[Marinir] Jelang HUT GAM 4 Desember, TNI/Aktifkan Patroli
Hong Gie
marinir@polarhome.com
Tue, 2 Dec 2003 22:16:32 +0700
Kompas Cyber Media.
Jelang HUT GAM 4 Desember, TNI/Aktifkan Patroli
Banda Aceh, Senin
Kirim Teman | Print Artikel
Aparat TNI/Polri akan mengintensifkan patroli, baik darat, udara, maupun
laut, menjelang dan pada 4 Desember mendatang yang merupakan HUT Gerakan
Aceh Merdeka (GAM). Masyarakat diminta untuk tidak terlibat dalam peringatan
itu dan tidak melakukan mogok.
Pernyataan itu disampaikan tiga petinggi TNI/Polri, masing-masing
PDMD/Pangdam IM Mayjen Endang Suwarya, Pangkoops TNI Brigjen George
Toisutta, dan Kapolda NAD Irjen Bahrumsyah Kasman secara terpisah, Senin
(1/12). "Kita akan intensifkan patroli agar rakyat tidak diseret-seret oleh
GAM untuk ikut merayakan HUT mereka," kata Endang usai shalat Zhuhur di
masjid Kodam Iskandar Muda di Banda Aceh, Senin.
Endang menyatakan, mulai sekarang pasukan TNI telah mengintensifkan patroli
ke wilayah-wilayah yang diduga akan dijadikan lokasi perayaan HUT GAM,
sehingga pada saat hari "H" tidak ada rakyat yang dipaksa untuk menghadiri,
seperti tahun-tahun sebelumnya. "Kita sudah instruksikan kepada jajaran TNI
di lapangan, jangan sampai rakyat dipaksa GAM untuk menghadiri upacara HUT
GAM," katanya.
Ketika ditanya, apakah wartawan boleh meliput kegiatan HUT GAM, Endang
mengatakan, "Untuk apa diliput-liput." Menanggapi kekuatan GAM, Endang
mengatakan, selama pelaksanaan operasi pemulihan keamanan dalam status
darurat militer (DM) pertama, kekuatan GAM tinggal 40 persen lagi, yakni
2.500 anggota GAM berhasil dilumpuhkan dan 500 lebih pucuk senjata disita.
Kemudian, selama 10 hari pada DM kedua, sedikitnya 100 anggota GAM
dilumpuhkan dan 20 pucuk senjata disita.
Di Lhokseumawe, dalam konperensi pers pertamanya, Senin, Panglima Komando
Operasi TNI, Brigjen George Toisutta menyatakan TNI tidak melakukan
persiapan khusus untuk menghadapi kemungkinan digelarnya perayaan HUT GAM,
operasi berjalan seperti biasa, hanya intensitasnya ditingkatkan. "Tidak ada
hal-hal khusus menghadapi 4 Desember, karena situasi di Aceh tidak banyak
berubah kendati mendekati HUT GAM," ujarnya.
Selanjutnya Toisutta mengatakan keyakinannya bahwa para tokoh GAM akan
segera tertangkap. "Manangkap tokoh GAM tidak mudah, tapi juga bukan hal
yang mustahil. Cepat atau lambat, saya sangat yakin mereka akan ditangkap,"
katanya.
Dikatakannya, untuk menangkap tokoh GAM, seperti Muzakir Manaf, Sofyan
Dawood, Ishak Daud, Darwis Jeunib, harus ada dukungan dari masyarakat,
karena untuk mengamankan daerah bukan hanya tugas TNI/Polri saja, tapi juga
masyarakat.
Tembak
Usai menghadiri HUT Polisi Air, Kapolda Bahrumsyah Kasman menyatakan, aparat
kepolisian akan meningkatkan pengamanan masyarakat menjelang dan pada 4
Desember mendatang. Polisi juga akan menggelar sweeping di beberapa tempat,
termasuk mensterilkan tempat-tempat yang diduga akan menjadi lokasi
peringatan HUT GAM. "Apabila ditemukan adanya pelaksanaan upacara, kita akan
lakukan tindakan keras. Kalau perlu tembak," kata Bahrumsyah.
Kapolda kembali mengulangi imbauan kepada masyarakat luas untuk melaksanakan
aktivitas sebagaimana biasanya. Ia meminta kepada masyarakat, terutama
kepada awak angkutan umum, untuk tidak mogok. "Bila pada hari itu angkutan
mogok, nama supir akan dicatat, dan surat izin mengemudinya dicabut untuk
selama-lamanya. Karena itu saya minta, kepada supir jangan pernah takut.
Begitu juga kepada masyarakat, jangan takut. Saya minta ada perlawanan dari
masyarakat untuk tidak menghadiri milad GAM," kata Kapolda.
Minta jaminan
Sementara itu, sejumlah supir truk barang yang beroperasi ke Medan maupun
Takengon yang ditemui Serambi, kemarin secara terpisah menyatakan tetap akan
beroperasi seperti biasa asal ada jaminan keamanan dari pihak aparat
keamanan pada 4 Desember mendatang.
Salah seorang supir truk yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan
mereka sebenarnya tidak mau membesar-besarkan perihal 4 Desember 2003.
Malahan diantara mereka sepertinya ada suatu kesepakatan yang tidak
tertulis, beroperasi asal keamanan terjamin.
Begitu juga pernyataan salah seorang pengusaha truk. Ia mengatakan aparat
TNI/Polri perlu memberikan pengamanan khusus kepada mereka, sehingga
operasional angkutan pada 4 Desember tidak mengalami gangguan. "Pada
prinsipnya kami siap beroperasi," kata pengusaha itu. Pernyataan senada juga
diungkap sejumlah sopir minibus L-300. "Keamanan di jalan agar tetap dijaga
seperti saat ini, sehingga tidak ada gangguan apapun. Kami ini rakyat kecil,
kalau memang bisa jalan, kami akan jalan," ujarnya.(Serambi Indonesia)