<DIV>Yth Pak Thomy dan Pak Hong Gie serta peserta milis yg budiman....</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>pada dasarnya usulan saya untuk meningkatkan kesejahteraan tentara yg utamanya level bintara dan tamtama bukanlah bertujuan untuk "membuat kaya" para anggota tni, utamanya marinir...., melainkan agar dua kebutuhan penting yi pendidikan dan kesehatan, terpenuhi bagi keluarga tentara...</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>saya merasakan kesedihan yg mendalam, karena banyak anggota tni yg dari segi kesejahteraan kalah dengan sipil, bukan berarti dikotomi sipil militer, melainkan seakan negara kurang menghargai pengabdian tentara. saya punya teman security officer di bumn dan sebuah pabrik, yg satu take home pay sebesar 2,4 juta rupiah, yg satunya malah 3,1 juta rupiah. bandingkan dengan perwira pertama sekalipun..</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>konteksnya ini bukan saling berhitung dengan masalah uang, melainkan sebuah kepedulian.</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>kebutuhan apa yg paling mendasar bagi keluarga tni saat ini?</DIV>
<DIV>- pendidikan anak-anak tentara</DIV>
<DIV>- fasilitas kesehatan pasca pensiun</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>selama tentara aktif, barangkali sibuk cari sampingan yg juga kadang mengundang keprihatinan. ada anggota menyambi satpam, padahal masih aktif, risikonya mungkin kesatuan memberikan toleransi tapi 60% penghasilannya masuk kesatuan (baca: komandan). katakanlah dia dapat 1 juta dari itu, maka dia hanya dapat 400 ribu. yg 600 ribu untuk menutupi wajib apel. mengapa dibela-belain menyambi seperti itu, yg kalo toh ketahuan tim disiplin akan kena sanksi?</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>jawabnya bukan karena kebutuhan makan, melainkan sekolah. artinya, pendidikan anak-anak. </DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>itu masih alhamdulillah sekali karena terbilang halal, belum yg kurang baik semacam beking. </DIV>
<DIV>mengingat indonesia adalah negara kepulauan, maka perhatian terhadap tni dalam hal ini marinir adalah sangat penting. bukan semata meningkatkan peran baktinya, melainkan juga fasilitas penunjang utamanya fasilitas pendidikan bagi keluarga marinir, juga kesehatan pasca pensiun. </DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>saya mohon maaf kalau harus mengakui adanya fakta bahwa kesenjangan yg sangat besar terjadi di bidang kesejahteraan tentara. yg bergelar pati, jelas tidka pernah berpusing masalah pendidikan atau semacamnya. anak-anak pati bisa dikatakan terbuka kemudahan akses pendidikan, bahkan keluar negeri. sedangkan anak-anak bintara dan tamtama, orang tua terseok-seok untuk membiayai sekolah.</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>solusi masalah ini memang kompleks, namun kalau pemeirntah punya political will yg kuat, sebenarnya tidak sulit. bumn punya anggaran community development, yg selama ini mungkin belum tersentuh public auditing, alokasi untuk subsidi pendidikan anak-anak tentara dan masyarakat yg membutuhkan , menurut saya, adalah sangat mungkin sekali. </DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>kesempatan pendidikan bagi anak-anak tentara tanpa harus membuat orang tuanya kebingungan mencari penghasilan tambahan untuk biaya, adalah masalah nyata saat ini. </DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>teriring simpati saya pada semua anak-anak dari keluarga besar tentara yg selalu bersemangat meraih kesempatan pendidikan tinggi. terima kasih juga buat ibu saya, istri tentara yg sangat peduli dengan pendidikan anak, sehingga meskipun sempat tersendat-sendat, saya dan adik-adik saya dapat bersekolah di jenjang pendidikan tinggi.</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>wassalam</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>citadelsvagen, sverige<BR><BR><B><I>marinir-request@polarhome.com</I></B> wrote:</DIV>
