[Nasional-f] [Fwd: PERMUSYAWARATAN PEMUDA INDONESIA]
chctkb
nasional-f@polarhome.com
Thu Jan 16 03:12:03 2003
--------------040208080305000702050209
Content-Type: text/plain; charset=big5
Content-Transfer-Encoding: 7bit
-------- Original Message --------
Subject: PERMUSYAWARATAN PEMUDA INDONESIA
Date: Fri, 6 Dec 2002 07:40:24 +0800
From: "HKSIS" <SADAR@net-yan.com>
To: <Undisclosed-Recipient:;>
SERBA SERBI PERMUSYAWARATAN PEMUDA INDONESIA (PPI)
Oleh : Thio Keng Bouw
Permusyawaratan Pemuda Indonesia (PPI) dilahirkan pada 28 Oktober 1955
di Bandung, dalam Kongres ke-III Baperki. Saya ikut serta sebagai wakil
Pemuda Baperki Jakarta.
Ketika Baperki mengadakan Kongresnya yg ke-2 di Bandung, hadlir pula
utusan2 Pemuda Baperki dari 11 kota, yg mengadakan sidang khusus atas
saran dari Siauw Giok Tjhan (Ketua Umum Baperki Pusat). Dalam sidang
khusus itu diambil keputusan penting untuk mendirikan ormas pemuda
dengan memakai nama Permusyawaratan Pemuda Indonesia (PPI).
Pengurus Pusat PPI yg pertama itu diketuai oleh Kwa Sien Biauw (Tirto
Utomo, Ketua Redaksi Harian Sin Po Indonesia yg belakangan ganti nama
menjadi Warta Bhakti), wakil ketua adalah Kwa Kay Twan, Sekretaris I
adalah Kwik Kian Gie (Kini jadi salah satu Wk Ketua PDI-P),
Sekretaris II adalah Tan Kwat Tiam. Bendahara .... lupa namanya. Selain
Kwa Sien Biauw, mantan pengurus Pusat periode 1955-1958 itu semuanya
masih hidup.
Saya dan Tan Siang Joe kemudian membentuk PPI Cabang Tamansari, kemudian
berkembang menjadi
PPI Cabang Jakarta Timur Laut, terakhir berfusi dgn PPI cabang Jakarta
Kota yg diketuai oleh Tjia Han
Giam, terbentuklah PPI Cabang Jakarta yg diketuai oleh Tan Siang Joe, Wk
ketua Tjia Han Giam dan
Sekretaris I : Thio Keng Bouw. Bendahara : Anna Tjoa. Tahun 1957 Tan
Siang Joe dan Anna Tjoa
menikah, kemudian meletakkan jabatan. Jabatan Ketua PPI Jakarta dijabat
oleh Ban Po Khiong
yg sebelumnya adalah aktivis Ikatan Pelajar JPP (Pa Hua) yg terkemuka.
Atas inisiatip Ban Po Khiong, PPI Jakarta ikut serta dgn aktif dalam
Pekan Pemuda Seluruh Indonesia
yg ke-I di Surabaya, Maret 1957 yg diusulkan oleh Presiden RI Sukarno.
Kemudian aktif pula sebagai delegasi
Indonesia ke Festival Pemuda Indonesia ke-6 di Moskow pada tahun 1957
itu juga. Mulai itu, nama PPI
mulai dikenal oleh organisasi2 Pemuda di Indonesia, sebagai salah satu
organisasi yg mewakili Pemuda etnis
Tionghoa, yg aktif bergerak dibidang kesenian dan olahraga.
Atas usul dari PPI Jakarta dan PPI Surabaya, Kwa Khay Twan dan Tan Kwat
Tiam menerima usul untuk
melangsungkan Kongres ke-I PPI seluruh Indonesia. Kongres ini
dilangsungkan di Prigen Jawa Timur,
pada awal Januari 1958, dan dihadiri oleh utusan dari 11 Cabang yg
membentuk PPI di kota Bandung
tahun 1955 itu. Kongres telah mendapat bantuan moril dan materil dari
Nyoo Soen Hian, ketua Baperki
Jawa TImur, yang telah memberikan villanya di Prigen untuk tempat
penginapan dan sidang2 Kongres.
