[Marinir] Gagal di Irak, AS Belajar Teritorial di Indonesia

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Sun May 4 22:18:55 CEST 2008


http://www.mediaindonesia.com/berita.asp?id=167395

polhukam - Hankam
Selasa, 22 April 2008 18:22 WIB
Gagal di Irak, AS Belajar Teritorial di Indonesia
Reporter : Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA--MI: Kesulitan menjinakkan Irak dengan kekuatan tempur yang luar 
biasa, AS berpaling hendak memakai strategi penguasaan teritorial. Angkatan 
Bersenjata AS pun mengirim prajuritnya untuk belajar teritorial ke TNI.

KSAD Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo berkisah saat berkunjung ke AS 
beberapa waktu lalu, dirinya bertemu kepala staf angkatan darat AS. Pimpinan 
AD AS itu lalu menceritakan keadaan di Irak yang ternyata tidak bisa 
diselesaikan secara singkat dan memerlukan waktu yang lama.

"Saya bilang, di Indonesia seperti itu diselesaikan dengan pembinaan 
teritorial. Menurut saya, untuk perang ke depan tidak bisa diselesaikan 
dengan kekuatan senjata tetapi, barang siapa yang memegang rakyat, itu yang 
menang dalam perang," kata Agustadi di Jakarta,Selasa (22/4).

Setelah pembicaraan itu, lanjut Agustadi, AS lalu berencana mengirim perwira 
untuk menjalani sekolah dan atau kursus pembinaan teritorial di Indonesia. 
"Jadi kita tahu bersama kita memiliki pola pertahanan di mana sistem 
pembinaan teritorial sangat besar. Dia tidak minta tolong, tapi ingin 
menyekolahkan perwiranya ke Indonesia," imbuh Agustadi.

Mantan Menhankam/Pangab Jenderal (Purn) Wiranto mengatakan sistem teritorial 
di Indonesia, tatkala sudah tidak lagi tersangkut dengan politik praktis, 
adalah langkah terbaik dalam rangka pertahanan negara. "Kalau beberapa 
elemen masyarakat kita mencurigainya, itu yang salah, mengapa bisa begitu? 
Padahal kekuatan kita ada di sana. Karena dengan wilayah kita yang sangat 
luas," ujar Wiranto.
Karena itulah menurut Wiranto, wajar bila kemudian AS belajar strategi 
teritorial ke TNI apalagi mereka sudah mengalami kegagalan luar biasa di 
Irak yang masih terus bergejolak dan melawan.
"Apa mempelajari teritorial itu adalah dalam rangka upaya AS mendekati kita 
khususnya terkait negosiasi NAMRU?" tanya wartawan.

"Kalau soal NAMRU saya tak tahu. Tapi saya kira ketertarikan AS itu sangat 
riil sekali. Beberapa penugasan tentara kita yang tergabung dalam misi PBB, 
itu dapat acungan jempol tatkala pasukan kita selalu berhasil dalam 
penugasan. Pasukan kita menjadi yang terbaik ketika bisa masuk ke masyarakat 
dengan damai," jawab Wiranto.
(Mjs/OL-03) 



More information about the Marinir mailing list