[Marinir] SAMBUTAN MARSEKAL TNI DJOKO SUYANTO
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Thu Jan 10 04:40:13 CET 2008
http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006117171
SAMBUTAN MARSEKAL TNI DJOKO SUYANTO
PADA ACARA SERTIJAB PANGLIMA TNI JAKARTA, 8 JANUARI 2008
09 Jan 2008
Yang terhormat, Panglima Tentara Nasional Indonesia, Para Pimpinan
Lembaga Tinggi Negara, Para Menko dan Menteri, Kapolri dan para Kas
Angkatan, Para Sesepuh dan Senior TNI yang Saya Muliakan, Yang Mulia Duta
Besar Negara Sahabat, Para Tamu Undangan, Para Perwira, Bintara, Tamtama,
dan Pegawai Negeri Sipil TNI serta segenap peserta upacara yang saya
banggakan,
Mengawali sambutan ini marilah kita panjatkan puji dan syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas rahmat dan ridho-Nya, kita dapat
hadir dan mengikuti upacara militer dalam rangka serah terima jabatan
Panglima TNI, dalam suasana yang sederhana namun khidmat.
Pada hakikatnya, pergantian pimpinan dalam jajaran TNI, adalah
merupakan dinamika organisasi,sebagai bagian dari proses pembinaan yang
senantiasa berlangsung secara terencana, sistematis, dan berlanjut serta
dilaksanakan secara konsisten. Pada lingkup internal TNI, pergantian
Panglima TNI ini merupakan implementasi dari prinsip-prinsip kaderisasi dan
regenerasi dalam pembinaan personel, yang telah dipersiapkan secara cermat,
sebagai bagian dari sistem pembinaan orgainsasi TNI secara menyeluruh. Pada
lingkup nasional, pergantian Panglima TNI merupakan bagian dari dinamika
kehidupan nasional yang memiliki nilai strategik, dalam rangka menjamin
stabilitas nasional dalam rangka pelaksanaan pembangunan untuk mencapai
tujuan nasional.
Pergantian pimpinan TNI akan senantiasa terjadi, seirama dengan
dinamika perubahan yang memerlukan perhatian, kewaspadaan dan kecermatan
analisa agar kita tidak terlambat mengantisipasi serta terlambat bertindak
dengan tepat dan benar sesuai dengan perkembangan lingkungan yang ada. Namun
demikian, satu hal yang tidak boleh berubah, yaitu identitas dan jati diri
TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional, tidak
boleh dan tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Identitas dan jati diri
TNI tersebut merupakan sumber kekuatan moral pengabdian prajurit TNI sebagai
bagian dari komponen bangsa, dalam upaya menegakkan kedaulatan dan menjaga
keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi segenap bangsa dari segala ancaman
terhadap persatuan dan kesatuan nasional.
Para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS peserta upacara sekalian,
Hari ini, genap dua puluh tiga bulan masa jabatan saya sebagai
Panglima TNI. Pada kurun waktu itu saya bersama-sama dengan seluruh prajurit
TNI telah melewati masa-masa pengabdian yang diwarnai dengan dinamika
tantangan dan berbagai problema yang sangat kompleks, baik problema internal
maupun problema eksternal, yang harus memerlukan soliditas dan kebersamaan
dalam mengadapi dan menanggulangi semua problema itu. Saya merasa bersyukur
bahwa dengan segala keterbatasan dan tantangan yang kita hadapi selama ini,
para prajurit TNI telah menunjukkan kesungguhan, kesabaran, ketabahan, dan
tetap tegar dalam melaksanakan tugas, pada stratanya dan bidang tugasnya
masing-masing. Demikian pula dedikasi para prajurit yang dilandasi oleh
disiplin dan semangat keprajuritan yang tinggi, telah ditunjukkan oleh para
prajurit dalam melaksanakan setiap embanan tugas, dimana hal itu merupakan
refleksi dari tekad dan konsistensi kita, dalam melaksanakan agenda
reformasi internal TNI, dan tugas-tugas kenegaraan yang harus dapat
diselesaikan dengan sebaik-baiknya.
Sampai dengan saat ini, TNI beserta seluruh jajarannya secara
serius dan konsistensi terus melaksanakan agenda reformasi internal TNI,
baik yang menyangkut aspek Doktrin, struktural, maupun aspek kultural. Harus
diakui bahwa masih ada beberapa agenda reformasi di tubuh TNI yang
memerlukan waktu dan kesabaran serta konsistensi yang tinggi, utamanya yang
berkaitan dengan aspek kultural. Reformasi internal TNI haruslah dipahami
merupakan bagian dari reformasi nasional, bukan menjadi bagian yang terpisah
dari agenda nasional tersebut. Karena pada hakikatnya pembangunan nasional
mutlak memerlukan sinergi antar komponen bangsa yang telah bersama-sama
berkomitmen untuk melaksanakan proses reformasi dibidang sektor, maupun
stratanya masing-masing. Kesemuanya itu haruslah dilakukan secara sinergi
dengan berorientasi pada kesamaan visi dan aksi demi tercapainya cita-cita
reformasi nasional yang bermuara pada kelancaran proses pembangunan menuju
tercapainya tujuan nasional.