Nyoo Soen Hian adalah sahabat karib dari penasihat utama PPI Siauw Giok
Tjhan.
PPI Jakarta telah mengutus Ban Po Khiong dan Thio Keng Bouw sebagai
anggota resmi yg mewakili
Cabang Jakarta, dan memutuskan juga Gani Pinatabrata dan Lim Beng Hoey
(mantan PPI Jakarta
Tengah, salah seorang delegasi Pemuda Baperki Jakarta yg ikut dalam
pembentukan PPI di Bandung).,
sebagai peninjau.
. Kongres telah memilih pengurus barunya sbb: Ketua Umum: Tan Kwat Tiam.
Wk Ketua: Ban Po Khiong. Sekretaris I: Ong Teng Tjin. Sekretaris II:
Gani Pinatabrata. Bendahara: Thio Keng Bouw.
Seksi Wanita : Vera Tobing (putri mantan menteri F.L. Tobing). Seksi
Organisasi : S. Rachman. Seksi Pene-
rangan: A Syarifuddin. Seksi Pendidikan: Tan Siang Joe.
September 1958, Thio Keng Bouw karena melanjutkan studinya ke Bandung,
telah meletakkan jabatannya
di PPI Pusat yg berkedudukan di Jakarta. Kemudian bersama Khouw Siang
Hok membentuk PPI Cabang
Bandung pada Februari 1959. Mulai saat itu, Bandung sebagai kota
kelahiran PPI akhirnya memiliki cabangnya sendiri. Yg kemudian
berkembang menjadi cabang PPI yg memiliki armada keseniannya
yang terkuat di PPI, dan satu2nya PPI yg memiliki Sekolah Musyawarah
(tingkat SMA) pada tahun 1962.
Khouw Siang Hok yg asalnya sebagai ketua seksi kesenian PPI Jakarta,
dalam perkembangannya, menunjuk-
kan kemampuannya yg hebat dlm mengembangkan seksi kesenian dan seksi
pendidikan PPI cabang
Bandung. Ini yg membawa dirinya ke bangku ketua Umum PPI Pusat pada
tahun 1964.
Kongres ke-2 PPI dilangsungkan di Semarang pada Maret 1959, yg memilih
Go Yam Hok (yg jabatan resmi ketika itu adalah Sekretaris II Baperki
Pusat) menjadi Ketua Umum PPI Pusat. Kongres dihari oleh utusan dari 20
Cabang. nama pengurus lainnya sudah lupa sama sekali.
Ban Po Khiong yg marah karena namanya dirusak oleh wartawan harian
Republik (organ Baperki) telah mengadakan Kongres Luar Biasa PPI di
Semarang pada Juli 1959, Kongres Luara Biasa cuma berlangsung 2 jam
saja, karena usul dari wakil Bandung Thio Keng Bouw telah diterima
secara bulat , bahwa Kongres ini tidak sah karena tidak memenuhi Pasal2
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPI. Go Yam Hok yg semula duduk
menunggu di luar sidang, dipanggil masuk, kemudian secara resmi
mengumumkan akan mengadakan Kongres ke III PPI di Jakarta pada Oktober
1959 itu juga, demi menjaga persatuan seluruh
anggota PPI.
Kongres ke-III PPI dilangsungkan di Jakarta dan dihadiri oleh utusan
dari 15 Cabang. Kongres telah memilih So Sik Hoe (juga wakil Sekertaris
Baperki Pusat) sebagai ketua Umum yg baru. Nama pengurus lainnya
juga sudah lupa sama sekali.
