[Marinir] Fw: Perayaan HUT RI Sekses di Seluruh NAD

Hong Gie marinir@polarhome.com
Wed, 20 Aug 2003 02:13:51 +0700


----- Original Message -----
From: GY (by way of Wahana <wahana@centrin.net.id>)
To: agw8@cbn.net.id ; hava@indo.net.id ; adipur@indo.net.id ;
Jeremy_cg@telkom.net ; progressif@justice.com ; Andree Feillard : ;
dedisupriadi@yahoo.com ; ditaburuh@yahoo.com ; sulastomo@indo.net.id ;
oetojo@indosat.net.id ; oemar@worldonline.nl ; dpp@partai-gib.or.id ;
erk_39@hotmail.com ; amrin@harmono.de ; Haryo ; kmpd_acheh@yahoo.co.uk ;
hinggilbsw@hotmail.com ; mastju@cbn.net.id ; isnu3@yahoo.com ;
kidyoti@centrin.net.id ; winters@northwestern.edu ;
judithsantoso@hotmail.com ; Karlina Leksono ; kkg@indo.net.id ;
maharani235@yahoo.co.uk ; frans prayoga ; poedjos2000@yahoo.com ;
rini@elsam.or.id ; jatijati@hotmail.com ; remyleimena@hotmail.com ;
frs@mkdgroup.com ; rinapanji@yahoo.com ; Stanley Adi Prasetyo ;
ellawarrouw@yahoo.com ; nuraga@everyday.com ; suryo@bppn.go.id ;
syarikat@indosat.net.id ; resiindra@yahoo.com ; ppbi@indo.net.id ;
tossi.santoso@mw.nl ; sochvn@nus.edu.sg
Cc: batara_rh@hotmail.com ; BA16@cornell.edu ; ngadi.s_pakorba@plasa.kom ;
syeikhi@yahoo.com ; cim5jak@yahoo.com ; wahonoc@yahoo.com ;
budi_arti@walhi.or.id ; wihan55@yahoo.com ; reksoprodjo@lycos.com ;
dkpoespa@yahoo.com ; ouwehoer@centrin.net.id
Sent: Wednesday, August 20, 2003 12:55 PM
Subject: Perayaan HUT RI Sekses di Seluruh NAD




http://indomedia.com/serambi/2003/08/180803h9.htm


HIDUP RAKYAT ACEH YANG KIAN MENJAUHI KELOMPOK SEPARATIS
YANG MENAMAKAN DIRI "GERAKAN ACEH MERDEKA"

PDMD :

Perayaan HUT RI Sukses di Seluruh NAD


BANDA ACEH - Penguasa Darurat Militer Daerah Propinsi Nanggroe Aceh
Darussalam (PDMD NAD), Mayjen TNI Endang Suwarya menyatakan perayaan HUT
ke-58 Proklamasi Kemerdekaan RI di seluruh wilayah di Aceh berjalan lancar
dan sukses.

"Pelaksanaan HUT Proklamasi 17 Agustus 2003 itu berjalan lancar sampai ke
pelosok-pelosok desa, dengan persiapan-persiapan yang cukup bagus," katanya
upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Banda Aceh,
Minggu.

Menurut dia, perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 2003 itu
disambut dengan gembira dan masyarakat merayakannya secara serentak.

"17 Agustus merupakan peristiwa sakral, sumpah setia kita dengan bersatu
padu sebagai mengikat dalam bingkai NKRI. Itu yang membanggakan kita di
Aceh. Meski daerah ini sedang dilanda konflik, masalah kesadaran bela negara
cukup baik dan itu harus kita hidupkan terus," kata dia.

Mayjen TNI Endang Suwarya yang juga Pangdam Iskandar Muda menjelaskan bahwa
sampai saat ini tidak ada gangguan keamanan jika dibandingkan dengan
perayaan tahun-tahun sebelumnya yang diramaikan oleh bom.

Dia juga menyatakan menyambut baik fatwa Majelis Pertimbangan Ulama (MPU)
tentang dukungan para ulama terhadap pelaksanaan operasi terpadu di propinsi
berpenduduk sekitar 4,2 juta jiwa itu.

"MPU menyatakan mendukung operasi terpadu dan mengingatkan kita juga bahwa
teror-teror, penculikan dan pembakaran adalah haram hukumnya. Para ulama
juga mengingatkan agar Syariat Islam segera ditegakkan secara kaffah,"
ujarnya.