Patut pula kita pahami, bahwasanya reformasi internal TNI yang
bermuara pada terwujudnya sosok TNI yang profesional itu merupakan suatu
proses yang dinamis, di mana nilai keberhasilannya tidak hanya ditentukan
dan dilaksanakan oleh TNI sendiri, namun diperlukan interaksi dan peran
serta dari lembaga-lembaga maupun komponen bangsa lainnya, dalam setiap
upaya kita untuk memperbaiki diri.
TNI telah berbuat banyak dalam melanjutkan agenda reformasi
internal tersebut, terutama bagaimana TNI dengan sungguh-sungguh telah dan
akan terus berupaya menjalankan paradigma baru TNI, dengan menempatkan TNI
pada tataran dan kewenangan yang telah diatur oleh undang-undang, serta
meninggalkan paradigma-paradigma lama yang sudah tidak lagi sesuai dengan
dinamika dan era kekinian yang sedang kita hadapi sekarang ini.
Saya tidak bisa memahami, adanya pandangan sebagian orang atau
kalangan, yang masih beranggapan bahwa reformasi internal TNI sampai saat
ini, sama sekali tidak berjalan. Adanya anggapan bahwa TNI masih belum
berubah dan masih berlaku seperti pada masa-masa sebelum 1998.
Pandangan-pandangan yang menafikan komitmen dan
perubahan-perubahan yang telah dilaksanakan TNI tersebut, sangat
bertentangan dengan apa yang telah berlaku selama kurun waktu sepuluh tahu
terakhir ini, dengan tahapan-tahapan dan sasaran yang jelas dan pasti. Saya
bisa memahami bahwa proses reformasi belum selesai, masih ada agenda-agenda
yang sedang dan akan terus berjalan, sesuai amanat reformasi dan mengacu
kepada undang-undang yang ada, yang mengharuskan TNI bertindak dan berlaku
pada tataran kewenangan dan tanggung jawabnya sesuai dengan undang-undang
yang mengaturnya. Bila kita memiliki pandangan yang objektif, proses itu
masih terus berlangsung dan sudah banyak agenda perubahan yang telah
dilaksanakan. Karena pada hakikatnya reformasi internal TNI dikerjakan bukan
karena adanya tekanan pihak manapun. Proses dan agenda reformasi akan terus
berjalan dengan segala dinamika yang dihadapi TNI.
Para prajurit dimanapun berada serta peserta upacara sekalian.
Dalam kurun waktu satu dasa warsa terakhir ini, sejalan dengan
pemulihan perekonomian nasional, TNI masih belum dapat melaksanakan
pembangunan kekuatan yang ideal sesuai dengan tugas yang diembannya,
termasuk belum terpenuhinya kesejahteraan prajurit yang sesuai dengan
tingkat kebutuhan yang memadai.
Pemerintah dengan segala daya upaya secara sungguh-sungguh berupaya untuk
memenuhi kebutuhan kita tersebut secara bertahap, disesuaikan dengan
prioritas-prioritas kepentingan pembangunan bangsa secara keseluruhan dan
komprehensif.
Menyikapi apa yang saya sampaikan tersebut di atas tadi, dihadapkan pada
tuntutan dan keberhasilan tugas yang harus dilaksanakan sejalan dengan
komitmen kita untuk terus konsisten melaksanakan agenda reformasi internal
TNI, tidak ada cara lain bagi seluruh jajaran TNI untuk terus tetap
mengelola segala dinamika itu dengan menentukan skala prioritas yang tajam,
dikelola dengan prinsip-prinsip manajemen yang transparan dan akuntabel,
sehingga tujuan pembinaan dan pembangunan TNI dapat kita capai dengan tepat
guna, tepat waktu dan tepat sasaran.
Di bidang lain, meskipun secara umum dalam masalah keamanan nasional dewasa
ini dapat dikategorikan kondusif, akan tetapi kita harus tetap waspada dan
tidak boleh lalai dalam mencermati segala dinamika yang ada di masyarakat,
termasuk berbagai bencana alam telah melanda berbagai wilayah tanah air
kita. Tidak bisa dipungkiri, bahwasanya TNI masih tetap menjadi tumpuan
utama dalam setiap kegiatan penanggulangan kedaruratan tersebut, dan itu
semua telah dapat dilaksanakan dengan sangat baik oleh jajaran TNI dimanapun
berada, dimanapun situasi kedaruratan itu terjadi. Atas segala dedikasi dan
kesungguhan para prajurit sekalian dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut,
saya sampaikan rasa hormat dan bangga saya kepada seluruh prajurit dimanapun
saudara-saudara bertugas. Tanpa kerja keras, kesungguhan, dedikasi, dan
loyalitas yang telah kalian tunjukkan, saya tidak akan mampu mengemban
amanah, tugas dan tanggung jawab saya sebagai Panglima TNI dalam penggalan
waktu 23 bulan terakhir ini. Teruslah senantiasa berbuat yang terbaik dan
bermanfaat bagi rakyat, karena dari sinilah nilai hakiki kemanunggalan TNI
dan rakyat bermula dan bersemi yang akan bermuara pada tingkat ketangguhan
ketahanan nasional yang dapat diandalkan.
