[Marinir] [KOMPAS] Tajuk Rencana: Sama-sama Menjaga TNI
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Thu Oct 5 12:44:49 CEST 2006
Kamis, 05 Oktober 2006
TAJUK RENCANA
Sama-sama Menjaga TNI
Itulah yang harus kita lakukan. Dalam 61 tahun perjalanannya, Tentara
Nasional Indonesia mengalami pasang surut. Mereka pernah dipuji, tetapi juga
dihujat.
Pasang surut perjalanan itu tentunya harus membuat institusi TNI jadi lebih
dewasa. Semua perjalanan itu, baik yang baik maupun yang buruk, menjadi
pengalaman yang tidak terkira dan menjadi modal untuk maju.
Tidaklah mungkin kita mengharapkan orang atau institusi yang sempurna.
Karena kita bukan malaikat, we are no angels, pasti ada kelemahan dan
kesalahan yang diperbuat dalam perjalanannya.
Tidak terkecuali TNI. Apabila pada masa perjuangan kemerdekaan mereka
menjadi pahlawan karena pengorbanan jiwa dan raganya membuat Indonesia
Merdeka bisa dipertahankan, dalam perjalanannya kemudian TNI pernah menjadi
alat kekuasaan.
TNI yang meninggalkan kesejarahan dan identitasnya sebagai tentara rakyat
sungguh menyakitkan hati rakyat, apalagi itu berlangsung dalam periode yang
sangat panjang. Ketika reformasi tiba, muncullah keinginan agar TNI kembali
ke identitas asalnya sebagai alat negara.
Sepanjang delapan tahun reformasi, itulah yang coba dilakukan TNI. Mereka
mencoba menarik diri dari kancah politik, dari pusat kekuasaan, dan
benar-benar memainkan perannya sebagai tentara rakyat.
Bagaimana hasilnya? Hasil jajak pendapat yang dilakukan Badan Penelitian dan
Pengembangan Kompas mencatat adanya peningkatan yang sangat signifikan dari
perbaikan citra TNI. Apabila pada tahun 1998 citra baik TNI di mata
masyarakat pernah terpuruk sampai 22 persen, tahun 2006 meningkat menjadi 60
persen.
Hal ini merupakan indikator, apa yang dilakukan TNI untuk memperbaiki
dirinya sudah berada dalam jalur yang tepat. Upaya ini harus terus
ditingkatkan agar TNI benar-benar diterima lagi sebagai tentara rakyat.
Perjuangan untuk mengembalikan nama baik kita akui bukan pekerjaan yang
mudah. Apalagi sudah tertanam dalam benak sehingga menjadi stereotip bahwa
segala sesuatu pasti tidak baiknya.
Terhadap institusi TNI, tentunya kita tak boleh terusmenerus bersikap penuh
prasangka. Bagaimanapun institusi itu milik kita. Janganlah kesalahan pada
satu-dua orang, kemudian kita generalisasi menjadi kesalahan semua dan
bahkan menjadi kesalahan institusi.
Sebaliknya tugas semua anggota TNI untuk bekerja lebih keras dalam
meningkatkan profesionalisme dan berupaya untuk tidak melakukan kekeliruan
sekecil apa pun. Sebab, harus disadari, akibat kesalahan masa lalu, sedikit
saja terjadi kesalahan, maka bayang-bayang masa lalu seakan hidup kembali.
Sebaliknya, karya sebaik apa pun dianggap sebagai sesuatu yang sewajarnya.
Ujian terberat akan dihadapi lagi oleh TNI pada Pemilihan Umum 2009.
Dikembalikannya hak pilih kepada prajurit TNI menjadi ujian, apakah TNI
mampu menjaga jarak dengan persoalan politik atau tidak.
Kita tentunya harus sama-sama menjaga agar TNI tidak salah jalan. Tugas kita
untuk memberikan masukan, kritik, dan koreksi agar TNI bisa terus pada
tahapannya menjadi alat negara yang kita harapkan.
More information about the Marinir
mailing list