pada tahun 2003, Bob yang juga seorang senator mengkampanyekan masuknya
> beberapa submisi kepada parlemen Australia.
> 
> Tema yang diangkat adalah pelurusan sejarah Irian Jaya dan penentuan nasib
> sendiri bagi rakyat Irian Jaya.
> 
> Selain itu, disebut juga nama Senator Kerry Nettle, anggota parlemen dari
> Partai Hijau. Dia turut memperjuangkan suaka politik bagi 42 warga Papua.
> Bahkan, pada 2 April lalu Nettle mendapatkan penghargaan "Mahkota Papua"
> dari kelompok pro-separatis di Sydney.
> 
> Dari Partai Demokrat Australia, disebut Senator Andrew Barlet yang mendukung
> kampanye penentuan nasib (self determination) bagi rakyat Irian Jaya. Barlet
> juga pernah mengirimkan surat kepada Sekjen PBB untuk meninjau kembali
> keabsahan PEPERA 1969.
> 
> Parliamentary Group on West Papua yang dimotori oleh Bob Brown juga
> didukung oleh organisasi internasional seperti Asia Pacific Human Rights 
> Network
> (APHRN), West Papua Action Australia (WPA-A), Action in Solidarity With
> East Timor (ASIET), Australian Council for Overseas Aid (ACFOA), East Timor
> Action Network (ETAN) dan The Centre for People and Conflict Studies The
> Unversity of Sydney.
> 
> Lembaga yang terakhir disebut memiliki proyek yang disebut West Papua
> Project (WPP) dan dipimpin oleh Prof Stuart Rees.
> 
> Seorang peneliti dan penulis tentang Indonesia Prof Denis Leith juga turut
> memberikan dukungan terhadap pro kemerdekaan Papua dengan cara membantu
> penggalangan dana bagi WPP.
> 
> Tidak ketinggalan, media massa Australia pun juga turut berperan. Christ
> Richard, seorang redaktur pada New Internationalist Magazine, Australia,
> turut aktif membantu penyelenggaraan seminar tentang Papua di Australia.
> 
> Salah satu seminar yang pernah diselenggarakan bertempat di Gedung Dewan
> Serikat Buruh, di Victoria. Seminar tersebut diselenggarakan pada 25-26
> Februari 2003 bertajuk West Papua Features.
> 
> Selain nama-nama dan organisasi yang disebut di atas, diungkap juga
> nama-nama Duncan Ken (anggota parlemen Australia dari Tasmania),
> Susan Conely (Persekutuan Gereja Australia), John Barr (bekas Ketua
> Uniting Church).
> 
> Pada tanggal 2 April 2006 lalu, bendera "Bintang Kejora" juga sempat
> dikibarkan oleh West Papua Association (AWPA) di Sydney.
> Pengibaran bendera tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 orang peserta.
> 
> Saat ditanya mengenai keterlibatan Partai Liberal Australia dalam gerakan
> separatis Papua, Effendi MS Simbolon mengaku belum memiliki data-data
> keterlibatan partai berkuasa itu.
> 
> "Hingga saat ini masih tiga partai saja yang diduga. Kita berharap Partai
> Liberal yang sekarang berkuasa masih konsisten mendukung kita. Kita juga
> masih akan mencek apakah ini berdasar partai atau perorangan," demikian
> Effendi.(fjr)
> 
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> 
> 
> http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/06/time/070120/idnews/571517/idkanal/10
> 
> 
> Kamis, 06/04/2006 07:01 WIB
> DPR: Separatis Papua Didukung Jaringan di Australia
> Nurfajri Budi Nugroho - detikcom
> 
> Jakarta - Dugaan adanya elemen di Australia yang turut mendukung gerakan
> separatis di Papua semakin kuat. Bahkan gerakan tersebut didukung oleh
> jaringan yang berskala internasional di Australia.
> 
> "Data yang kami olah dan kami himpun dari berbagai sumber sangat akurat.
> Data tersebut berisi keterlibatan peran-peran para pihak yang selama ini
> memberi dukungan aktif separatis di Papua," ujar anggota Komisi I DPR dari
> FPDIP Effendi MS Simbolon, saat dihubungi detikcom, Kamis (6/4/2006).
> 
> Ditambahkannya, gerakan Papua merdeka telah lama membangun jaringan
> internasional. Fokus dan konsentrasi mereka adalah pada gerakan politik yang
> menggalang dukungan dari dunia internasional.
> 
> "Di bulan ini saja berbagai seminar internasional yang mendeklarasi dan
> melaunching dirinya mendukung gerakan separatis telah diselenggarakan,"
> ungkapnya.
> 
> Gerakan separatis tersebut, tambah Effendi, menggalang kampanye
> internasional untuk menuntut penentuan nasib menuju kemerdekaan.
> 
> "Self determination untuk menuju kemerdekaan yang mereka inginkan. Mereka
> menginginkan adanya referendum," imbuhnya.
> 
> Effendi kemudian menceritakan, pertemuan dengan beberapa senator Amerika
> yang tergabung dalam kaukus hitam (black caucus). Kaukus ini bergerak secara
> nyata dalam dukungannya kepada pro separatis.
> 
> "Mereka sangat transparan sekali mendukung separatis. Ini sudah konspirasi
> internasional," tukasnya.(fjr)
> 
> ©© 2006 detikcom, All Rights Reserved
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: ppiindia-digest at yahoogroups.com
> 5. No-email/web only: ppiindia-nomail at yahoogroups.com
> 6. kembali menerima email: ppiindia-normal at yahoogroups.com
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> <*> To visit your group on the web, go to:
>    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> 
> <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
>    ppiindia-unsubscribe at yahoogroups.com
> 
> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
>    http://docs.yahoo.com/info/terms/
> 
> 
> 
>
-------------- next part --------------
An HTML attachment was scrubbed...
URL: http://gate.polarhome.com/pipermail/marinir/attachments/20060406/03c2b2ef/attachment-0001.html


More information about the Marinir mailing list