[Marinir] MARINIR MENDARAT DI KAIMANA PAPUA

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Tue Jan 23 04:35:41 CET 2007


http://www.marinir.mil.id/news.php?id=20070111093946

MARINIR MENDARAT DI KAIMANA PAPUA
[11-Januari-2007]

Sebanyak 1500 Prajurit Korps Marinir dari Pasmar - I Surabaya berhasil 
merebut kembali daerah Kaimana Papua Irian Barat yang telah dikuasai OPM 
(Organisasi Papua Merdeka), Minggu (7/1/2007), melalui Pendaratan di Pantai 
Bantemi. Perebutan wilayah tersebut merupakan bagian dari skenario latihan 
yang diberi nama sandi Armada Jaya XXVI/2006 yang digelar oleh TNI Angkatan 
Laut.

Latihan ini diawali gelar Pasukan seluruh unsur latihan di Koarmatim, Ujung, 
Surabaya, Sabtu 23 Desember 2006, selanjutnya seluruh Pasukan dan 
unsur-unsur lengkap dengan material tempurnya bergerak menuju sasaran 
melalui Gerakan Lintas Laut.

Latihan ini bertujuan untuk mengantisipasi kerawanan dan ancaman di Perairan 
Indonesia Kawasan Timur Wilayah Provinsi Papua. Disamping itu, latihan ini 
juga bertujuan untuk meningkatkan Profesionalisme Prajurit dalam Perang Laut 
dan Pendaratan serta untuk menguji seluruh sistem kesenjataan yang dimiliki 
TNI AL. Dipilihnya Papua sebagai kosentrasi latihan tentunya melalui 
berbagai pertimbangan diantaranya perkembangan Situasi Global, Regional dan 
Nasional yang terkait dengan Integritas dan Keutuhan NKRI dan daerah ini 
memenuhi persyaratan untuk medan yang ideal untuk latihan.

Latihan Perang Laut ini setidaknya juga mengerahkan 28 Kapal Perang dari 
berbagai jenis dan tipe termasuk diantaranya Kapal Selam, Perusak Kawal, 
Rudal, Kapal Cepat Rudal dan Kapal Cepat Terpedo, Buru Ranjau dan Penyapu 
Ranjau, Landing Ship Tank, Fast Patrol Boat, dan bantu cair minyak. Selain 
itu juga dikerahkan 6 Pesawat Intai Maritim TNI AL,12 Tank Amfibi,32 
RRF(Kendaraan Pendarat Amfibi), 8 Kapa (Kapal Pengangkut Artilery) ,2 
Howitzer , dan 2 Unit Roket RM (Roket Multilaras) 70 Grad , serta sejumlah 
kendaraan tempur lainya.

Pada kesempatan itu, juga di kerahkan Hover Craft (Kendaraan Pendarat)buatan 
dalam negeri sebagai kendaraan pendarat Marinir. Materi latihan yang 
dikembangkan meliputi Operasi Pertahanan Pangkalan, Operasi Laut, Operasi 
Amfibi, Koordinasi Bantuan Tembakan, Operasi Intai Maritim, Bantuan Logistik 
Mobil, Komunikasi, dan Prosedur Pengoperasi Hover craft serta Prosedur 
Pendaratan 2 lorong pada satu pantai pendaratan.

Selesai Latihan Operasi Tempur, kegiatan dilanjutkan dengan operasi 
Kemanusiaan berupa pelayanan kesehatan secara cuma-cuma terhadap masyarakat 
setempat.
    [admin] 




More information about the Marinir mailing list