[Marinir] TNI Tembak Mati Panglima Sagoe Bakongan

Hong Gie marinir@polarhome.com
Tue, 5 Aug 2003 19:12:52 +0700


KCM.
Selasa, 05 Agustus 2003, 18:33 WIB

TNI Tembak Mati Panglima Sagoe Bakongan

Lhokseumawe, Selasa
Pasukan TNI dari tim-1 KIMA Yonif 511 menembak mati Panglima Sagoe Gerakan
Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, atas nama Tgk.
AM, dalam suatu penyergapan ke markas kelompok  tersebut, Selasa (5/8).
Juru Bicara Koops TNI Letkol CAJ Ahmad Yani Basuki kepada wartawan di
Lhokseumawe, Selasa, mengemukakan, pada penyergapan yang dipimpin Sertu
Teguh Waluyo berhasil menyita sepucuk senjata api jenis M-16 A1, 28 butir
amunisi, empat magazen.
Kemudian, pada hari yang sama di Kabupaten Bireuen telah terjadi kontak
tembak sejak pukul 06.30 WIB antara tim gabungan TNI dari Cakra dan tim
Parako dengan anggota pemberontak GAM di Desa Pulo U, Kecamatan Matang
Glumpang. Hingga pukul 16.00 WIB pertempuran masih berlangsung, dan belum
diketahui adanya korban dari kedua pihak, kata Yani.
Sementara itu, selama hari Senin (4/8) telah terjadi delapan kejadian baku
tembak dan penyergapan yang dilakukan anggota TNI, yang mengakibatkan tiga
anggota GAM tewas dan 12  lainnya tertangkap, serta dua orang menyerahkan
diri. TNI juga berhasil menyita sepucuk senjata api laras panjang jenis AK,
sepucuk pistol, sebuah granat Korea, dan 20 buah granat M-203.
Disebutkan, sepanjang hari Senin tersebut telah terjadi empat kejadian
kontak tembak antara pasukan TNI dengan anggota GAM yang terjadi di tiga
kabupaten, yakni Aceh Timur, Aceh Utara, dan Kabupaten Aceh Jaya. Di Aceh
Timur, terjadi kontak tembak antara pasukan TNI dari Satgas Mobil-1
Yonif-621 pimpinan Letda Inf  Martono dengan anggota GAM berkekuatan 20
orang bersenjata campuran di Kecamatan Peurelak.
Pada peristiwa tersebut mengakibatkan dua anggota GAM tanpa identitas tewas
dan disita sepucuk AK-47, dua magazen , 40 butir amunisi dan 30 karung beras
(masing-masing 20 Kg). Peristiwa di Aceh Utara, Tim Sus-1 Yonif Linud 501
pimpinan Sertu Suparman kontak tembak dengan anggota GSA bersenjata campuran
di Kecamatan Dewantara, namun tidak ada korban jiwa dari kedua pihak.
Selanjutnya di Aceh Jaya, telah terjadi baku tembak antara tim Cakra-3
pimpinan Letda Inf. Sugeng dengan anggota GAM di Desa Gunung Sawa Kreung,
Kecamatan Kreung Sabee, yang mengakibatkan satu anggota GAM tertangkap, atas
nama Dedi Anwar (28). Pada kejadian itu, TNI berhasil menyita enam unit
sepeda motor milik anggota GAM yang merupakan hasil rampasan.
Masih di Aceh Jaya, telah terjadi kontak tembak antara pasukan TNI tim
Cakra-34 pimpinan Sertu Ratmanto dengan anggota GAM di Desa Sawa Kreung,
Kecamatan Keung Sabee, dan sembilan  anggota GAM ditangkap serta dari mereka
disita satu sepeda  motor, kata Ahmad Yani.
Selanjutnya, di Aceh Timur tim gabungan TNI terdiri dari tim Kujang Yonif
315/GRD, Satuan Intel Kota Bakti dan Koramil 09/MTR melakukan penyergapan ke
markas GAM di Kecamatan Mutiara Barat, Aceh Timur. Pada kejadian tersebut
seorang anggota GAM tewas antas nama Martona (21) dan disita sepeda motor,
tiga butir amunisi pistol, sebuah loga dan bendera GAM.
Kemudian pasukan TNI tim Gabungan Kima dan tim Sus Yonif-433/JS pimpinan
Serka Hendri menangkap seorang anggota GAM atas nama M. Diah (5) dengan
jabatan kepala Lembaga Pemasyarakatan GAM di sebuah desa, Aceh Timur.
Setelah diinterogasi tersangka menunjukkan tempat penyimpanan senjata, yakni
sepucuk pistol colt, sebuah magazen, lima butir amunisi pistol, sebuah
granat Korea, 20 buah granat M-203, 762 butir amunisi Ak-47, dan 2.955 butir
amunisi SS-1 dan M-16 A1, ujar Yani. Selanjutnya, dua anggota GAM, yakni
Abdul Munir (25) dan Abubakar (22)  menyerahkan diri kepada Pos Puma-7 dan
os Jaguar Satgas Pam Obvitnas di Kecamatan Blang Mangat, Aceh
Utara.(Ant/nik)