[Marinir] Sekitar 40 Kendaraan Umum di Aceh Dibakar
Hong Gie
marinir@polarhome.com
Sat, 2 Aug 2003 12:17:34 +0700
KCM
Jumat, 01 Agustus 2003, 9:55 WIB
Dua Bulan Terakhir
Sekitar 40 Kendaraan Umum di Aceh Dibakar
Banda Aceh, Jumat
Sekitar 40 unit kendaraan umum truk angkutan barang dan mobil penumpang dari
berbagai jenis, telah dibakar kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
dalam dua bulan terakhir di sejumlah ruas jalan di Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam (NAD).
"Aksi kejahatan di jalan raya dengan membakar kendaraan angkutan barang dan
penumpang tersebut, telah dampak pada terganggunya aktifivas transportasi
darat," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NAD Usman Budiman di Banda
Aceh, Jumat (1/8).
Namun ia tidak mengetahui jumlah kerugian akibat pembakaran sekitar 40 unit
armada angkutan barang dan orang oleh GAM selama dua bulan pelaksanaan
darurat militer di provinsi berpenduduk sekitar 4,2 juta jiwa tersebut.
"Saya tidak tahu jumlah kerugiaanya, namun pembakaran armada truk dan bus
penumpang itu telah berdampak pada terganggunya transportasi darat di Aceh,"
ujar Usman Budiman.
Arus transportasi darat lintasan Banda Aceh-Medan (Sumatera Utara) hingga
hari ke-74 pelaksanaan operasi terpadu di NAD, masih dilakukan pengawalan
ketat aparat keamanan guna mengantisipasi aksi pembakaran dari pihak
pemberontak.
Dia menyebutkan selain transportasi darat, pemerintah telah menyediakan satu
unit kapal jenis Ro-Ro untuk melayani mobil penumpang dan truk angkutan
barang rute Banda Aceh-Lhokseumawe-Medan pulang pergi.
Di samping itu, kata Usman Budiman, jasa angkutan udara yang sebelumnya
hanya dilayani dua kali/hari penerbangan oleh pesawat Garuda rute Banda
Aceh-Medan-Jakarta, kini juga mulai teratasi setelah penambahan frekuensi
penerbangan dua pesawat swasta (Jatayu dan Kartika Airlines).
Khusus untuk angkutan penumpang udara dalam Provinsi NAD, pemerintah
juga telah meminta agar pesawat perintis SMAC dapat menambah frekuensi
penerbangan Banda Aceh-Meulaboh (Aceh Barat)-Tapaktuan (Aceh Selatan),
Kota Sabang dan Pulau Simeulue dari tiga kali menjadi enam kali seminggu.
(Ant/nik)