<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN">
<HTML><HEAD>
<META http-equiv=Content-Type content="text/html; charset=iso-8859-1">
<META content="MSHTML 6.00.2900.3132" name=GENERATOR>
<STYLE></STYLE>
</HEAD>
<BODY bgColor=#ffffff>
<DIV><FONT face=Arial size=2><A
href="http://www.marinir.mil.id/news.php?id=20070614135323"><STRONG>http://www.marinir.mil.id/news.php?id=20070614135323</STRONG></A></FONT></DIV>
<DIV><FONT face=Arial size=2></FONT> </DIV>
<DIV>
<H2><SPAN class=style15>Details Berita</SPAN></H2>
<TABLE class=title03 cellPadding=5 width="100%" border=0>
<TBODY>
<TR>
<TD align=middle><IMG class=image height=244
src="http://www.marinir.mil.id/images2/29 -TANTANGAN MARINIR WEB.jpg"
width=325 border=1><BR><I>Dankormar Saat Inspeksi Pasukan Marinir di Bhumi
Marinir Karang Pilang Surabaya</I></TD></TR>
<TR>
<TD><FONT size=+1>DANKORMAR: TANTANGAN TUGAS MARINIR KE DEPAN MAKIN BESAR
DAN KOMPELKS</FONT><BR>[14-Juni-2007]</TD></TR>
<TR vAlign=top>
<TD>
<DIV>Kecenderungan perkembangan lingkungan strategis sekarang ini memberi
gambaran adanya tantangan dan tugas Korps Marinir kedepan akan semakin
besar dan kompleks. Berbagai kecenderungan menunjukan hakikat ancaman yang
dihadapi akan lebih beragam, sedangkan kita sangat menyadari pula bahwa
kemampuan negara saat ini sangat terbatas untuk dapat memenuhi kebutuhan
Korps Marinir, mencakup kebutuhan alat utama sistem senjata, pemeliharaan
material peningkatan profesionalisme maupun kebutuhan perbaikan
kesejahteraan prajurit dan keluarganya.<BR><BR>Demikian dikatakan Komandan
Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono, S.Pi. pada amanat
tertulisnya usai menerima Wellcoming Parade atau Parade Penerimaan
Komandan Korps Marinir, Senin (11/6) di Bhumi Marinir Karang Pilang,
Surabaya. Hadir dalam acara ini Komandan Pasmar I Brigjen TNI (Mar) Arief
Suherman dan sejumlah pejabat teras Korps Marinir<BR><BR>Lebih lanjut
menurut Dankormar, hal tersebut tidak akan mengurangi semangat Korps
Marinir untuk terus meningkatkan profesionalitas prajurit dan untuk
meningkatkan kemampuan tempurnya, sehingga pada saatnya akan mampu untuk
menjemput tugas yang dipercayakan kepada Marinir, tugas mulia dalam
menjaga kedaulatan dan martabat bangsa, serta tugas untuk mempertahankan
keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.<BR><BR>Menurut
Jenderal Marinir berbintang dua itu, perjalanan panjang Korps Marinir
dalam pengabdiannya kepada nusa dan bangsa telah membawa Korps ini menjadi
suatu kekuatan yang disegani baik kawan maupun lawan. Ukiran tinta emas
yang telah ditorehkan oleh para pendahulu Marinir dengan kucuran keringat
dan tetesan darah dalam mengemban misi untuk menjaga keutuhan NKRI menjadi
catatan sejarah tersendiri. <BR><BR>“ Saya perlu mengingatkan bahwa kita
jangan terlalu bersandar pada kebesaran masa lalu, karena kita
berkewajiban untuk harus mempertahankan apa yang telah disumbangkan oleh
para pendahulu kita tersebut dan disisi lain kitapun harus meninggalkan
dan mewarisi hal-hal yang dapat diberikan kepada generasi yang akan datang
sebagai modal dasar dan pedoman untuk mereka berbuat lagi kedepan,
sehingga bagaikan mata rantai yang sambung menyambung bahkan diusahakan
seperti susunan anak tangga yang menanjak terus menerus. Saya yakin dan
percaya bahwa kitapun mampu untuk melakukan seperti apa yang telah
diteladani oleh para pendahulu kita yaitu dengan semangat pengabdian yang
tanpa pamrih dan ikhlas dalam melaksanakan tugas, sehingga korps marinir
akan terus mengukir prestasi dalam mengabdikan diri kepada negara dan
bangsa ” ungkap Marinir kelahiran Bangkalan, Madura, 1 Maret 1953 itu
kepada seluruh prajurit Korps Marinir wilayah timur.<BR><BR>Pada bagian
lain, mantan Inspektur Jenderal Angkatan Laut (Irjenal) yang menduduki
jabatan orang nomor satu di lingkungan Korps Marinir pada 6 Juni lalu
mengatakan, di saat sedang terus membangun citra dan opini, Korps Marinir
telah dikejutkan dengan terjadinya peristiwa penembakan di Grati Pasuruan,
peristiwa ini tidak hanya menjadi kasus di dalam tubuh TNI namun menjadi
kasus nasional. Ini merupakan cobaan berat bagi Marinir, namun juga
sebagai pelajaran yang sangat berharga. <BR><BR>“ Kita tentu memahami
bahwa saya berharap agar kejadian hanya ada dua pilihan bagi prajurit
disaat menghadapi situasi kristis, yaitu mati atau hilang kehormatan. Saya
juga berharap agar kejadian tersebut, jangan membuat kita menjadi takut
untuk berbuat, selama kita berada dalam rambu yang benar, apa yang telah
dilakukan oleh 13 orang teman kita adalah sebuah tindakan yang tepat.
Karena mereka hanya menjalankan tugas dan dalam keadaan terpaksa untuk
mempertahankan keselamatan diri bahkan kehormatan dirinya sebagai prajurit
Marinir. </DIV>
<DIV>Indonesia adalah negara hukum, sehingga Korps Marinir akan berupaya
sekuat tenaga untuk menyelesaikan permasalahan ini melalui jalur hukum
yang berlaku “ tegas Dankormar kepada para prajuritnya.
<BR><BR><BR> <B>[Redaksi
MARINIR]</B></DIV></TD></TR></TBODY></TABLE></DIV></BODY></HTML>