[Nasional-f] Fw: [Nasional] Marhaenisme
a.supardi
nasional-f@polarhome.com
Wed Aug 7 08:49:27 2002
This is a multi-part message in MIME format.
------=_NextPart_000_0016_01C23D91.AE87E8D0
Content-Type: text/plain;
charset="iso-8859-1"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
Converted from Rich TextRekan-rekan yang budiman,
Saya dan sdr Joko telah mengeluarkan "isi hati" masing-masing lewat
milis <National> ini. Dialog atau "pertengkaran" antara saya dengan sdr =
Joko=20
adalah pribadi sifatnya.
Dus, jika ini diteruskan hanya akan mengganggu "ketenangan" rekan-rekan =
lain=20
di milis <National> ini. Oleh karena itu, untuk selanjutnya, jika sdr =
Joko masih
punya unek-unek untuk disampaikan kepada saya, lebih baik kiranya
jika disalurkan lewat jalur pribadi saja. Adres email saya: =
a.supardi@chello.nl.
Tetapi, ini tidak berarti bahwa saya takut menghadapi sdr Joko secara =
terbuka.=20
Samasekali tidak!
Selalu,
A.Supardi
----=20
----- Original Message -----=20
From: a.supardi=20
To: national@mail2.factsoft.de=20
Sent: Tuesday, August 06, 2002 8:59 PM
Subject: Re: [Nasional] Marhaenisme
Sdr Joko menulis:
Mengenai tulisan-tulisan saya, kan tak ada kaitan dengan kerjaan saya.
Kata pepatah, kebenaran tetap kebenaran meski diucapkan dari mulut =
setan.
Tanggapan saya:
Apa yang anda kemukakan (dalam kalimat pertama di atas), tak perlu saya =
komentari.
Adalah hak anda untuk tidak berterus terang!
Mengenai apa yang anda kemukakan: "Kata pepatah, kebenaran tetap =
kebenaran=20
meski diucapkan dari mulut setan", bagi saya pribadi, ia (apa yang anda =
kemukakan ini)
menimbulkan berbagai interpretasi. Salah satu interpretasi yang =
menonjol, yang perlu
saya tekankan di sini adalah bahwa anda ini kelihatannya seorang yang =
CONGKAK
atau SOMBONG! Anda merasa, bahwa setiap apa yang anda katakan atau =
kemukakan=20
itu tentu atau pasti benar!
Kita lihat saja nanti dalam prakteknya.=20
Dan anda menulis:=20
Kalau dikatakan oportunis, nggak lah!
Saya kira mayoritas orang nggak anggap saya begitu.
Komentar saya:
Perkiraan anda, bahwa "mayoritas orang nggak anggap anda begitu =
(oportunis)" - ya,=20
karena barangkali baru saya yang mengemukakan hal itu secara blak-blakan =
(terbuka).=20
Bagi saya, apakah anda memang benar-benar seorang oportunis atau bukan=20
akan terlihat tidak sekarang, masih memerlukan waktu.
Soal apa yang anda kemukakan:=20
Bikin partai sendiri? No way.
=20
Adalah sepenuhnya hak anda.
Selalu,=20
A.Supardi
----- Original Message -----=20
From: Joko=20
To: national@mail2.factsoft.de=20
Sent: Tuesday, August 06, 2002 7:38 PM
Subject: Re: [Nasional] Marhaenisme
Mengenai tulisan-tulisan saya, kan tak ada kaitan dengan kerjaan saya.
Kata pepatah, kebenaran tetap kebenaran meski diucapkan dari mulut =
setan.
Kalau dikatakan oportunis, nggak lah!
Saya kira mayoritas orang nggak anggap saya begitu.
Saya konsisten kok sama demokratisasi.
Bikin partai sendiri?
No way.
----- Original Message -----=20
From: a.supardi=20
To: national@mail2.factsoft.de=20
Sent: Tuesday, August 06, 2002 9:25 PM
Subject: Re: [Nasional] Marhaenisme
Apa-apa yang dikemukakan oleh sdr Joko di bawah, kelihatannya orang =
ini
(sok?) menguasai teori perjuangan atau seorang ahli di bidang =
ideologi.