Para ulama juga mengingatkan para pemberontak gerakan Separatis Aceh (GSA)
supaya menghentikan tindakan teror, intimidasi dan pembakaran serta
penculikan karena itu haram, kata Endang.

Sementara itu, Kapolda NAD Irjen Polisi Bachrumsyah Kasman menyatakan bahwa
situasi keamanan di daerah Serambi Mekah itu kondusif. Kapolda mengakui
beberapa hari lalu ada pihak-pihak dari kelompok GSA mencoba menyusup
melakukan kekacauan, namun dapat ditangkap aparat keamanan.

Sementara itu, perayaan HUT ke-58 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2003, Minggu, di
wilayah "hitam" (banyak gangguan Gerakan Separatis Aceh/GSA) di Kabupaten
Aceh Besar, berlangsung meriah dan lancar.

Dilaporkan, pelaksanaan upacara peringatan detik-detik Proklamasi
Kemerdekaan RI di sejumlah kecamatan, seperti Kuta Baro, Lambaro, Simpang
Tiga dan Darul Imarah berlangsung aman dan lancar tidak ada gangguan
keamanan.

Masyarakat dengan antusias berbondong-bondong menghadiri lapangan upacara
meskipun sebelumnya mereka mendapat ancaman dari kelompok GSA.

Empat kecamatan itu selama ini disebut sebagai wilayah hitam, karena paling
banyak gangguan kelompok GSA, namun akhir-akhir ini kondisi keamanan di
wilayah itu relatif aman karena aparat TNI sering melakukan patroli dan
mengejar anggota GSA.

Usai upacara, warga masyarakat juga menyaksikan hiburan rakyat dan lomba
gembira seperti panjat pinang, sepak bola gembira yang pemainnya menggunakan
sarung.

Selain itu, juga diadakan pawai keliling jalan-jalan utama di kecamatan yang
diikuti peserta upacara dari kalangan pelajar dari SD sampai SMU dengan
diiringi drum band.

Sementara itu, pasukan TNI dan Polri melakukan pengamanan di setiap sudut
jalan desa selama upacara bendera, sehingga pelaksanaan upacara berjalan
aman tidak ada gangguan dari GSA.

Menurut salah seorang warga, peringatan HUT Kemerdekaan RI pada tahun ini
merupakan yang paling meriah. Selama empat tahun terakhir ini, peringatan
seperti itu tidak pernah dilaksanakan karena mendapat ancaman dari kelompok
GSA.

Warga desa menyatakan sudah tidak takut lagi untuk merayakan dan
memperingati HUT RI, karena anggota GSA sudah banyak yang lari ke gunung,
sehingga mereka tidak mengganggu warga yang ingin melakukan aktivitas
sehari-hari.

Sementara itu, Satgas Penerangan Yonif 312/Kala Hitam, Kapten Inf. Harlan
menyatakan pelaksanaan upacara dan perayaan HUT RI di Kecamatan Darul Imarah
dan Simang Tiga berjalan lancar, karena pasukannya telah jauh-jauh hari
melakukan pengamanan. Yonif 312 kini membuat pos-pos keamanan di sejumlah
desa di beberapa kecamatan di Aceh Besar.

Harlan menyebutkan, Kecamatan Darul Imarah dan Simpang Tiga merupakan
wilayah hitam karena para gembong GSA daerah itu masih ada berkeliaran di
kawasan pegunungan.

"Para gembong GSA tidak berani turun ke desa lagi, karena masyarakat akan
segara melaporkan keberadaan mereka kepada pasukan TNI," ujarnya.

Meskipun dua kecamatan tersebut termasuk wilayah hitam, masyarakat sudah
tidak takut lagi untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI, karena aparat TNI
hampir setiap hari melakukan patroli ke desa-desa, kata Harlan.

Harlan menyatakan, peringatan HUT RI di kecamatan tersebut merupakan yang
pertama sekali dilakukan sejak hampir lima tahun terakhir karena warga
masyarakat setempat diganggu GSA. (kan/ant)



http://indomedia.com/serambi/2003/08/180803h5.htm


Pimpinan Daerah Berjoget dengan GAM


BANDA ACEH - Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh, Mayjen TNI Endang
Suwarya, Gubernur Prov NAD Ir H Abdullah Puteh, Kapolda NAD Irjen Pol Drs
Bachrumsyah, Dan Lanud Iskandarmuda Letkol (P) Nazirsyah, serta Dan Lanal
Sabang Kolonel (P) Erman Amir, kemarin petang (17/8) berjoget ria dengan
ratusan tahanan GAM di Lembaga Pemasyarakatan Banda Aceh.

