[Nasional-f] OBROLAN MALAM ( PERSIAPAN HARI RAYA )
simonsobron
nasional-f@polarhome.com
Wed Dec 4 01:49:09 2002
Sobron Aidit :
OBROLAN MALAM
( Persiapan Hari Raya )
Sudah dua tahun ini ada dua Hari Raya yang berdekatan. Yaitu Hari
Raya Lebaran ( Idulfitri ) dan Hari Natal. Lalu tak lama sesudah itu
tibalah Tahun Baru ( Masehi ). Lalu sebenarnya satu bulan atau sedi-
kit lebih, ada lagi Hari Raya Imlek ( Cun Jie ). Hari Raya Lebaran ( Id-
ulfitri ) selalu berbeda antara 11 sampai 13 hari dalam setiap tahunnya.
Hari Raya Imlek, selalu antara bulan Januari dan Februari. Lebih jelas-
nya, Imlek akan jatuh antara tanggal 20 Januari sampai 20 Februari.
Tidak mungkin akan jatuh sebelum tanggal itu atau sesudah tanggal itu.
Sedangkan yang tetap tidak berubah yalah Hari Natal dan Tahun Baru.
Di Eropa pada umumnya, orang merayakan secara besar-besaran Hari
Natal. Pesta besar dan sejak lama sudah ditunggu, banyak rencana yang
akan direalisasi pada hari itu. Hari Natal dirayakan antara keluarga, ber-
kumpul di lingkungan keluarga dekat. Umumnya pada Hari Natal, orang-
orang tidak bepergian jauh atau ke mana-mana. Mereka ada di rumah,
berkumpul antara keluarga, makan-makan, ngobrol dan melepaskan ke-
kangenan. Saling membagi hadiah - kado - antara anak-anak dan orang-
tua, dan bersukacita sekeluarga lengkap. Khusus bagi anak-anak, Hari
Natal adalah Hari Kado! Hari pembagian hadiah yang sudah lama diidam-
idamkan, direncanakan dan dibicarakan jauh sebelumnya. Mereka sudah
membayangkan atau sudah "kasak-kusuk" buat "mempengaruhi" para
orangtuanya, saudaranya, keluarganya yang lain, kira-kira hadiah apa yang
mereka maukan dan cita-citakan.
Saling tukar-kado ini tidak hanya terbatas pada anak-anak, juga turut
orangtua dan orang dewasa lainnya dilingkungan keluarga. Pada persi-
apan menghadapi Hari Natal ini, kebanyakan toko - pertokoan, meleng-
kapi barang-barang dan bahan makanan buat Hari Natal. Umumnya to-
ko yang paling banyak didatangi orang yalah toko mainan buat anak-
anak - toko kue - toko makanan buat pesanan - parcel - toko pakaian
dan toko barang pecah-belah. Orang-orang tampaknya seperti memusat
pada toko-toko ini. Penuh berdesakan. Mulai dari awal bulan November
sudah mulai ramai. Dan minggu pertama sampai kedua Desember, adalah
puncak kesibukan belanja.
Tampaknya bulan November dan Desember ini tidak akan seramai pada
tahun lalu. Krisis-ekonomi dan resesi-ekonomi menjadi rem-penghalang
buat berbelanja seperti tahun-tahun dulu. Banyak pengangguran - pehaka
dan pemecatan. Orang-orang pada sulit duit. Tapi rasa kegembiraan dan
rasa turut meramaikan, menyambut, tak terlihat surut. Tahun-Baru adalah
hari pertama dan pembuka pada tahun yang sedang dihadapi. Tak ada pe-
rayaan besar-besaran seperti Hari Natal. Tahun-Baru disambut dengan ha-
rapan baru, tetapi tidak se-syahdu dan se-sakral Hari Natal.
Ada kelainan dengan Hari Raya Lebaran atau Idulfitri, perayaan Hari Leba-
ran di kita, umumnya di bangsa yang muslim lainnya tidak dirayakan besar-
besaran seperti kita dan Malaysia. Bangsa yang muslim lainnya seperti orang
Marokko - Aljazair - Tunisia dan lainnya, hari raya yang besar-besaran dira-
yakan bukanlah Idulfitri, tetapi Idul-Adha, pada Lebaran Haji! Juga yang be-
rupa bunyi-bunyian bedug, tampaknya hanya ada di kita dan jiran kita Malay-
sia. Persiapan menghadapi Hari Raya Lebaran, pada umumnya sama seperti
penganut agama lainnya ketika mau menghadapi Hari Natal. Juga bagi orang
Tiongkok buat menghadapi Hari Raya Imlek, sama dengan orang-orang mem-
persiapkan Hari Natal dan Hari Lebaran Idulfitri. Kalau di pedesaan, suasana
Imlek akan lebih terasa, tebal - tradisional dan benar-benar merata.
Sedangkan
di perkotaan, suasananya sudah meng-arah ke pesta besar-besaran dan pera-
yaan dengan suasana kota.
Bagi orangtua, seperti saya misalnya, ada juga rasa agak pusing dan
mumetnya.
Semua anak terutama para cucu sudah sangat mengharapkan ada pembagian
kado dari kakeknya. Bayangkan ada lima cucu, dengan si kakek yang pensiun
begini, harus betul-betuk putar-otak bagaimana cara membaginya, sesuai denga
n
kesanggupan isi kantong yang selalu berpenyakit kanker = kantong-kering. Dan
harus adil pula dan bisa menggembirakan para cucu. Biar puyeng-puyeng dan
pusing-pusing asal hati sama senang,- tak apalah!
--------------Holland, Nov 02-------------------