<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN">
<HTML><HEAD>
<META http-equiv=Content-Type content="text/html; charset=iso-8859-1">
<META content="MSHTML 6.00.2800.1476" name=GENERATOR>
<STYLE></STYLE>
</HEAD>
<BODY bgColor=#ffffff>
<DIV><FONT face=Arial size=2><STRONG> </STRONG><A
href="http://www.acehmediacenter.or.id/id/?dir=focus&file=detail&id=12"><STRONG>http://www.acehmediacenter.or.id/id/?dir=focus&file=detail&id=12</STRONG></A></FONT></DIV>
<DIV><STRONG><FONT face=Arial size=2></FONT></STRONG> </DIV>
<DIV>
<TABLE cellSpacing=0 cellPadding=0 width="100%" align=center bgColor=#ffffff
border=0>
<TBODY>
<TR>
<TD colSpan=2>
<P><STRONG><FONT color=#000000 size=+1>
Artikel</FONT></STRONG></P></TD>
<TD align=right><FONT face=Arial size=2></FONT></TD></TR>
<TR>
<TD width=16> </TD>
<TD class=thm11px><BR>
<TABLE cellSpacing=0 cellPadding=1 width="100%" align=center border=0>
<TBODY>
<TR>
<TD>Selasa, 4 Januari 2005, 13:15 WIB <FONT
color=#cc6600><STRONG>--</STRONG></FONT> <BR><B><FONT color=#800000
size=2>Tips Bagi Para Relawan Untuk Mengatasi Penyakit</FONT></B>
<BR>
<P>Info yang reliable & sangat logis persiapan utk para
relawan.</P>
<P>Informasi dari seorang relawan (berprofesi sbg dokter di
Denpasar/RS Sanglah) dan team-nya untuk diperhatikan bagi mereka
yang terjun sbg relawan di Aceh/Sumut: Date: Fri, 31 Dec 2004
07:33:21 -0800 (PST)</P>
<P>Dear Sahabats,</P>
<P>Ternyata apa yang ditengarai tentang penyebaran penyakit menular
sudah terjadi di Aceh. Tim relawan dari Bali yang gue pantau semalam
suntuk, melaporkan adanya kasus pembusukan jari tangan 2 orang
relawan warga aceh, dengan pembentukan gas pada luka tersebut. Hal
ini terjadi akibat kontaminasi dari mayat saat melakukan evakuasi
jenazah kemarin 30/12-04 malam di Sigli. Sejawat di bagian bedah
terpaksa melakukan amputasi sampai pergelangan tangan pada Muh
Chaerudin (24) dan Usman Yacobi (21), karena kedua relawan asal
Langsa <BR>(?) tersebut, sudah demam hebat menggigil (>39 drjt C)
bahkan Usman sempat kejang2. Penduduk sekitar tidak mengenal kedua
orang tersebut dan tadi siang keduanya raib entah kemana. Isunya
simpang siur, ada yang mengatakan mereka anggota GSA, tapi mrk
membawa KTP merah putih yang sayangnya nggak sempat diperiksa (boro2
mau meriksa KTP, untuk makan aja tentaranya bingung; lagipula
kasihan mereka tetap saudara kita yang telah berkorban untuk
membantu sesama) </P>
<P>Kemungkinan mereka terkena infeksi bakteri Clostridium
perfringens (BUKAN HERPES; Virus herpes tidak menempati jaringan
yang membusuk dan sangat jarang fatal). Menurut penduduk setempat
sejak 2 hari kedua orang itu mengangkat mayat2 dari halaman sekitar
RS Kab; mayat2 tersebut telah meleleh). Untuk itu mohon disebarkan
pada instansi2 yang terkait yang menerima/merekrut para relawan,
yang membuka posko dan untuk para calon relawan itu sendiri,
khususnya yang mengangkut mayat; beberapa saran dari tim kami yaitu
:</P>
<P>1. Siapkan Spiritual, fisik dan mental. Yakinkan anda benar2 mau
melakukan ini demi menolong dan beramal kepada sesama manusia. Sudah
ada 32 relawan "swasta" asal Sumbar dan Sulsel yang pulang kembali
karena muntah2 dan kesurupan. Katanya karena diganggu roh2 korban
bencana.</P>
<P>2. Perlengkapan utama selain keperluan untuk survival (senter,
pisau, korek gas, jas hujan) ialah MASKER, dan seperti kasus SARS
usahakan masker standar minimal W.H.O (tipe N-95), Bukan masker
kamar operasi (apalagi saputangan yang dilipat seperti yang ada
sekarang, bukan juga masker penggergajian kayu yang ada filternya
tapi tidak efektif untuk menyaring kuman di udara). Selain itu bila
akan mengevakuasi mayat, pakailah corpses gloves seperti standar
petugas kamar mayat. Bukan menggunakan handschoen karet tipis
(gammex) yang mudah robek, yang mestinya dipakai untuk menangani
pasien hidup di RS.</P>
<P>3. Pakailah topi untuk mencegah cipratan cairan tubuh dari tubuh
mayat, yang lengket dan dapat melekat pada rambut anda dan kemudian
meleleh ke makanan saat anda makan. Beberapa relawan telah kena
diare yang ditengarai disebabkan kuman2 Clostridia melalui jalan
tersebut diatas.</P>
<P>4.Cucilah tangan anda sebelum dan sesudah mengangkat 1 mayat.