Yang jadi pertanyaan, sdr Joko ini kerjaannya sebenarnya apa? Orang =
yang
begini kelihatan brilian dalam banyak isi postingnya (kecuali =
beberapa postingnya,=20
yang saya rasakan kelihatannya sebagai orang oportunis), mbok yang =
mendirikan
partai sendiri saja (seperti yang dilakukan oleh mas Erot Djarot, =
misalnya) dan=20
menghimpun kekuatan gitu untuk melaksanakan ide-ide briliannya itu!
Saya akui, bahwa saya memang jadi ketularan sdr Joko sendiri =
jadinya, yang=20
menanggapi bukan substansi permasalahan yang diungkap, tapi =
menyinggung atau=20
memberikan kritik, yang sifatnya pribadi, yang tidak ada bau-baunya =
dengan tema=20
diskusi yang diangkat! Mohon maaf atas kekhilafan saya ini!
Dus, jika keliru saya mohon maaf, jika benar ya syukurlah untuk =
memperbaikinya.
Meminjam kata-kata sdr Joko sendiri "kritik untuk Sdr. Joko: kalau =
diskusi, perlu juga lho=20
kita menggunakan kejujuran hati, tidak sekedar perang logika aja =
lho! Maaf, semua=20
ini demi kebaikan".
Wallahualam bissawab.
Selalu,
A.Supardi
------=_NextPart_000_0016_01C23D91.AE87E8D0
Content-Type: text/html;
charset="iso-8859-1"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN">
<HTML><HEAD><TITLE>Converted from Rich Text</TITLE>
<META http-equiv=3DContent-Type content=3D"text/html; =
charset=3Diso-8859-1">
<META content=3D"MSHTML 6.00.2716.2200" name=3DGENERATOR>
<STYLE></STYLE>
</HEAD>
<BODY text=3D#000000 bgColor=3D#ffffff>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>Rekan-rekan yang budiman,</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2></FONT> </DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>Saya dan sdr Joko telah mengeluarkan =
"isi hati"=20
masing-masing</FONT><FONT face=3DArial size=3D2> lewat</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>milis <National> ini. =
</FONT><FONT face=3DArial=20
size=3D2>Dialog atau "pertengkaran" antara saya dengan sdr Joko =
</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>adalah pribadi sifatnya.</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>Dus, jika ini diteruskan hanya akan =
mengganggu=20
"ketenangan" rekan-rekan lain </FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>di milis </FONT><FONT face=3DArial=20
size=3D2><National> ini. Oleh karena itu, untuk selanjutnya, jika=20
sdr Joko masih</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>punya unek-unek untuk disampaikan =
kepada saya,=20
lebih baik kiranya</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>jika disalurkan lewat jalur pribadi =
saja. Adres=20
email saya: <A=20
href=3D"mailto:a.supardi@chello.nl">a.supardi@chello.nl</A>.</FONT></DIV>=
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>Tetapi, ini tidak berarti bahwa saya=20
takut menghadapi sdr Joko secara terbuka. </FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>Samasekali tidak!</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2></FONT> </DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>Selalu,</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>A.Supardi</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>----</FONT> </DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2></FONT> </DIV>
<DIV style=3D"FONT: 10pt arial">----- Original Message -----=20
<DIV style=3D"BACKGROUND: #e4e4e4; font-color: black"><B>From:</B> <A=20
title=3Da.supardi@chello.nl =
href=3D"mailto:a.supardi@chello.nl">a.supardi</A> </DIV>
<DIV><B>To:</B> <A title=3Dnational@mail2.factsoft.de=20
href=3D"mailto:national@mail2.factsoft.de">national@mail2.factsoft.de</A>=
</DIV>
<DIV><B>Sent:</B> Tuesday, August 06, 2002 8:59 PM</DIV>
