[Marinir] Ribuan Warga Bireun Menentang GAM
Hong Gie
marinir@polarhome.com
Sun, 7 Dec 2003 19:46:06 +0700
This is a multi-part message in MIME format.
------=_NextPart_000_0047_01C3BCFA.C0E84800
Content-Type: text/plain;
charset="iso-8859-1"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
-----------------------------------------------------------------------
Mailing List "NASIONAL"
-----------------------------------------------------------------------
Ribuan Warga Bireun Menentang GAM
07/12/2003 08:22 - Sekitar 5.000-an warga berdemonstrasi anti-Gerakan =
Aceh
Merdeka di Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam. Ratusan warga Desa Kuala =
Pusung
Kapal, Surway, Kabupaten Tamiang, masih mengungsi di Desa Peukan Surway.
Liputan6.com, Bireun: Sekitar 5.000 warga berdemonstrasi anti-Gerakan =
Aceh
Merdeka di Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam, baru-baru ini. Unjuk rasa
dimotori Front Perlawanan Separatis (FPS) GAM. Selain berorasi, mereka
membakar dua bendera GAM dan patung pimpinan kelompok separatis Hassan =
Tiro.
Ketua FPS GAM Sofyan Ali mengatakan, GAM telah membawa rakyat Aceh ke =
jurang
kehancuran dan membunuh ribuan orang. GAM juga dinilai membuat =
perekonomian
rakyat hancur.
Di tempat terpisah, Bupati Bireun Mustafa Glanggang mengatakan, =
kehadiran
kelompok ini harus disambut baik. Karena telah muncul kelompok =
masyarakat
yang berani menentang GAM. Mustafa menilai, kelompok semacam itu perlu
dikembangkan sampai ke tingkat pedesaan. Kamis silam, FPS juga melakukan
aksi serupa di Alun-Alun Kota Bireun [baca: GAM Tak Menggelar Milad, =
Aceh
Sepi]. Mereka membakar patung Hassan Tiro dan dua bendera GAM.
GAM memang menyengsarakan rakyat. Setidaknya bagi sekitar 370 jiwa warga
Desa Kuala Pusung Kapal, Kecamatan Surway, Kabupaten Tamiang, yang =
hingga
kini masih mengungsi di Desa Peukan Surway. Warga mengungsi sejak tujuh
bulan silam, karena rumah mereka dibakar GAM yang marah karena tidak
mendukung gerakan untuk memisahkan diri dari NKRI. Menurut pengungsi, =
pada
awal pemberlakuan Darurat Militer, pembakaran rumah biasanya dilakukan
pascakontak senjata saat warga mengungsi.
Warga sebenarnya sudah berniat kembali. Namun, lantaran rumah belum
diperbaiki, mereka terpaksa tinggal di penampungan. Hingga kini, dari 72
rumah penduduk yang dibakar GAM baru sebagian yang selesai dibangun =
kembali
oleh pemerintah. Sedangkan sebagian lainnya masih dalam tahap
penyelesaian.(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)
------=_NextPart_000_0047_01C3BCFA.C0E84800
Content-Type: text/html;
charset="iso-8859-1"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN">
<HTML><HEAD>
<META http-equiv=3DContent-Type content=3D"text/html; =
charset=3Diso-8859-1">
<META content=3D"MSHTML 5.50.4134.100" name=3DGENERATOR>
<STYLE></STYLE>
</HEAD>
<BODY bgColor=3D#ffffff>
<DIV><FONT face=3D"Book Antiqua" size=3D2><FONT face=3D"Times New Roman" =
size=3D3>----------------------------------------------------------------=
-------<BR>Mailing=20
List=20
"NASIONAL"<BR>-----------------------------------------------------------=
------------<BR>Ribuan=20
Warga Bireun Menentang GAM<BR><BR>07/12/2003 08:22 - Sekitar 5.000-an =
warga=20
berdemonstrasi anti-Gerakan Aceh<BR>Merdeka di Bireun, Nanggroe Aceh =
Darussalam.=20
Ratusan warga Desa Kuala Pusung<BR>Kapal, Surway, Kabupaten Tamiang, =
masih=20
mengungsi di Desa Peukan Surway.<BR><BR>Liputan6.com, Bireun: Sekitar =
5.000=20
warga berdemonstrasi anti-Gerakan Aceh<BR>Merdeka di Bireun, Nanggroe =
Aceh=20
Darussalam, baru-baru ini. Unjuk rasa<BR>dimotori Front Perlawanan =
Separatis=20
(FPS) GAM. Selain berorasi, mereka<BR>membakar dua bendera GAM dan =
patung=20
pimpinan kelompok separatis Hassan Tiro.<BR>Ketua FPS GAM Sofyan Ali =
mengatakan,=20
GAM telah membawa rakyat Aceh ke jurang<BR>kehancuran dan membunuh =
ribuan orang.=20
GAM juga dinilai membuat perekonomian<BR>rakyat hancur.<BR><BR>Di tempat =
terpisah, Bupati Bireun Mustafa Glanggang mengatakan, =
kehadiran<BR>kelompok ini=20
harus disambut baik. Karena telah muncul kelompok masyarakat<BR>yang =
berani=20
menentang GAM. Mustafa menilai, kelompok semacam itu =
perlu<BR>dikembangkan=20
sampai ke tingkat pedesaan. Kamis silam, FPS juga melakukan<BR>aksi =
serupa di=20
Alun-Alun Kota Bireun [baca: GAM Tak Menggelar Milad, Aceh<BR>Sepi]. =
Mereka=20
membakar patung Hassan Tiro dan dua bendera GAM.<BR><BR>GAM memang=20
menyengsarakan rakyat. Setidaknya bagi sekitar 370 jiwa warga<BR>Desa =
Kuala=20
Pusung Kapal, Kecamatan Surway, Kabupaten Tamiang, yang hingga<BR>kini =
masih=20
mengungsi di Desa Peukan Surway. Warga mengungsi sejak tujuh<BR>bulan =
silam,=20
karena rumah mereka dibakar GAM yang marah karena tidak<BR>mendukung =
gerakan=20
untuk memisahkan diri dari NKRI. Menurut pengungsi, pada<BR>awal =
pemberlakuan=20
Darurat Militer, pembakaran rumah biasanya dilakukan<BR>pascakontak =
senjata saat=20
warga mengungsi.<BR><BR>Warga sebenarnya sudah berniat kembali. Namun, =
lantaran=20
rumah belum<BR>diperbaiki, mereka terpaksa tinggal di penampungan. =
Hingga kini,=20
dari 72<BR>rumah penduduk yang dibakar GAM baru sebagian yang selesai =
dibangun=20
kembali<BR>oleh pemerintah. Sedangkan sebagian lainnya masih dalam=20
tahap<BR>penyelesaian.(ZAQ/Tim Liputan 6=20
SCTV)</FONT><BR><BR></FONT></DIV></BODY></HTML>
------=_NextPart_000_0047_01C3BCFA.C0E84800--