[Marinir] Heli Letkol Sondang Doddy Jatuh di Nepal Akibat Cuaca Buruk
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Tue Mar 4 18:56:31 CET 2008
Turut Berduka Cita atas gugurnya putra terbaik TNI, alm. Letkol Laut (T)
Sondang Doddy.
Semoga arwah beliau diterima disisi Tuhan YME, dan keluarga diberikan
ketabahan menjalani cobaan berat ini.
http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php
04/03/2008 17:36 WIB
Heli Letkol Sondang Doddy Jatuh di Nepal Akibat Cuaca Buruk
Arifin Asydhad - detikcom
(Foto: Mabes TNI AL)
Jakarta - Helikopter PBB buatan Rusia jatuh di Nepal dan menewaskan 10
orang. Salah seorang perwira TNI AL Letkol Sondang Doddy Irawan menjadi
korban tewas. Heli itu jatuh akibat cuaca buruk.
Demikian siaran pers Dinas Penerangan TNI AL yang diterima detikcom, Selasa
(4/3/2008). Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal)
Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, Letkol Laut (T) Sondang Doddy
tergabung dalam rangka Tugas Militer Observers (Milobs) Misi United Mission
In Nepal (UNMIN) yang dikirim pada Januari 2008 yang lalu bersama 5 orang
perwira TNI, terdiri dari 2 orang Perwira TNI AD, 2 orang Perwira TNI AL,
dan 2 orang Perwira TNI AU.
Letkol Sondang Doddy yang lahir di Kediri, 28 November 1966, merupakan
alumni AAL-34 Tahun 1988 dengan suku bangsa Jawa dan Agama Islam.
Perwira yang telah menyelesaikan Pendidikan di Seskoal tahun 2003 Angkatan
41 ini sebelum bergabung dengan Satgas Milobs UNMIN bertugas sebagai
Kepala Seksi Pembinaan Pemeliharaan, Sub Dinas Materil Kapal Bantu, Dinas
Materil Angkatan Laut.
Sebelum penugasan misi PBB di Nepal, Letkol Sondang Doddy Irawan pernah
mengikuti misi PBB Milobs di Konga tahun 2000. Sedangkan tanda jasa yang
dimiliki adalah Setia Lencana Kesetiaan XVI tahun, Setia Lencana Dharma
Nusa, Setia Lencana Dharma dan UN Medal tahun 2000.
Almarhum meninggalkan satu orang istri bernama Purwanti dan dua orang putra
yaitu S. Eko Irawanto dan S. Dwi Sari Meirawanti. Keluarga almarhum tinggal
di Kompleks TNI AL TWP I Blok E/1 Ciangsana, Gunung Putri Bogor.
Rencana evakuasi korban ke Indonesia, kata Kadispenal, sampai saat ini masih
menunggu konfirmasi dari pihak UN. Informasi sementara, rencananya akan
dilaksanakan upacara pelepasan jenazah di Kathmandu oleh pihak UN, setelah
jasad korban sudah terkumpul. mabes TNI menyiapkan upacara penerimaan
yang selanjutnya diserahkan ke Mabes TNI AL. ( asy / asy )
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.04.17463451&channel=1&mn=1&idx=1
Letkol Sondang Akan Terima Kenaikan Pangkat Anumerta
Artikel Terkait:
Keluarga Letkol Sondang Gelar Tahlilan
Pengiriman Jenazah Letkol Sondang Belum Dapat Dipastikan
Misi PBB, Letkol Sondang Bertugas di Nepal Sejak 25 Januari
Selasa, 4 Maret 2008 | 17:46 WIB
JAKARTA, SELASA - Korban jatuhnya helikopter PBB, Letkol Laut (T) Sondang
Doddy Irawan, akan mendapat pangkat anumerta dari TNI AL sebagai kehormatan
karena meninggal dalam tugas. Kehormatan tersebut berupa kenaikan pangkat
satu tingkat, dari letnan kolonel laut menjadi kolonel laut.
"Sesuai klausul yang ada. Kita upayakan secepatnya kenaikan pangkat anumerta
segera selesai," ujar Laksma TNI Iskandar Sitompul, Kadispen TNI AL, saat
dihubungi Selasa (5/3). Karena meninggal dalam tugas, biasanya kenaikan
jabatan tersebut resmi diberikan setelah 1-2 bulan.
Sebelum berangkat, jabatan terakhir Letkol Laut (T) Sondang sebagai Kepala
Seksi Pembinaan Pemeliharaan, Sub Dinas Material Kapal, Mabes TNI AL.
Sampai saat ini pihak Mabes TNI AL belum mendapat informasi dari PBB apakah
jenazah Letkol Laut (T) Sondang sudah berhasil dievakuasi dan kapan akan
dikirim ke Indonesia. Namun, pihanya sudah memberitahukan kabar duka
tersebut kepada keluarga korban.
"Kita sudah hubungi keluarga korban. Kita juga siapkan upacara militer,"
lanjut Iskandar. Letkol Laut (T) Sondang meninggalkan seorang istri dan dua
orang anak.
Iskandar mengatakan Letkol Laut (T) Sondang meninggal saat bertugas sebagai
orserver dalam misi kemanusiaan PBB, UNMIN (United Nation Mission in Nepal).
Ia berangkat sejak Januari 2008 bersama lima perwira TNI lainnya dan
seharusnya bertugas selama 9 bulan.
"Tidak ada misi khusus dari TNI AL. Indonesia sesuai undang-undang kan punya
fungsi perdamaian, jadi kita ikut misi di bawah PBB bersama negara-negara
lain di dunia," ujar Iskandar. Dalam misi ini, para perwira TNI bertugas di
lokasi berbeda untuk melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap misi
kemanusiaan yang dijalankan PBB.
WAH
More information about the Marinir
mailing list