<DIV><B>Subject:</B> Re: [Nasional] Marhaenisme</DIV></DIV>
<DIV><BR></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>Sdr Joko menulis:</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>
<DIV><FONT size=3D2>Mengenai tulisan-tulisan saya, kan tak ada kaitan =
dengan=20
kerjaan saya.</FONT></DIV>
<DIV><FONT size=3D2>Kata pepatah, kebenaran tetap kebenaran meski =
diucapkan dari=20
mulut setan.</FONT></DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>Tanggapan saya:</DIV>
<DIV>Apa yang anda kemukakan (dalam kalimat pertama di atas), tak perlu=20
saya komentari.</DIV>
<DIV>Adalah hak anda untuk tidak berterus terang!</DIV>
<DIV>Mengenai apa yang anda kemukakan: "Kata pepatah, kebenaran tetap =
kebenaran=20
</DIV>
<DIV>meski diucapkan dari mulut setan", bagi saya pribadi, ia (apa yang =
anda=20
kemukakan ini)</DIV>
<DIV>menimbulkan berbagai interpretasi. Salah satu interpretasi yang =
menonjol,=20
yang perlu</DIV>
<DIV>saya tekankan di sini adalah bahwa anda ini =
kelihatannya seorang=20
yang CONGKAK</DIV>
<DIV>atau SOMBONG! Anda merasa, bahwa setiap apa yang anda =
katakan=20
atau kemukakan </DIV>
<DIV>itu tentu atau pasti benar!</DIV>
<DIV>Kita lihat saja nanti dalam prakteknya. </DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>Dan anda menulis: </DIV>
<DIV>
<DIV><FONT size=3D2>Kalau dikatakan oportunis, nggak lah!</FONT></DIV>
<DIV><FONT size=3D2>Saya kira mayoritas orang nggak anggap saya=20
begitu.</FONT></DIV></DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>Komentar saya:</DIV>
<DIV>Perkiraan anda, bahwa "mayoritas orang nggak anggap anda begitu=20
(oportunis)" - ya, </DIV>
<DIV>karena barangkali baru saya yang mengemukakan hal itu secara =
blak-blakan=20
(terbuka). </DIV>
<DIV>Bagi saya, apakah anda memang benar-benar seorang oportunis=20
atau bukan </DIV>
<DIV>akan terlihat tidak sekarang, masih memerlukan waktu.</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>Soal apa yang anda kemukakan:=20
<DIV><FONT size=3D2>Bikin partai sendiri? </FONT><FONT size=3D2>No=20
way.</FONT></DIV> </DIV>
<DIV>Adalah sepenuhnya hak anda.</DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV>Selalu, </DIV>
<DIV>A.Supardi</DIV>
<DIV> </DIV></FONT></DIV>
<BLOCKQUOTE=20
style=3D"PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 5px; MARGIN-LEFT: 5px; =
BORDER-LEFT: #000000 2px solid; MARGIN-RIGHT: 0px">
<DIV style=3D"FONT: 10pt arial">----- Original Message ----- </DIV>
<DIV=20
style=3D"BACKGROUND: #e4e4e4; FONT: 10pt arial; font-color: =
black"><B>From:</B>=20
<A title=3Dmjoko@telkom.net href=3D"mailto:mjoko@telkom.net">Joko</A> =
</DIV>
<DIV style=3D"FONT: 10pt arial"><B>To:</B> <A =
title=3Dnational@mail2.factsoft.de=20
=
href=3D"mailto:national@mail2.factsoft.de">national@mail2.factsoft.de</A>=
</DIV>
<DIV style=3D"FONT: 10pt arial"><B>Sent:</B> Tuesday, August 06, 2002 =
7:38=20
PM</DIV>
<DIV style=3D"FONT: 10pt arial"><B>Subject:</B> Re: [Nasional] =
Marhaenisme</DIV>
<DIV><BR></DIV>
<DIV><FONT size=3D2>Mengenai tulisan-tulisan saya, kan tak ada kaitan =
dengan=20
kerjaan saya.</FONT></DIV>
<DIV><FONT size=3D2>Kata pepatah, kebenaran tetap kebenaran meski =
diucapkan dari=20
mulut setan.</FONT></DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV><FONT size=3D2>Kalau dikatakan oportunis, nggak lah!</FONT></DIV>
<DIV><FONT size=3D2>Saya kira mayoritas orang nggak anggap saya=20
begitu.</FONT></DIV>
<DIV><FONT size=3D2>Saya konsisten kok sama =
demokratisasi.</FONT></DIV>
<DIV> </DIV>
<DIV><FONT size=3D2>Bikin partai sendiri?</FONT></DIV>
<DIV><FONT size=3D2>No way.</FONT></DIV>
<DIV> </DIV>
<BLOCKQUOTE=20
