[Marinir] [SP] TNI Dapat Tawaran Pelatihan Bintara dari Amerika
Serikat
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Fri Feb 24 19:10:19 CET 2006
http://www.suarapembaruan.com/News/2006/02/24/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
TNI Dapat Tawaran Pelatihan Bintara dari Amerika Serikat
PEMBARUAN/YC KURNIANTORO
KERJA SAMA MILITER - Komandan Komando Pasifik Amerika Serikat (AS) Laksamana
William J Fallon (tengah), didampingi Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono
(kiri), dan Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto, memberikan penjelasan
di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/2). Indonesia dan AS akan
mengadakan kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan pasca dicabutnya
embargo senjata dari AS.
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendapat tawaran dari Amerika
Serikat untuk pelatihan bagi bintara TNI AD, AL dan AU, khusus di bidang
kemampuan teknis profesional. Pelatihan bagi bintara ketiga Angkatan
tersebut akan dilakukan di Pangkalan Komando AS untuk Asia Pasifik yang
berpusat di Pearl Harbour, Hawaii.
Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengemukakan hal itu seusai mendampingi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menerima Commander US Pacific
Command, Admiral William J Fallon, di Kantor Presiden, Kamis (23/2) siang.
Turut mendampingi dalam acara tersebut Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto
dan Fallon didampingi Dubes AS di Jakarta, Lynn B Pascoe.
Menurut Juwono, tawaran tersebut merupakan langkah baru dari AS dan disambut
baik mengingat rendahnya rata-rata kesiapan operasional TNI, khususnya TNI
AU dan TNI AL. Juwono menyebutkan, rata-rata ke- siapan operasional kedua
Angkatan tersebut di bawah 50 persen.
"Apalagi untuk perawatan mesin kapal dan pesawat tempur yang mahal-mahal,"
katanya.
Khusus untuk TNI AD, rata-rata kesiapan operasional sudah mencapai angka 70
persen. Para bintara ketiga Angkatan itu nantinya akan memperoleh pelatihan
sekitar 2 sampai 3 minggu. Sedangkan untuk para perwira TNI, pelatihan dalam
konteks kerja sama militer AS-Indonesia tetap dalam program International
Military Education Training (IMET).
Menurut Fallon, kerja sama militer AS selain dengan Indonesia, juga
dilakukan dengan banyak negara di Asia Pasifik, termasuk Cina. Menurutnya,
banyak peluang yang bisa dikembangkan dan khusus untuk Cina, menurutnya akan
terus berkembang menjadi kekuatan yang signifikan di kawasan Asia.
"Kami berharap di masa depan, Cina mengambil peran lebih konstruktif dalam
tataran internasional," katanya.
Tentang pengamanan Selat Malaka, menurut Djoko Suyanto, AS berjanji tidak
akan terlibat dalam perundingan yang dilakukan Indonesia, Singapura,
Thailand dan Malaysia. AS dalam hal ini hanya membantu dan menyerahkan
sepenuhnya menyerahkan perundingan pengawasan Selat Malaka kepada empat
negara itu.
Menurut Djoko, AS hanya akan membantu dalam pengadaan peralatan, dan
kemungkinannya adalah perangkat pemantauan. Namun AS masih akan menunggu
standar prosedur operasional (SPO) yang akan dibuat keempat negara tersebut.
Menurut Fallon, pembicaraannya dengan Presiden Yudhoyono antara lain
menyangkut pengadaan dan perawatan pesawat angkut seperti C123 dan
helikopter. "Kami siap merespons apa yang diperlukan Indonesia dan
prioritasnya adalah perbaikan pesawat-pesawat angkut," katanya. (Y-3)
Last modified: 24/2/06
More information about the Marinir
mailing list