<BLOCKQUOTE class=replbq style="PADDING-LEFT: 5px; MARGIN-LEFT: 5px; BORDER-LEFT: #1010ff 2px solid">Send Marinir mailing list submissions to<BR>marinir@polarhome.com<BR><BR>To subscribe or unsubscribe via the World Wide Web, visit<BR>http://www.polarhome.com/mailman/listinfo/marinir<BR>or, via email, send a message with subject or body 'help' to<BR>marinir-request@polarhome.com<BR><BR>You can reach the person managing the list at<BR>marinir-owner@polarhome.com<BR><BR>When replying, please edit your Subject line so it is more specific<BR>than "Re: Contents of Marinir digest..."<BR><BR><BR>Today's Topics:<BR><BR>1. Re: Re: Marinir Digest, Vol 6, Issue 6 (Thomy Setiawan)<BR><BR><BR>----------------------------------------------------------------------<BR><BR>Message: 1<BR>Date: Thu, 15 Jul 2004 23:05:43 -0700 (PDT)<BR>From: Thomy Setiawan <MENDARATMENANG@YAHOO.COM><BR>Subject: Re: [Marinir] Re: Marinir Digest, Vol 6, Issue 6<BR>To: Mailing List Marinir TNI/AL
<MARINIR@POLARHOME.COM><BR>Message-ID: <20040716060543.69170.qmail@web60705.mail.yahoo.com><BR>Content-Type: text/plain; charset="us-ascii"<BR><BR>Yth Bapak Hong Gie,<BR><BR>Membaca tulisan dibawah saya ingin sedikit berkomentar.<BR><BR>Ayah saya adalah purnawirawan Marinir, bila saya diskusikan hal-hal seperti ini dengan beliau, selalu dijawab pendek,"Mau kaya kok masuk Marinir ........?"<BR><BR>Memang terdengar naif sekali, tapi begitulah kenyataannya...<BR><BR>Mungkin para anggota millis pernah dengar cerita, ada mantan DanJen KORMAR, saya tidak usah sebut namanya , yang waktu masih berpangkat perwira menengah sampai bercerai dengan istri nya karena kesulitan finansial, padahal dia seorang Marinir tulen berkualifkasi Taifib. <BR><BR>Waktu akhirnya dia sukses menjadi Jendral bintang dua, memang beliau sudah menikah lagi, namun kondisi keuangannya waktu itu sudah jauh lebih baik.<BR><BR>Saya juga tidak menutup mata, bahwa banyak anggota Marinir yang "Ngobyek" diluar,
memanfaatkan kualitas dan kapasitasnya sebagai Marinir, demi Rupiah.<BR><BR>Namun saya rasa hal seperti itu bukanlah solusi.<BR>Saya tetap berprinsip ( ini sebetulnya prinsip ibu saya ) , ijinkanlah para nggota Marinir berbisnis, asal halal dan tidak memanfaatkan ke-Marinir-an suaminya, ok sajalah.<BR><BR>Sebagai contoh, saat ini ada seorang istri bintara, yang menjadi top agent disebuah MLM ternama, saat ini sudah berpenghasilan diatas 30 juta, dia kini menjadi idola ibu-ibu di Komplek Marinir Cilandak, bahkan para istri perwira tinggi sekalipun......!!!<BR><BR>Disaat rekan-rekan suaminya yang sudah masuk periode MPP sibuk mencari lowongan Satpam, dia kini sudah hidup tenang sekeluarga......<BR><BR>Banyak kok cara yang halal, selain jadi beking judi atau beking cukong....<BR><BR><BR>Nugroho Dwi Priyohadi <MASE_NUGIEK@YAHOO.COM>wrote:<BR>Yth. Bapak Hong Gie.....<BR><BR>saya adalah peserta milis ini, mohon maaf saya mengomentari kasus di bawah ini. menurut saya, meskipun perilaku ybs
