[Nasional-f] Re: [Nasional] Marhaenisme
admin
nasional-f@polarhome.com
Tue Aug 6 22:00:05 2002
Sdr Joko menulis:Mengenai tulisan-tulisan saya, kan tak ada kaitan dengan
kerjaan saya.Kata pepatah, kebenaran tetap kebenaran meski diucapkan dari
mulut setan. Tanggapan saya:Apa yang anda kemukakan (dalam kalimat pertama
di atas), tak perlu saya komentari.Adalah hak anda untuk tidak berterus
terang!Mengenai apa yang anda kemukakan: "Kata pepatah, kebenaran tetap
kebenaranmeski diucapkan dari mulut setan", bagi saya pribadi, ia (apa yang
anda kemukakan ini)menimbulkan berbagai interpretasi. Salah satu
interpretasi yang menonjol, yang perlusaya tekankan di sini adalah bahwa
anda ini kelihatannya seorang yang CONGKAKatau SOMBONG! Anda merasa, bahwa
setiap apa yang anda katakan atau kemukakanitu tentu atau pasti benar!Kita
lihat saja nanti dalam prakteknya. Dan anda menulis:Kalau dikatakan
oportunis, nggak lah!Saya kira mayoritas orang nggak anggap saya
begitu. Komentar saya:Perkiraan anda, bahwa "mayoritas orang nggak anggap
anda begitu (oportunis)" - ya,karena barangkali baru saya yang mengemukakan
hal itu secara blak-blakan (terbuka).Bagi saya, apakah anda memang
benar-benar seorang oportunis atau bukanakan terlihat tidak sekarang, masih
memerlukan waktu. Soal apa yang anda kemukakan:Bikin partai sendiri? No
way.Adalah sepenuhnya hak anda. Selalu,A.Supardi
----- Original Message -----
From: Joko
To: national@mail2.factsoft.de
Sent: Tuesday, August 06, 2002 7:38 PM
Subject: Re: [Nasional] Marhaenisme
Mengenai tulisan-tulisan saya, kan tak ada kaitan dengan kerjaan
saya.Kata pepatah, kebenaran tetap kebenaran meski diucapkan dari
mulut setan. Kalau dikatakan oportunis, nggak lah!Saya kira
mayoritas orang nggak anggap saya begitu.Saya konsisten kok sama
demokratisasi. Bikin partai sendiri?No way.
----- Original Message -----
From: a.supardi
To: national@mail2.factsoft.de
Sent: Tuesday, August 06, 2002 9:25 PM
Subject: Re: [Nasional] Marhaenisme
Apa-apa yang dikemukakan oleh sdr Joko di bawah,
kelihatannya orang ini(sok?) menguasai teori perjuangan
atau seorang ahli di bidang ideologi.Yang jadi
pertanyaan, sdr Joko ini kerjaannya sebenarnya apa?
Orang yangbegini kelihatan brilian dalam banyak isi
postingnya (kecuali beberapa postingnya,yang saya
rasakan kelihatannya sebagai orang oportunis), mbok
yang mendirikanpartai sendiri saja (seperti yang
dilakukan oleh mas Erot Djarot, misalnya) danmenghimpun
kekuatan gitu untuk melaksanakan ide-ide briliannya
itu! Saya akui, bahwa saya memang jadi ketularan sdr
Joko sendiri jadinya, yangmenanggapi bukan substansi
permasalahan yang diungkap, tapi menyinggung
ataumemberikan kritik, yang sifatnya pribadi, yang
tidak ada bau-baunya dengan temadiskusi yang diangkat!
Mohon maaf atas kekhilafan saya ini! Dus, jika keliru
saya mohon maaf, jika benar ya syukurlah untuk
memperbaikinya.Meminjam kata-kata sdr Joko sendiri
"kritik untuk Sdr. Joko: kalau diskusi, perlu juga
lhokita menggunakan kejujuran hati, tidak sekedar
perang logika aja lho! Maaf, semuaini demi
kebaikan".Wallahualam bissawab. Selalu,A.Supardi