From nasional@polarhome.com Sat Oct 19 01:00:15 2002 From: nasional@polarhome.com (didonk) Date: Sat Oct 19 00:00:15 2002 Subject: [nusantara](no subject) Message-ID: <00d501c2738d$8297e1d0$42c83aca@foofight3r> ----------------------------------------------------------------------- Mailing List "NASIONAL" Diskusi bebas untuk semua orang yang mempunyai perhatian terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. ----------------------------------------------------------------------- BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH ----------------------------------------------------------------------- > BERSATU MENGALAHKAN TEROR! > Oleh Bismo DG > > Serangan bom di Bali dan Manado tadi malam jelas membuktikan bahwa > terorisme nyata-nyata ada dan berkembang di Republik Indonesia, > ditengah terjerembabnya negeri, bangsa dan negara kita sebagai akibat > pemerintahan orba yang lalu. Keterpurukan, dibarengi oleh > serangkaian konflik berdarah dengan berbagai latar belakang, serta pula > gerakan separatisme yang telah lama mengambil bentuk > kekerasan dan menimbulkan banyak korban, kini ditambah dengan kenyataan > kekejaman teror yang bak senjata bermata ganda. > > Disatu pihak melihat sasaran serta lokalitas serta "susunan" > korbannya, kekejaman yang di > pulau Bali menurut berita terkini mengambil nyawa 182 orang, > kebanyakan wisatawan asing, serta melukai ratusan orang lainnya, nampaknya > ditujukan kepada "sasaran Barat". > > Dilain pihak Pulau Dewata yang dijadikan ajang pembantaian menandakan > bahwa Republik Indonesia kelihatannya ingin "dihukum" karena sikap > tegar serta bijak pemerintahnya, yang tidak ingin begitu saja ikut mengutuk > salah satu fihak dalam belantara politik sejagad yang akhir- > akhir ini penuh sarat dengan kekerasan serta mungkin akan lebih meruncing > lagi. > > Nampaknya ada fihak yang ingin menghukum RI karena politik > luar negerinya yang kembali dalam garis besarnya pada prinsip non-blok > seperti dalam pemerintahan Bung Karno dulu. (Namun oleh sementara kalangan > ditafsirkan sebagai "terlalu dekat dengan Barat"). > > Ini dibarengi dengan berita mengenai rencana asasinasi terhadap diri > Presiden RI Megawati Soekarnoputri, yang oleh cukup banyak kalangan > di RI nampak sangat diremehkan. > > Dalam situasi dan kondisi yang teramat sulit ini hendaknya negeri, bangsa > dan negera NKRI bersatu membantu seluruh jajaran kenegaraan, > yaitu lagislatif, pemerintah serta yudikatif, serta segenap alat negara, > untuk menciptakan suasana tenang, tidak panik, namun supaya > seluruh jajaran alat penegak hukum (law enforcement forces) dapat dengan > cepat, teliti, konsisten dan tegas melacak para pelaku serta semua > sarana kekuatan manusia serta logistiknya. > > Apakah teror yang menggebu itu hanya bersifat domestik ataupun antar-bangsa, > tindak kekerasan ini harus dihentikan. Untuk itu patut > diserukan supaya jajaran kenegaraan RI tidak usah ragu bekerjasama dengan > pihak-pihak mancanegara yang mengulurkan tangan untuk membantu > menghentikan terorisme itu, apalagi dengan adanya sejumlah signal bahwa > tindakan ini empunya "trade mark" gerakan global. > > Memaksimumkan upaya mengalahkan terorisme ini harus dilaksanakan tanpa > mengurangi kebebasan sipil, HAM serta hak-hak demokratis > lainnya. > > Sebaliknya perlu diwaspadai berbagai upaya yang berselubung hak-hak > diatas itu untuk mengkoyak-koyak NKRI, yang ujung- > ujungnya mempunyai bentuk dan modus operandi yang mirip, sangat bermuatan > kekerasan, serta bertujuan menghancurkan Republik Indonesia > supaya mudah didominasi oleh kekuatan modal mondial ataupun oleh > ekstremisme abad pertengahan. > > Wahai, bangsaku: Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh! > > Patria o Muerte. Venceremos! (Tanah Air Atau Mati. Kita Akan Menang!) > xxxxxxxxxxxxxx > *penulis adalah Warga Negara Indonesia, tinggal di Praha, Cekozlovakia, aktif menulis di mailing list nasional.