Kongres ke-IV PPI dilangsungkan pada Juli 1961 di Bandung, yg dihadiri
oleh utusan dari 20 cabang. Kongres telah memilih Nyoo Hwie Tjhing
sebagai Ketua Umum yg baru (Nyoo juga resminya sebagai wakil Sekretaris
Baperki Pusat), Tapi Nyoo yg tidak hadlir dalam Kongres kemudian
menyatakan tidak bersedia jadi Ketua Umum, karena belum pernah dimintai
persetujuannya. Pimpinan utama PPI Pusat untuk
sementara dijabat oleh Wk ketua Tan Djong Tjwan dan Sekretaris I Saoed
Soerjono. Kekosongan jabatan Ketua Umum ini berlangsung sampai tahun
1964, karena dalam tahun itu telah dilangsungkan Konperensi Nasional
PPI, yakni sidang Pengurus Pusat yg diperluas dgn utusan2 dari Pengurus
Daerah (Propinsi). Khouw Siang Hok sebagai Ketua PPI Jawa Barat telah
dipilih sebagai Ketua Umum yg baru, dengan catatan akan disahkan oleh
Kongres PPI ke-V di Jakarta, 10 Oktober 1965 yad.
Kongres ke-V PPI direncanakan akan dilangsungkan di Jakarta pada 10
Oktober 1965. Kongres ini tidak jadi dilangsungkan karena meletusnya
G30S dan Gestok. Pada 6 Oktober 1965, Front Pemuda Indonesia Pusat telah
mengeluarkan keputusannya untuk memecat PPI dari keanggotaannya, Karena
selama 1963-1965, PPI Pusat, dalam Front Pemuda selalu menjadi sekutu
dari Pemuda Rakyat dan CGMI serta IPPI. yg dikenal sebagai onderboiuw
dari PKI. Pada tgl 27 September 1965, saya meninggalkan Indonesia menuju
RRT, sebagai anggota Delegasi Front Pemuda Pusat, yg mendapat undangan
dari Gabungan Pemuda Seluruh Tiongkok untuk menghadiri Ultah ke-16 RRT di
Peking (Beijing). Anggota Delegasi Front Pemuda Pusat itu teridiri dari
9 wakil pemuda dari 9 Partai yg ada ketika itu, Pemuda Demokrat (PNI),
Pemuda Anshor (NU), Pemuda Rakyat (PKI), Pemuda Indonesia (Partindo),
Pemuda Katholik (Partai Katholik), Pemuda Kristen (Parkindo), Pemuda
Muslimin (PSII), Pemuda Perti (Perti), Pemuda Pancasila (IPKI). Kemudian
ditambah lagi dgn wakil2 dari GMNI, GMKI, CGMI, APPI, PPI Puteri dan PPI
(Permusyawaratan Pemuda Indonesia) , total jenderal 15 anggota. Ketika
kegiatan PPI di Indonesia praktis sudah behenti setelah 1 Oktober 1965,
di Tiongkok , 15 anggota Delegasi Front Pemuda tsb masih bersatu, masih
melantangkan lagu Nasakom Bersatu yg populer ketika itu, sampai 6
Oktober mulailah agak kisruh hubungannya, tidak intim lagi, setelah
ramai2 mendengarkan siaran RRI Jakarta yg mengumumkan dipecatnya semua
ormas pemuda yg dianggap sebagai onderbouw PKI. dari keanggotaan Front
Pemuda.
PPI sebagai anak kandung Baperki, yg selama 10 tahun diasuh langsung
oleh Siauw Giok Tjhan, mengalami nasib yg sama seperti Baperki,
dihancurkan oleh Suharto pada tahun 1965. Tokoh2nya yg tidak keburu lari
bersembunyi, meringkuk di penjara. Kwik Kian Gie sebagai salah seorang
pendiri PPI, sejak 1957 sudah non aktif karena melanjutkan studinya ke
Holland. Kwa Sien Biauw tidak hadir dlm Kongres ke-I PPI di Prigen,
bahkan mengajukan usul tertulis agar PPI dibubarkan karena sudah berubah
menjadi Perkumpulan Pancing Ikan. Speda trip dan tari-menari. Tan Kwat
Tiam sebagai wartawan Sin Po ditekan oleh Kwa untuk meletakkan
jabatannya, dan juga tidak hadir dalam Kongres ke-II PPI, seterusnya non
aktif. Kwa Kay Twan menyatakan di Prigen tak bersedia aktif lagi di PPI
karena kesibukannya di Perhimi. Ban Po Khiong pada 1962 dipecat dari PPI
terus studi ke Moskow hingga kini, Ong Teng Tjin meninggal karena sakit.