Sedikitpun tak terlihat rasa benci ataupun dendam dari para tahanan GAM itu,
mereka berebutan untuk berpasangan dengan Pangdam Iskandarmuda, Gubernur,
dan Kapolda, Dan Lanudsert, serta Dan Lanal. Bahkan, terlihat para tahanan
saling tarik menarik untuk dapat berjoget dengan kelima pejabat yang kini
sedang melaksanakan operasi terpadu di Aceh tersebut.

Alunan suara merdu dari dua biduanita putri Aceh diiringi musik keybord yang
mengalunkan lagu dangdut Aceh "Jak Bak Dukon" yang masih ngetop sejak tahun
2001. Hentakan suara musik ditambah goyang dari dua biduanita Putri Aceh,
membuat suasana joget semakin panas.

Para tahanan GAM yang berjoget itu, umumnya masih usia muda dan beberapa di
antaranya berusia setengah baya, juga ikut turun ke lantai bergoyang ria,
mengikuti irama musik dangdut tersebut.

Suasana waktu itu, terlihat seperti sebuah keluarga besar yang sangat
harmonis. Mereka saling tawa, saling senyum sambil bergoyang mengikuti irama
musik, bersama-sama menghibur diri dalam perayaan ulang Tahun RI ke 58.

Joget Ria itu berawal, ketika seorang karyawan LP atas nama para tahanan GAM
meminta Kapolda NAD Irjen Pol Drs Bachrumsyah untuk menyumbangkan sebuah
lagu. Kapolda memang tampil ke depan, namun ia meminta dua biduanita Aceh
yang diundang untuk memeriahkan acara pemberian remisi di LP tersebut, untuk
dapat membawakan lagu untuk menggantikan dirinya.

"Saya yakin kalian semua selama berada di LP ini, pasti merasa kesepian.
Untuk menghilangkan kesepian itu, saya minta kedua adik putri Aceh ini untuk
mengalunkan lagu yang merdu, saya yakin kalian pasti senang," ujar Kapolda
seraya mempersilakan kedua biduanita tersebut.

Begitu lagu yang dibawakan berjudul "Jak Bak Dukon" semua tahanan bertepuk
tangan. Ketika musik mulai didendangkan, beberapa tahanan GAM meninggalkan
tempat duduknya langsung berjoget mengikuti irama dari lagu dangdut Aceh
tersebut. Ternyata lagu yang dibawakan itu, hampir semua tahanan bisa
menyanyikannya secara serentak.

Hentakan musik dangdut dari sound system yang bagus, ternyata memancing
Gubernur NAD Ir H Abdullah Puteh turun untuk berjoget dengan beberapa para
tahanan GAM yang telah duluan ikut berjoget.

Suasana semakin panas, apalagi Abdullah Puteh yang sejak pagi hari
mengenakan seragam upacara HUT RI, celana dan baju putih ditambah topi hitam
berlambangkan burung Garuda, tak disangka dia juga jagonya berjoget.

Melihat lincahnya Abdullah Puteh berjoget berganti pasangan dengan para
tahanan GAM, ternyata Pangdam Iskandarmuda dan Kapolda NAD yang duduk
berdampingan, serentak saling menarik untuk ikut ambil bagian dalam joget
ria itu.

Melihat Pangdam dan Kapolda sudah berjoget, ternyata memancing semua tahanan
GAM untuk ikut ambil bagian dalam joget ria itu. Sehingga suasana waktu itu
persis seperti sebuah keluarga besar yang sedang mengadakan hajatan.

Seusai lagu itu dilantunkan, semua para tahanan GAM berebutan bersalaman
dengan penguasa Aceh tersebut. Suasananya penuh keakraban antara bapak
dengan anaknya yang telah lama saling merindukan, dan baru kali ini ketemu
di tempat tersebut.

Remisi

Kedatangan Gubernur NAD didampingi Pangdam Iskandarmuda, Kapolda NAD, Kajati
NAD, Ketua Pengadilan Tinggi, Ketua DPRD NAD, Kakanwil Kehakiman NAD serta
sejumlah Kadis terkait, untuk mengikuti acara pemberian remisi kepada
seluruh Napi di LP kelas IIA Banda Aceh.

