[Marinir] 40 Hari Insiden Alas Tlogo, Warga Khataman Al Quran

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Tue Jul 10 09:35:06 CEST 2007


#  Kepala Desa (Kades) Alas Tlogo, Imam Supnadi, adalah oknum yang
   menerbitkan Surat Girik untuk warga penduduk, dengan mengutip bayaran,
   untuk mengongkosi istri pertama dan keduanya.

#  Kalau ternyata Imam Supnadi tidak berhasil mengambil alih tanah TNI-AL,
   maka dia akan berhadapan dengan warga Alastlogo yang selama ini diiming-
   iming dan dijadikan sapi perahan.

#  Dengan munculnya berbagai lembaga dan aksi gerakan "Petani", seperti a.l.
   Serikat Petani Merdeka (SEPAM), khususnya Divisi Advokasi SEPAM,
   nampak sekali adanya gerakan terorganisir secara sistimatis untuk 
menjalankan
   program "landreform" lahan tanah TNI.

#  Pertanyaannya, setelah mensengketakan dan berhasil menjarah lahan TNI,
    giliran lahan tanah siapa menjadi target berikutnya?



http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=137461

Selasa, 10 Juli 2007
Sabtu, 07 Juli 2007 17:07 WIB
NUSANTARA  »  Jawa Timur
40 Hari Insiden Alas Tlogo, Warga Khataman Al Quran


PASURUAN--MIOL: Memperingati 40 hari korban tewas insiden penembakan warga
Desa Alas Tlogo, Lekok, Pasuruan, Jawa Timur melakukan khataman Al Quran
sepanjang hari di makam korban, Sabtu.
Di tempat yang sama, malam harinya kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan
tahlil bersama.

Di sekitar makam korban insiden peembakan kini terpasang spanduk baru yang
bertuliskan "Warga Alas Tlogo Tetap Menolak Relokasi. Apapun Alasannya dan
Dalihnya. Segera Kembalikan Tanah Milik Rakyat Sesuai Bukti-bukti yang Ada".
Kepala Desa Alas Tlogo Imam Supnadi yang memimpin kegiatan tersebut
menegaskan, warganya berpendirian tetap menolak relokasi seperti yang
ditawarkan TNI AL.

Sebaliknya, warga menuntut TNI AL mengembalikan tanah rakyat yang selama ini
dikuasainya. Imam Supnadi menjelaskan, tuntutan tersebut telah sesuai dengan
bukti-bukti kepemilikan tanah yang dimiliki warganya selama ini.

Saat bersamaan peringatan 40 hari korban insiden Alas Tlogo, para petani
dari Yogyakarta dan Jawa Tengah yang tergabung dalam Serikat Petani Merdeka
(SEPAM) juga datang memberikan bantuan berupa hasil-hasil pertanian separti
jagung, kelapa, beras, pisang, kambing, serta buku sekolah.

Hirzudin dari Divisi Advokasi SEPAM Yogyakarta dan Jawa Tengah
mengungkapkan, bantuan materi yang diberikan para petani dari Jawa Tengah
dan Yogyakarta diakuinya tidak seberapa nilai.
"Bantuan tersebut sebagai bentuk solidaritas sesama petani yang senasib dan
seperjuangan," ucapnya.

Ia mengungkapkan, aksi solidaritas dilakukan, karena antara petani di Jawa
Tengah dan Yogyakarta mempunyai kesamaan nasib dengan para petani di Desa
Alas Tlogo. Para petani di Jawa Tengah khususnya di Cilacap, juga mempunyai
kasus sengketa tanah denagan TNI AD.

Aktivitas solidaritas dilakukan juga untuk memberikan pembelajaran kepada
masyarakat tentang kasus-kasus sengketa tanah antara petani dan institusi
TNI yang tidak kunjung selesai.

"Kegiatan dilakukan mengambil momentum peringatan 40 hari korban insiden
Alas Tlogo ini, diharapkan kasus tanah tesebut tidak kemudian berhenti dan
dilupakan begitu saja, tapi harus dapat diselesaikan secara tuntas,"
paparnya. (Ant/OL-03)




More information about the Marinir mailing list