Go Yam Hok dan So Sik Hoe juga sudah meninggal dunia, begitu pula dgn
Kwa Sien Biauw. Tan Djong Tjwan
dan Saoed Soerjono meninggal karena sakit. Gani Pinatabrata tak
kedengaran lagi namanya.. Nyoo Hwie Tjhing masih hidup di Indonesia,
Khouw Siang Hok masih hidup di Jerman . Thio Keng Bouw masih hidup di
Hongkong. Tan Swie Ling dan Lay Oen Koei masih hidup di Jakarta.
Sampai hari ini, bekas tokoh2 PPI belum pernah re-Unie untuk
menyimpulkan pengalaman2nya, semuanya sibuk dgn kegiatan2 rutin masing2
tapi sudah mulai ada kontak2 pribadi untuk menulis pengalaman masing2
Sebagai bahan refrensi buat pemuda etnis Tionghoa Indonesia yg masih
bersemangat untuk meneruskan perjuangan mereka di masa lalu.
Hongkong, 16 Juni 2001. Ditulis oleh Thio Keng Bouw , Sekretaris I PPI
Jakarta 1955-1957, Bendahara PPI Pusat 1958-1959, Wk Ketua PPI Bandung
(1959-1964), Ketua PPI Bandung (1964-1965), Wk Ketua PPI
PPI Jawa Barat (1964-1965). anggota Pleno PPI Pusat 1959-1965,.
Disempurnakan pada awal November 2002.
--------------040208080305000702050209
Content-Type: text/html; charset=big5
Content-Transfer-Encoding: 7bit
<html>
<head>
</head>
<body>
<br>
<br>
-------- Original Message --------
<table cellpadding="0" cellspacing="0" border="0">
<tbody>
<tr>
<th valign="Baseline" align="Right" nowrap="">Subject: </th>
<td>PERMUSYAWARATAN PEMUDA INDONESIA</td>
</tr>
<tr>
<th valign="Baseline" align="Right" nowrap="">Date: </th>
<td>Fri, 6 Dec 2002 07:40:24 +0800</td>
</tr>
<tr>
<th valign="Baseline" align="Right" nowrap="">From: </th>
<td>"HKSIS" <a class="moz-txt-link-rfc2396E" href="mailto:SADAR@net-yan.com"><SADAR@net-yan.com></a></td>
</tr>
<tr>
<th valign="Baseline" align="Right" nowrap="">To: </th>
<td><Undisclosed-Recipient:;></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br>
<br>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=big5">
<meta content="MSHTML 6.00.2716.2200" name="GENERATOR">
<style></style>
<div><font face="Bookman Old Style"><strong><font size="5"> SERBA
SERBI PERMUSYAWARATAN PEMUDA INDONESIA (PPI)</font></strong>
<p> <b>Oleh :
Thio Keng Bouw</b><br>
<br>
<br>
</p>
<p>Permusyawaratan Pemuda Indonesia (PPI) dilahirkan pada 28 Oktober 1955
di Bandung, dalam Kongres ke-III Baperki. Saya ikut serta sebagai wakil Pemuda
Baperki Jakarta. </p>
<p>Ketika Baperki mengadakan Kongresnya yg ke-2 di Bandung, hadlir pula
utusan2 Pemuda Baperki dari 11 kota, yg mengadakan sidang khusus atas saran
dari Siauw Giok Tjhan (Ketua Umum Baperki Pusat). Dalam sidang khusus itu
diambil keputusan penting untuk mendirikan ormas pemuda dengan memakai
nama Permusyawaratan Pemuda Indonesia (PPI). </p>
<p>Pengurus Pusat PPI yg pertama itu diketuai oleh Kwa Sien Biauw (Tirto
Utomo, Ketua Redaksi Harian Sin Po Indonesia yg belakangan ganti nama menjadi
Warta Bhakti), wakil ketua adalah Kwa Kay Twan, Sekretaris I adalah Kwik
Kian Gie (Kini jadi salah satu Wk Ketua PDI-P), <br>
Sekretaris II adalah Tan Kwat Tiam. Bendahara .... lupa namanya. Selain
Kwa Sien Biauw, mantan pengurus Pusat periode 1955-1958 itu semuanya masih
hidup.</p>
<p>Saya dan Tan Siang Joe kemudian membentuk PPI Cabang Tamansari, kemudian
berkembang menjadi<br>
PPI Cabang Jakarta Timur Laut, terakhir berfusi dgn PPI cabang Jakarta Kota
yg diketuai oleh Tjia Han<br>
Giam, terbentuklah PPI Cabang Jakarta yg diketuai oleh Tan Siang Joe, Wk
ketua Tjia Han Giam dan<br>
Sekretaris I : Thio Keng Bouw. Bendahara : Anna Tjoa. Tahun 1957 Tan Siang
Joe dan Anna Tjoa<br>
menikah, kemudian meletakkan jabatan. Jabatan Ketua PPI Jakarta dijabat oleh
Ban Po Khiong<br>
yg sebelumnya adalah aktivis Ikatan Pelajar JPP (Pa Hua) yg terkemuka.</p>
<p>Atas inisiatip Ban Po Khiong, PPI Jakarta ikut serta dgn aktif dalam Pekan
Pemuda Seluruh Indonesia<br>
yg ke-I di Surabaya, Maret 1957 yg diusulkan oleh Presiden RI Sukarno.