Di LP Banda Aceh saja, ada 59 Napi yang mendapatkan remisi antara 1 bulan
sampai 6 bulan. Sedangkan untuk Napi di seluruh LP, rumah tahanan dan cabang
rumah tahanan negara di Provinsi NAD yang mendapatkan remisi jumlahnya
mencapai 331 orang. Mereka mendapatkan keringanan hukuman antara 1 sampai 6
bulan. Mereka yang mendapat remisi itu, umumnya dinilai karena dinilai
berbudi pekerti baik dan menyesali atas perbuatan yang pernah dilakukannya.

Pada kesempatan itu, seluruh tahanan GAM menyatakan menyesal dan tertipu
dengan GAM yang dipimpin Hasan Tiro. "Apakah kalian masih yakin, bahwa Aceh
akan merdeka, apalagi dikatakan hanya menunggu sebatang rokok, seperti yang
dikatakan Hasan Tiro," tanya Gubernur Abdullah Puteh.

"Tidak, kami menyesal. Kami tidak mau ikut lagi. Kami ditipu," kata seluruh
tahanan GAM serentak. "Saya yakin apa yang kalian sampaikan itu. Tapi
percayalah, sampai kapanpun Provinsi Aceh tidak akan pernah lepas dan
masyarakat Aceh tidak akan mau lepas dari NKRI," tegas Abdullah Puteh.

Dalam kunjungannya ke LP Banda Aceh itu, Gubernur memberikan bantuan berupa
300 kain sarung, rokok dan roti kaleng yang dibagi- bagikan kepada seluruh
penghuni di LP tersebut. (kan)



http://indomedia.com/serambi/2003/08/180803h3.htm


Ledakan di Lhoksemuwe

Lima Korban Terluka


BANDA ACEH - Ledakan kuat terjadi tadi malam sekitar pukul 21.15 WIB di
depan PT Berdikari, Jalan Merdeka Lhokseumawe, sekitar 100 meter dari depan
lapangan Hiraq. Tercatat lima warga yang sedang berada di tempat itu
mengalami luka serius dan kini mendapat perawatan di Rumah Sakit Kesrem
011/Lilalwangsa Lhokseumawe.

Pada malam itu, suasana di sekitar ledakan cukup ramai dikunjungi warga.
Sebab sekitar 100 meter dari tempat kejadian, berlangsung hiburan rakyat
dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 58 di lapangan Hiraq.

Kelima korban yang mengalami luka serius akibat terkena pecahan bom itu,
masing-masing Matdin (25), supir Direktur sekolah STAIM, Muzakir (25), Budi
(25), Marwati (33), dan Junaidi (28). Seluruh korban adalah penduduk Kota
Lhokseumawe.

Sebuah mobil sedan BK 1982 FI yang sedang berada di dekat lokasi ledakan,
bannya pecah terkena serpihan.

Tak berapa lama setelah terjadinya ledakan, Pangkoops PDMD Brigjen TNI
Bambang Dharmono bersama Dansatgaspen Koops Letkol CAJ Ahmad Yani, Kapolres
Aceh Utara AKBP Eko Danianto, Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Inf Tatang
Sulaiman, bersama puluhan anggotanya turun dan memblokir tempat kejadian.

Belum diketahui penyebab ledakan, apakah itu berasal dari bom ataupun granat
yang dilemparkan seseorang di tempat keramaian itu.

Kapolres Aceh Utara AKPB Eko Danianto yang dikonfirmasikan di tempat
kejadian belum dapat memastikan sumber ledakan itu. "Kami masih mengumpulkan
serpihan dari ledakan itu," ujarnya.

Namun, beberapa aparat keamanan yang berada di lokasi memperkirakan ledakan
itu berasal dari sebuah granat yang dilemparkan pihak GAM di tempat itu,
dengan tujuan untuk membuat teror kepada masyarakat yang sedang menikmati
hiburan yang berlangsung di lapangan Hiraq.

Pangkoops Mayjen Bambang Dharmono menyatakan sangat menyesali sikap
pelakunya. "Ini merupakan kejadian pertama dalam seminggu terakhir dalam
menyambut HUT RI ke 58 di wilayah ini," katanya. (ib)