style=3D"PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 5px; MARGIN-LEFT: 5px; =
BORDER-LEFT: #000000 2px solid; MARGIN-RIGHT: 0px">
<DIV style=3D"FONT: 10pt arial">----- Original Message ----- </DIV>
<DIV=20
style=3D"BACKGROUND: #e4e4e4; FONT: 10pt arial; font-color: =
black"><B>From:</B>=20
<A title=3Da.supardi@chello.nl =
href=3D"mailto:a.supardi@chello.nl">a.supardi</A>=20
</DIV>
<DIV style=3D"FONT: 10pt arial"><B>To:</B> <A =
title=3Dnational@mail2.factsoft.de=20
=
href=3D"mailto:national@mail2.factsoft.de">national@mail2.factsoft.de</A>=
=20
</DIV>
<DIV style=3D"FONT: 10pt arial"><B>Sent:</B> Tuesday, August 06, =
2002 9:25=20
PM</DIV>
<DIV style=3D"FONT: 10pt arial"><B>Subject:</B> Re: [Nasional]=20
Marhaenisme</DIV>
<DIV><BR></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>Apa-apa yang dikemukakan oleh sdr =
Joko di=20
bawah, kelihatannya orang ini</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>(sok?) menguasai teori perjuangan =
atau seorang=20
ahli di bidang ideologi.</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>Yang jadi pertanyaan, sdr Joko ini =
kerjaannya=20
sebenarnya apa? Orang yang</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>begini kelihatan brilian dalam =
banyak isi=20
postingnya (kecuali beberapa postingnya, </FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>yang saya </FONT><FONT face=3DArial =
size=3D2>rasakan kelihatannya sebagai orang oportunis), mbok yang=20
mendirikan</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>partai sendiri saja (seperti yang =
dilakukan=20
oleh mas Erot Djarot, misalnya) dan </FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>menghimpun kekuatan gitu untuk =
melaksanakan=20
ide-ide briliannya itu!</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2></FONT> </DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>Saya akui, bahwa saya memang jadi =
ketularan sdr=20
Joko sendiri jadinya, yang </FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>menanggapi bukan </FONT><FONT =
face=3DArial=20
size=3D2>substansi permasalahan yang diungkap, tapi menyinggung atau =
</FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>memberikan kritik, </FONT><FONT =
face=3DArial=20
size=3D2><FONT face=3D"Times New Roman" size=3D3>yang sifatnya =
pribadi, yang tidak=20
ada bau-baunya dengan tema </FONT></FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2><FONT face=3D"Times New Roman" =
size=3D3>diskusi=20
yang diangkat! Mohon maaf atas kekhilafan saya =
ini!</FONT></FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2></FONT> </DIV>
<DIV>Dus, jika keliru saya mohon maaf, jika benar ya syukurlah untuk =
memperbaikinya.</DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2>Meminjam kata-kata sdr Joko=20
sendiri "k<FONT face=3D"Times New Roman" size=3D3>ritik untuk=20
Sdr. Joko: kalau diskusi, perlu juga lho </FONT></FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2><FONT face=3D"Times New Roman" =
size=3D3>kita=20
menggunakan kejujuran hati, tidak sekedar perang logika aja lho! =
Maaf, semua=20
</FONT></FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2><FONT face=3D"Times New Roman" =
size=3D3>ini demi=20
kebaikan".</FONT></FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2><FONT face=3DArial =
size=3D2>Wallahualam=20
bissawab.</FONT></FONT></DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2></FONT> </DIV>
<DIV><FONT face=3DArial size=3D2><FONT face=3D"Times New Roman"=20
size=3D3>Selalu,</FONT></FONT></DIV>
<DIV>A.Supardi</DIV></BLOCKQUOTE></BLOCKQUOTE></BODY></HTML>
------=_NextPart_000_0016_01C23D91.AE87E8D0--