tidak bisa dibenarkan, tetapi akan lebih bijaksana kalao pihak kesejahteraan tentara, maaf apa ya namanya, intinya pihak TNI meneliti mengapa ada aggota dan istri melakukan demikian. <BR><BR>ini mungkin seperti fenomena gunung es..., masih banyak kasus yg mungkin belum terkuak, atau malahan misteri. kayak kismis saja...<BR><BR>saya berpendapat, bahwa banyak anggota tentara yg berpangkat bintara dna tamtama, tingkat kesejahteraannya sangat minim. mungkin untuk makan sangatlah cukup, tetapi untuk sekolah dan mobilitas, sangat kurang. selepas pensiun, biaya kesehatan juga kurang. <BR><BR>kalau boleh saya usul, kiranya pihak kesejahteraan tentara memikirkan kembali hal-hal seperti:<BR>- subsidi pendidikan bagi anak-anak tentara yg bersekolah, khususnya untuk bintara dan tamtama....<BR>- subsidi kesehatan, atau asuransi yg lebih wajar bagi pensiunan tentara. <BR><BR>memang ada ASABRI yg menyediakan perumahan murah bagi pensiunan, tetapi kebutuhan tertinggi bagi anak-anak tentara adalah
pendidikan. banyak anak tentara yg menjadi pengangguran, atau kurang kopen sehingga kurang well educated, karena biaya sekolah yg sangat tinggi.<BR><BR>ada yg bilang, polisi berpangkat bintara dapat punya mobil, marinir berpangkat bintara tidak mampu menyekolahkan anak. <BR><BR>ini sekedar pendapat, kiranya akan lebih baik kalo kesejahteraan marinir lebih ditingkatkan.<BR><BR><BR>wassalam<BR><BR><BR>nug van malmö, sverige<BR><BR><BR>marinir-request@polarhome.com wrote:<BR>Send Marinir mailing list submissions to<BR>marinir@polarhome.com<BR><BR>To subscribe or unsubscribe via the World Wide Web, visit<BR>http://www.polarhome.com/mailman/listinfo/marinir<BR>or, via email, send a message with subject or body 'help' to<BR>marinir-request@polarhome.com<BR><BR>You can reach the person managing the list at<BR>marinir-owner@polarhome.com<BR><BR>When replying, please edit your Subject line so it is more specific<BR>than "Re: Contents of Marinir digest..."<BR><BR><BR>Today's Topics:<BR><BR>1.
[KCM] Istri Anggota Marinir Dihukum 7Th Dalam Kasus Narkotika<BR>(Hong Gie)<BR><BR><BR>----------------------------------------------------------------------<BR><BR>Message: 1<BR>Date: Tue, 13 Jul 2004 04:14:02 +0700<BR>From: "Hong Gie" <BR>Subject: [Marinir] [KCM] Istri Anggota Marinir Dihukum 7Th Dalam Kasus<BR>Narkotika<BR>To: , "Marinir" <BR>Cc: Deddy Susanto MAR <BR>Message-ID: <011101c46855$293710c0$dff092ca@yapgie><BR>Content-Type: text/plain; charset="iso-8859-1"<BR><BR>http://www.kompas.co.id/metro/news/0407/13/033955.htm<BR><BR>Updated: Selasa, 13 Juli 2004, 03:39 WIB METROPOLITAN<BR>Istri Anggota Marinir Dihukum Tujuh Tahun Dalam Kasus Narkotika<BR>Jakarta, Selasa<BR><BR>Istri seorang oknum anggota Marinir yang diadili dengan tuduhan membeli,<BR>menyimpan dan memperjual-belikan narkotika dari jenis heroin dan shabu-shabu<BR>divonis tujuh tahun penjara plus denda Rp3 juta dengan subsider tiga bulan<BR>kurungan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin
(12/7).<BR><BR>Majelis hakim yang diketuai Muchtar Ritonga dalam amar putusannya<BR>menyatakan, terdakwa Ny. Nurhayati (44) terbukti bersalah melakukan<BR>perbuatan tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1-a) UU Nomor 22<BR>Tahun 1997 tentang Narkotika, di rum! ahnya Jalan Trikora RT.007/06, Kelurahan<BR>Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, pada Januari lalu.<BR><BR>Kejahatan itu dilakukan terdakwa bekerja sama dengan suaminya, saksi Serka<BR>(Marinir) Sukiman, yang kini berstatus sebagai tahanan POM TNI-AL. "Dalam<BR>bisnis ini, tugas utama saya adalah memesan barang itu melalui telepon pada<BR>Keling, untuk kemudian diedarkan oleh istri saya," kata saksi Sukiman, yang<BR>kemudian dibenarkan terdakwa, pada persidangan sebelumnya.<BR><BR>Terakhir, pada 3 Januari lalu, suami-istri yang telah dikarunia empat anak<BR>ini membeli 220 paket heroin (73 gram) dari Keling (belum tertangkap) dengan<BR>harga Rp350.000/gram. Namun, belum sempat terjual, keduanya ditangkap<BR>polisi.