Kemudian aktif pula sebagai delegasi<br>
Indonesia ke Festival Pemuda Indonesia ke-6 di Moskow pada tahun 1957 itu
juga. Mulai itu, nama PPI<br>
mulai dikenal oleh organisasi2 Pemuda di Indonesia, sebagai salah satu organisasi
yg mewakili Pemuda etnis<br>
Tionghoa, yg aktif bergerak dibidang kesenian dan olahraga.</p>
<p>Atas usul dari PPI Jakarta dan PPI Surabaya, Kwa Khay Twan dan Tan Kwat
Tiam menerima usul untuk<br>
melangsungkan Kongres ke-I PPI seluruh Indonesia. Kongres ini dilangsungkan
di Prigen Jawa Timur,<br>
pada awal Januari 1958, dan dihadiri oleh utusan dari 11 Cabang yg membentuk
PPI di kota Bandung<br>
tahun 1955 itu. Kongres telah mendapat bantuan moril dan materil dari Nyoo
Soen Hian, ketua Baperki<br>
Jawa TImur, yang telah memberikan villanya di Prigen untuk tempat penginapan
dan sidang2 Kongres.<br>
Nyoo Soen Hian adalah sahabat karib dari penasihat utama PPI Siauw Giok
Tjhan.</p>
<p>PPI Jakarta telah mengutus Ban Po Khiong dan Thio Keng Bouw sebagai anggota
resmi yg mewakili<br>
Cabang Jakarta, dan memutuskan juga Gani Pinatabrata dan Lim Beng Hoey
(mantan PPI Jakarta<br>
Tengah, salah seorang delegasi Pemuda Baperki Jakarta yg ikut dalam pembentukan
PPI di Bandung).,<br>
sebagai peninjau.<br>
</p>
<p>. Kongres telah memilih pengurus barunya sbb: Ketua Umum: Tan Kwat
Tiam. Wk Ketua: Ban Po Khiong. Sekretaris I: Ong Teng Tjin. Sekretaris
II: Gani Pinatabrata. Bendahara: Thio Keng Bouw.<br>
Seksi Wanita : Vera Tobing (putri mantan menteri F.L. Tobing). Seksi Organisasi
: S. Rachman. Seksi Pene-<br>
rangan: A Syarifuddin. Seksi Pendidikan: Tan Siang Joe. </p>
<p>September 1958, Thio Keng Bouw karena melanjutkan studinya ke Bandung,
telah meletakkan jabatannya<br>
di PPI Pusat yg berkedudukan di Jakarta. Kemudian bersama Khouw Siang Hok
membentuk PPI Cabang<br>
Bandung pada Februari 1959. Mulai saat itu, Bandung sebagai kota kelahiran
PPI akhirnya memiliki cabangnya sendiri. Yg kemudian berkembang menjadi
cabang PPI yg memiliki armada keseniannya<br>
yang terkuat di PPI, dan satu2nya PPI yg memiliki Sekolah Musyawarah (tingkat
SMA) pada tahun 1962.<br>
Khouw Siang Hok yg asalnya sebagai ketua seksi kesenian PPI Jakarta, dalam
perkembangannya, menunjuk-<br>
kan kemampuannya yg hebat dlm mengembangkan seksi kesenian dan seksi pendidikan
PPI cabang<br>
Bandung. Ini yg membawa dirinya ke bangku ketua Umum PPI Pusat pada tahun
1964.<br>
</p>
<p>Kongres ke-2 PPI dilangsungkan di Semarang pada Maret 1959, yg memilih
Go Yam Hok (yg jabatan resmi ketika itu adalah Sekretaris II Baperki Pusat)
menjadi Ketua Umum PPI Pusat. Kongres dihari oleh utusan dari 20 Cabang.
