[Marinir] [MIOL] Ada Kelompok Ciptakan Instabilitas di Papua

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Tue Apr 18 17:40:38 CEST 2006


http://www.mediaindo.co.id/

NUSANTARASelasa, 18 April 2006 16:30 WIB
Maluku - Irian Jaya
Ada Kelompok Ciptakan Instabilitas di Papua
Penulis: Kristantyo W Broto

JAKARTA--MIOL: Menkopolhukam Widodo AS mensinyalir memang
ada kelompok yang ingin menciptakan instabilitas di Provinsi Papua.
Hal itu terlihat dari beberapa kerusuhan yang terjadi akhir-akhir ini.

"Saya kira memang ada kelompok yang ingin menciptakan instabilitas dengan
motif dan tujuan tertentu," ujar Widodo di sela rapat dewan ketahanan pangan
di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa.
Menurut dia, keyakinan adanya kelompok pengacau tersebut dapat dilihat dari
pelarian sejumlah warga Papua ke Australia, demonstrasi penutupan PT
Freeport, kasus kerusuhan Abepura, dan penyerangan pos TNI di Wembi.
"Ini menunjukkan ada kelompok-kelompok yang punya motif menimbulkan
instabilitas," kata Menkopolhukam.

Padahal, katanya, kondisi sosial, politik, dan keamanan di Papua dalam satu
setengah tahun ini relatif baik dan tidak ada tekanan-tekanan yang dialami
warga setempat.
Widodo mengatakan kelompok tersebut memanfaatkan sejumlah momentum
peristiwa atau kasus untuk menciptakan gejolak di Papua.

Namun, Widodo tidak mengungkapkan kelompok mana saja yang dimaksud.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto menambahkan,
hingga saat ini polisi masih mengejar 12 orang yang diduga kuat terlibat
sejumlah kerusuhan di Papua.
"Karena mereka memang yang terbukti terlibat, baik dari kesaksian maupun
dari informasi-informasi yang kita dapat," kata Kapolri.

Sementara tudingan adanya intel TNI memaksa Siti Pandera Wanggai, ibu
Aneke Wanggai, seorang anak yang ikut ayahnya ke Australia, untuk
meminta agar putrinya itu dipulangkan dari Australia, dibantah 
Menkopolhukam.

"Tidak ada tekanan itu. Sekarang ini kan realitasnya tidak ada
tekanan-tekanan," kata Widodo.
Dikabarkan, Siti Pandera mengaku ditekan seorang intel TNI dan dua anggota
keluarganya. Siti Pandera diminta untuk mengatakan kepada Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono untuk meminta pulang Aneke yang merupakan salah
satu dari 42 warga Papua yang meminta suaka ke Australia.
(Wis/OL-03)



More information about the Marinir mailing list