Boros? Memang tapi kita tak ingin ada lagi para relawan yang
jadi korban diare atau pnyakit fatal. Gunakan sabun antiseptik
seperti Lifebuoy, Nuovo atau apapun namanya. Cucitangan selama 5
menit. Lebih baik lagi jika ada sikat pencuci tangan seperti dikamar
operasi (HIBISCRUB BRUSH) untuk menyikat bagian2 lipatan kulit,
daerah yang sulit terjangkau dan kuku. Usahakan sabun antiseptik
cair.</P>
<P>5.Betadine kecil, alkohol 70 %, plester/bandaid, kasa gulung,
Daryanttulle, gunting kecil, mata pisau bedah / scalpel - bisa
dibeli di Apotik2- dan tali hendaknya selalu tersedia disamping air
bersih pada veldples, sedikit gula dan garam, dan air mineral atau
supplement elektrolit (Pocari Sweat) karena uap garam dari laut yang
bercampur bau mayat merupakan racun yang membuat kita banyak kencing
dan kehilangan cairan dan elektrolit. Jangan pernah meminum energy
drink supplement yang dapat membuat anda tidak cukup tidur dan pada
akhirnya menurunkan daya tahan dan energi anda. Segeralah tidur pada
waktunya. Bersikaplah dewasa dan bertanggung jawab dalam mengemban
amanah rakyat Indonesia yang ada pada pundak anda.</P>
<P>6. Pakai celana katun bukan jeans (berat jika kena air dan
lumpur) maupun bahan parasut (membuat sirkulasi panas tubuh dan
aliran keringat tidak baik) saat anda mengangkut mayat. Pakailah
sepatu dan kaus kaki. Jangan enggan karena takut becek jika masuk ke
lumpur, rawa dan kubangan air. Beberapa penduduk di Meulaboh telah
terkena gigitan ular akibat masuk ke rawa-rawa untuk mengambil mayat
tetapi tanpa alas kaki. Gigitan pacet/lintah jarang di daerah pantai
(tapi harus waspada toooohhhhh). Cuci kaki dan jemur sepatu dan
pakaian anda setiap hari. Membawa lebih dari 2 pasang sepatu adalah
hal yang baik. Tidak harus sepatu boot (kalau ada sih mantaaap),
yang penting tertutup.</P>
<P>7, Jika anda luka segera dicuci dengan air mineral dan sabun
antiseptik, disikat dan segera lapor pada pimpinan rombongan dan
dokter anda. Jika luka itu sampai mengeluarkan darah (bukan lecet),
lebih baik anda menunda kerja sampai luka itu kering.</P>
<P>8. Jangan gunakan tissue anti nyamuk (mosquito repelllent) yang
dapat menyebabkan abrasi kulit. Kalau terpaksa sekali gunakan obat
nyamuk semprot/bakar, tentu dengan tetap menjaga agar asapnya tidak
mengganggu saluran nafas. Di Kab Pidie sudah dilaporkan adanya kasus
Malaria.</P>
<P>9. Minum obat pencegahan Malaria yaitu Chloroquine (Nama Dagang =
Nivaquine/Malarex/ Resochin) 2 tablet / minggu atau jika tidak
alergi sulfa minum Fansidar (=
Sulfadoxin-Pirimetamine) 1 tablet perminggu. Obat2
itu diminum sejak sebelum keberangkatan, kalau bisa 1 minggu
sebelumnya, diminum selama didaerah itu dan sampai 1 bulan sejak
pulang. Jika diduga terkena serangan malaria, gejala TRIAS yang
beturut-turut = Menggigil ==>Demam==>Banyak berkeringat,
segera konsultasi pada dokter anda. Jika belum sempat bertemu dokter
minum 4 tablet Chloroquine pada hari I, 2 tab pada hari ke II dan 2
tab pada hari ke III. Kurang lebih 1/2 jam sebelumnya minumlah
paracetamol/Panadol dan Metoclopramide/Primperan 1 tablet.</P>
<P>10. Bawalah Obat2an pribadi seperti Amoksisilin, tetrasiklin,
oralit, bactrim,bisolvon,benadryl, obat semprot asma dsb, agar anda
tidak merepotkan anggota tim lainnya. Toh obat itu bisa dipakai oleh
saudara2 kita korban bencana disana.</P>
<P>Demikian yang bisa saya sampaikan. Mohon Maaf jika ada
kekurangan. Mohon agar teman2 / Bapak Budi Aditya, Yoyok,
Said, Tammy, yang punya akses ke Institusi/lembaga perekrutan tenaga
relawan, misalnya MEDIA INDONESIA GROUP, atau media elektronik
(RCTI,TransTV atau SCTV) atau mempunyai website pribadi atau apa
saja termasuk memforward email ini untuk menyebarkan informasi ini,
karena saya tidak punya akses untuk itu. Disini saya lampirkan juga
petikan dari Jurnal Textbook kedokteran Harrison`s Principles of
Internal Medicine tentang infeksi Clostridium Perfringens yang
hobbinya berkubang di Mayat/Jaringan/Makanan busuk. Perjuangan masih
panjang, apalagi mengingat baru 4000-an mayat yg telah terkubur dari
krglbh 85.000 yg meninggal. <BR>Ini sekaligus masukan kepada para
Dermawan untuk membantu pembelian obat2an khususnya antibiotika
injeksi seperti ampicilline, Cefotaxime, cairan infus, alkohol,
betadine dan kassa (Gaas), disamping makanan siapsantap.</P>
<P>Apabila ada yang kurang kelas dapat menghubungi saya di<BR><A
href="mailto:internist_kplaza@yahoo.com">internist_kplaza@yahoo.com</A>.<BR>Kiranya
Tuhan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang selalu memberi kekuatan
kepada seluruh bangsa ini, khususnya buat saudara2 kita di NAD dan
Sumut. Amin</P>
<P>Mangatas SM Manalu<BR>Bag Peny Dalam FK Univ Udayana / RS
Sanglah Denpasar -
Bali</P></TD></TR></TBODY></TABLE></TD></TR></TBODY></TABLE></DIV></BODY></HTML>