Penghargaan yang sama juga saya sampaikan kepada isteri dan keluarga
prajurit, yang telah memberikan pengertian, dorongan, pengorbanan moril
maupun materiil, sehingga para prajurit dapat melaksanakan tugasnya dengan
baik. Proses reformasi dan penugasan TNI dengan segala dinamikanya masih
akan terus bergulir, dan menanti kita. Apapun yang akan menjadi hambatan
proses dan pelaksanaan tugas, haruslah dihadapi dan menjadi pendorong untuk
tidak patah semangat melaksanakan tugas itu dengan sebaik-baiknya.
Pada kesempatan yang baik ini pula saya mengucapkan terima kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah dan seluruh rakyat
Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk mengemban amanah
memangku jabatan sebagai Panglima TNI selama kurun waktu dua puluh tiga
bulan terakhir ini. Ucapan yang sama saya sampaikan kepada Pimpinan Lembaga
Tinggi Negara, Para Menko dan Menteri Kabinet, para mitra kerja di DPR/DPD,
lembaga-lembaga Non-Departemen, institusi-institusi penelitian, para
cendikiawan, para ulama, seniman, teman-teman LSM dan media masa, serta
komponen bangsa lainnya, atas segala dukungan, bantuan dan kerja sama
positif yang diberikan kepada saya, selama menjabat sebagai Panglima TNI.
Ucapan yang sama juga saya sampaikan kepada Yang Mulia para Duta Besar dan
para Atase Pertahanan negara-negara sahabat atas jalinan kerjasama dan
dukungannya kepada TNI selama ini.
Pada kesempatan yang berbahagia ini pula, saya menyampaikan rasa hormat,
terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada sesepuh dan senior TNI, atas
segala dukungan dan dorongan, serta kesediaannya melakukan komunikasi dua
arah yang sehat, dan terbuka yang sangat berarti bagi saya di dalam
melaksanakan dan menyelesaikan tugas sebagai Panglima TNI. Ketiadaan ikatan
struktural dengan para purnawirawan, tidak boleh menjadi penghalang terhadap
ikatan emosional dan jiwa korsa kita dalam komitmen bersama membangun negara
yang kita cintai ini.
Hadirin dan peserta upacara sekalian.
Hari ini secara resmi saya telah menyerahkan tugas wewenang dan tanggung
jawab jabatan Panglima TNI kepada pengganti saya, Jenderal TNI Djoko
Santoso. Pada kesempatan ini sekali lagi saya mengucapkan selamat dan rasa
bangga atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Jenderal TNI Djoko
Santoso untuk memimpin TNI. Tantangan tugas ke depan tidak akan menjadi
lebih ringan baik agenda internal TNI maupun agenda nasional. Namun saya
yakin dan percaya bahwa dengan pengalaman penugasan, kepemimpinan, dan
dedikasi yang tinggi yang telah ditunjukan selama ini, Jenderal akan mampu
dan sukses memimpin TNI, membawa gerbong reformasi TNI seperti yang kita
harapkan bersama.
Saya juga berharap kepada semua pihak untuk dapat memberikan bantuan, kerja
sama, dan dukungan kepada Jenderal TNI Djoko Santoso dalam pelaksanaan tugas
pengabdiannya ke depan. Tugas-tugas yang mengharuskannya berkonsentrasi
penuh dan bersinergi dengan komponen-komponen bangsa yang lain.
Sebagai manusia biasa yang tidak terlepas dari kesalahan dan kekhilafan,
maka pada kesempatan ini saya dengan segala ketulusan dan kerendahan hati
menyampaikan permohonan maaf, kepada semua pihak, atas segala tindak tanduk,
perilaku dan kata-kata yang tidak berkenan dihati bapak-bapak dan ibu-ibu
sekalian. Akhirnya, saya mohon diri kepada segenap prajurit dan PNS TNI
dimanapun saudara-saudara berada, dengan harapan kita harus tetap dapat
melanggengkan ikatan emosional dan jiwa korsa dalam bentuk semangat
keprajuritan dimanapun dan dalam kapasitas apapun juga.
Marilah kita senantiasa berdoa semoga Tuhan Yang maha Kuasa senantiasa
memberikan bimbingan dan perlindungan kepada kita sekalian dalam melanjutkan
pengabdian kepada nusa, bangsa, dan negara tercinta. Sekian.
Selamat bertugas dan terima kasih.
Djoko Suyanto
Marsekal TNI
More information about the Marinir
mailing list