[Marinir] [indo-marxist] Hans Gebze: PEPERA Ulang bagi sebuah
Penentuan Nasib Sendiri Bangsa Papua Barat!!
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Fri Mar 31 01:06:49 CEST 2006
Salah satu kegiatan agen Australia; Hans Gebze.
http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/message/4395?viscount=100
From: Hans Gebze <hans_gebze at ...>
Date: Fri Sep 3, 2004 8:54 am
Subject: Pernyataan Pers AMP: Tuntutan Politik terhadap PEPERA 1969 yang
tidak Demokratis! hans_gebze at ...
Sumber Berita:
http://papuapost.com/Mambo/index.php?option=content&task=view&id=72&Itemid=2
KP AMP
Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua
Web Site : www.westpapua.net
E-mail : amp at westpapua.net atau amphq at westpapua.net
Mobile : 0815 7883 3210
Pernyataan PERS KP AMP
Menyikapi Deklarasi KPPO AMP Surabaya, 2 September 2004
Dan Tuntutan Politik terhadap PEPERA 1969 yang tidak Demokratis!
----------------------------------------------
PEPERA 1969 Tidak Demokratis!!
Perlu dilakukan PEPERA Ulang bagi sebuah Penentuan Nasib Sendiri
Bangsa Papua Barat!!
----------------------------------------------
Kejahatan kemanusiaan atas Papua Barat terus terjadi sejak dicaploknya Papua
Barat oleh Indonesia pada tahun 1963 dan dilanjutkan dengan dilkukannya
Pepera 1969 yang tidak adil dan tidak demokratis. Pelaksanaan Pepera 1969
yang demikian, praktis telah membawa dampak terhadap kehidupan rakyat Papua
sejak "berintegrasi" dengan Indonesia, yaitu dirampas hak-haknya, dibunuh,
tidak dihargai sebagai manusia, dan bahkan dianaktirikan dalam berbagai
kebijakan Neo-Kolonial Indonesia selama 35 tahun . Sejak 1978 - 5 Oktober
1998 diberlakukan Daerah Operasi Militer (DOM) di Papua. Walau sudah dicabut
pemberlakuan DOM di Papua sejak 1998 tetapi tidak mengalami perubahan makna
dalam operasi teritorialnya selama ini di Papua.
Masuknya Freeport McMoran di Papua sejak tgl 7 April 1967 telah menyebabkan
terjadinya pembantaian terhadap penduduk Papua disekitar daerah konsesinya.
Kontrak Karya antara Freeport dan RI dilakukan dua tahun sebelum Pepera 1969
dilakukan. Dapat disimpulkan bahwa Pepera 1969 adalah hasil rekayasa politik
antara USA - Indonesia - Belanda dan difasilitsi oleh PBB sehingga dapat
dipastikan aneksasi Papua oleh NKRI yang diatur berdasarkan perjanjian
internasional. New York Agreement dan Rome Agreement adalah dua aturan
internasional yang dibuat oleh Indonesia dan Belanda dimana USA menjadi
fasilitatornya. Dalam rumusan dua perjanjian politik tersebut, rakyat Papua
tidak pernah dilibatkan sebagai subyek dalam penyelesaian masalah Papua.
Ini merupakan PENJAJAHAN atas Papua Barat, maka tidak ada lagi yang harus
dilakukan, selain harus segera dilakukan Pepera Ulang sesuai hukum
internasional dibawah naungan PBB untuk melakukan sebuah pelbisit bagi
Bangsa Papua Barat. Apakah mau tetap bergabung dengan NKRI atau tidak?
Ini harus dijawab secara demokratis melalui mekanisme Pepera Ulang.
Hak menentukan nasib sendiri (right to self determination) adalah wujud
tertinggi dari hak-hak demokratik Bangsa Papua Barat yang harus bisa
diterima oleh NKRI. Bukan senjata, bukan pula kebijakan politik yang
represif sebab tidak akan ada penyelesaian politik secara komporehensif jika
kehendak mayoritas rakyat Papua tidak digubris oleh Jakarta.
Untuk menyelesaikan segala kejahatan kemanusiaan atas Rakyat Papua Barat,
maka kami atas nama Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menuntut Pemerintah
Indonesia untuk:
1. Segera Meninjau Kembali Status PEPERA 1969, yang cacat Hukum,
cacat Demokrasi dan Tidak Manusiawi!
2. Segera Lakukan Pelaksanaan PEPERA Ulang, yang memenuhi nilai-nilai
demokrasi yang berlaku secara universal!
Selain itu, untuk membangun persatuan yang kuat diantara gerakan rakyat yang
sedang berlawan, AMP juga menyerukan seruan solidaritas kepada
gerakan-gerakan Buruh, Tani, Kaum Miskin Kota dan Mahasiswa diseluruh
nusantara untuk bersatu dan membangun kekuatan rakyat dalam front persatuan
rakyat, dan berseru:
1. Bentuk Pemerintahan Persatuan Rakyat, Raih kembali Kedaulatan
Rakyat yang telah digadai oleh regime Boneka Imperialis yang
berkolaborasi
dengan Militer!
2. Lawan Neo-Liberalisme, Hantu Penyebab Kemiskinan Rakyat!
3. Lawan Militerisme, Parasit Ekonomi Rakyat!
4. Lawan Segala Bentuk Tirani Kemanusiaan!
Demikianlah pernyataan pers ini kami sebarluaskan kepada rekan-rekan pers
untuk dapat menjadi bahan periksa. Komitmen yang tulus terhadap kemanusiaan
akan dapat menjadi jembatan bagi segala permasalahan yang timbul hari ini
dan masa yang akan datang.
Salam Demokrasi!
Komite Pusat
Aliansi Mahasiswa Papua:
Hans Gebze
Sekertaris Jendral
=========
Hans Gebze
Sekertaris Jendral
Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua (KP AMP)
E-mail:amphq at westpapua.net & ampcentral at melanesianews.org
Web Site:http://www.westpapua.net/ & http://www.melanesianews.org/
Mobile: --
More information about the Marinir
mailing list