nama pengurus lainnya sudah lupa sama sekali.<br>
</p>
<p>Ban Po Khiong yg marah karena namanya dirusak oleh wartawan harian Republik
(organ Baperki) telah mengadakan Kongres Luar Biasa PPI di Semarang pada
Juli 1959, Kongres Luara Biasa cuma berlangsung 2 jam saja, karena usul
dari wakil Bandung Thio Keng Bouw telah diterima secara bulat , bahwa Kongres
ini tidak sah karena tidak memenuhi Pasal2 Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga PPI. Go Yam Hok yg semula duduk menunggu di luar sidang, dipanggil
masuk, kemudian secara resmi mengumumkan akan mengadakan Kongres ke III
PPI di Jakarta pada Oktober 1959 itu juga, demi menjaga persatuan seluruh<br>
anggota PPI. </p>
<p>Kongres ke-III PPI dilangsungkan di Jakarta dan dihadiri oleh utusan
dari 15 Cabang. Kongres telah memilih So Sik Hoe (juga wakil Sekertaris
Baperki Pusat) sebagai ketua Umum yg baru. Nama pengurus lainnya<br>
juga sudah lupa sama sekali. </p>
<p>Kongres ke-IV PPI dilangsungkan pada Juli 1961 di Bandung, yg dihadiri
oleh utusan dari 20 cabang. Kongres telah memilih Nyoo Hwie Tjhing sebagai
Ketua Umum yg baru (Nyoo juga resminya sebagai wakil Sekretaris Baperki
Pusat), Tapi Nyoo yg tidak hadlir dalam Kongres kemudian menyatakan tidak
bersedia jadi Ketua Umum, karena belum pernah dimintai persetujuannya. Pimpinan
utama PPI Pusat untuk<br>
sementara dijabat oleh Wk ketua Tan Djong Tjwan dan Sekretaris I Saoed Soerjono.
Kekosongan jabatan Ketua Umum ini berlangsung sampai tahun 1964, karena
dalam tahun itu telah dilangsungkan Konperensi Nasional PPI, yakni sidang
Pengurus Pusat yg diperluas dgn utusan2 dari Pengurus Daerah (Propinsi).