Dari rumah mereka, polisi menyita ke-220 paket heroin tersebut<BR>berikut sisa "dagangan" sebelumnya berupa 0,2 gram shabu-shabu.<BR><BR>Dalam persidangan sebelumnya, terdakwa mengaku baru setahun belakangan ini<BR>bergerak di bidang bisnis benda "haram" ini, atas bantu! an suaminya.<BR>"Biasanya, barang itu saya jual lagi kepada orang lain, baik secara langsung<BR>maupun melalui Robert Reger dan Mursal alias Encing, keduanya mantan polisi,<BR>dengan harga sekitar Rp715.000 per gram. Saya tahu itu pekerjaan terlarang,<BR>tapi apa boleh buat, sudah terlanjur," ujar terdakwa.<BR><BR>Atas perbuatannya itu, Jaksa Ferry MD Panjaitan kemudian menuntut terdakwa<BR>tujuh tahun penjara plus denda Rp3 juta dengan subsider (pengganti denda)<BR>tiga bulan kurungan, persis sama dengan putusan hakim tersebut. "Perbuatan<BR>terdakwa sangat meresahkan masyarakat, tidak mendukung upaya pemerintah<BR>dalam memberantas penyalahgunaan narkotika. Sebagai istri seorang anggota<BR>TNI, terdakwa mestinya
berperan membari contoh yang baik di tengah<BR>masyarakat," kata majelis hakim dalam pertimbangannya.<BR><BR>Putusan hakim tersebut disambut terdakwa dengan isak-tangis. Bahkan, kegitu<BR>keluar dari ruang persidangan, wanita berpostur agak gemuk pendek ini<BR>langsu! ng pingsan, dan akhirnya dibopong beramai-ramai ke ruang tahanan<BR>pengadilan. (Ant/dul)<BR><BR><BR><BR><BR>------------------------------<BR><BR>_______________________________________________<BR>Marinir mailing list<BR>Marinir@polarhome.com<BR>http://www.polarhome.com/mailman/listinfo/marinir<BR><BR><BR>End of Marinir Digest, Vol 6, Issue 6<BR>*************************************<BR><BR><BR>---------------------------------<BR>ALL-NEW Yahoo! Messenger - sooooo many all-new ways to express yourself _______________________________________________<BR>Marinir mailing list<BR>Marinir@polarhome.com<BR>http://www.polarhome.com/mailman/listinfo/marinir<BR><BR>---------------------------------<BR>Do you Yahoo!?<BR>New and
Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!<BR>-------------- next part --------------<BR>An HTML attachment was scrubbed...<BR>URL: http://www.polarhome.com/pipermail/marinir/attachments/20040715/1e9f3d79/attachment-0001.html<BR><BR>------------------------------<BR><BR>_______________________________________________<BR>Marinir mailing list<BR>Marinir@polarhome.com<BR>http://www.polarhome.com/mailman/listinfo/marinir<BR><BR><BR>End of Marinir Digest, Vol 6, Issue 8<BR>*************************************<BR></BLOCKQUOTE><p><hr size=1><font face="Arial" size="2"> <a href="http://uk.rd.yahoo.com/mail/tagline_messenger/*http://uk.messenger.yahoo.com"><b>
Yahoo! Messenger</b></a> - Communicate instantly..."Ping" your friends
today! <a href="http://uk.rd.yahoo.com/mail/tagline_messenger/*http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html"><strong>Download Messenger Now</strong></a></font>