Khouw Siang Hok sebagai Ketua PPI Jawa Barat telah dipilih sebagai Ketua
Umum yg baru, dengan catatan akan disahkan oleh Kongres PPI ke-V di Jakarta,
10 Oktober 1965 yad. <br>
</p>
<p>Kongres ke-V PPI direncanakan akan dilangsungkan di Jakarta pada 10 Oktober
1965. Kongres ini tidak jadi dilangsungkan karena meletusnya G30S dan
Gestok. Pada 6 Oktober 1965, Front Pemuda Indonesia Pusat telah mengeluarkan
keputusannya untuk memecat PPI dari keanggotaannya, Karena selama 1963-1965,
PPI Pusat, dalam Front Pemuda selalu menjadi sekutu dari Pemuda Rakyat
dan CGMI serta IPPI. yg dikenal sebagai onderboiuw dari PKI. Pada tgl
27 September 1965, saya meninggalkan Indonesia menuju RRT, sebagai anggota
Delegasi Front Pemuda Pusat, yg mendapat undangan dari Gabungan Pemuda Seluruh
Tiongkok untuk menghadiri Ultah ke-16 RRT di <br>
Peking (Beijing). Anggota Delegasi Front Pemuda Pusat itu teridiri dari
9 wakil pemuda dari 9 Partai yg ada ketika itu, Pemuda Demokrat (PNI),
Pemuda Anshor (NU), Pemuda Rakyat (PKI), Pemuda Indonesia (Partindo), Pemuda
Katholik (Partai Katholik), Pemuda Kristen (Parkindo), Pemuda Muslimin
(PSII), Pemuda Perti (Perti), Pemuda Pancasila (IPKI). Kemudian ditambah
lagi dgn wakil2 dari GMNI, GMKI, CGMI, APPI, PPI Puteri dan PPI (Permusyawaratan
Pemuda Indonesia) , total jenderal 15 anggota. Ketika kegiatan PPI di
Indonesia praktis sudah behenti setelah 1 Oktober 1965, di Tiongkok , 15
anggota Delegasi Front Pemuda tsb masih bersatu, masih melantangkan lagu
Nasakom Bersatu yg populer ketika itu, sampai 6 Oktober mulailah agak kisruh
hubungannya, tidak intim lagi, setelah ramai2 mendengarkan siaran RRI Jakarta
yg mengumumkan dipecatnya semua ormas pemuda yg dianggap sebagai onderbouw
PKI. dari keanggotaan Front Pemuda. </p>
<p>PPI sebagai anak kandung Baperki, yg selama 10 tahun diasuh langsung oleh
Siauw Giok Tjhan, mengalami nasib yg sama seperti Baperki, dihancurkan
oleh Suharto pada tahun 1965. Tokoh2nya yg tidak keburu lari bersembunyi,
meringkuk di penjara. Kwik Kian Gie sebagai salah seorang pendiri PPI, sejak
1957 sudah non aktif karena melanjutkan studinya ke Holland. Kwa Sien Biauw
tidak hadir dlm Kongres ke-I PPI di Prigen, bahkan mengajukan usul tertulis
agar PPI dibubarkan karena sudah berubah menjadi Perkumpulan Pancing Ikan.
Speda trip dan tari-menari. Tan Kwat Tiam sebagai wartawan Sin Po ditekan
oleh Kwa untuk meletakkan jabatannya, dan juga tidak hadir dalam Kongres
ke-II PPI, seterusnya non aktif. Kwa Kay Twan menyatakan di Prigen tak
bersedia aktif lagi di PPI karena kesibukannya di Perhimi. Ban Po Khiong
pada 1962 dipecat dari PPI terus studi ke Moskow hingga kini, Ong Teng Tjin
meninggal karena sakit. Go Yam Hok dan So Sik Hoe juga sudah meninggal
dunia, begitu pula dgn Kwa Sien Biauw. Tan Djong Tjwan<br>
dan Saoed Soerjono meninggal karena sakit. Gani Pinatabrata tak kedengaran
lagi namanya.. Nyoo Hwie Tjhing masih hidup di Indonesia, Khouw Siang
Hok masih hidup di Jerman . Thio Keng Bouw masih hidup di Hongkong. Tan
Swie Ling dan Lay Oen Koei masih hidup di Jakarta. </p>
<p>Sampai hari ini, bekas tokoh2 PPI belum pernah re-Unie untuk menyimpulkan
pengalaman2nya, semuanya sibuk dgn kegiatan2 rutin masing2 <br>
tapi sudah mulai ada kontak2 pribadi untuk menulis pengalaman masing2 Sebagai
bahan refrensi buat pemuda etnis Tionghoa Indonesia yg masih bersemangat
untuk meneruskan perjuangan mereka di masa lalu. </p>
<p>Hongkong, 16 Juni 2001. Ditulis oleh Thio Keng Bouw , Sekretaris
I PPI Jakarta 1955-1957, Bendahara PPI Pusat 1958-1959, Wk Ketua PPI Bandung
(1959-1964), Ketua PPI Bandung (1964-1965), Wk Ketua PPI<br>
PPI Jawa Barat (1964-1965). anggota Pleno PPI Pusat 1959-1965,.</p>
<p>Disempurnakan pada awal November 2002.<br>
</p>
</font></div>
</body>
</html>
--------------040208080305000702050209--