[Marinir] KCM : Ditemukan, Bunker Berisi 12 Senjata GAM

Hong Gie marinir@polarhome.com
Wed, 10 Dec 2003 01:18:08 +0700


Kompas
Updated: Selasa, 09 Desember 2003, 07:37 WIB
NASIONAL
Ditemukan, Bunker Berisi 12 Senjata GAM

Lhokseumawe, Senin

Pasukan Koops TNI berhasil menemukan satu unit bunker senjata GAM, melalui
sebuah operasi terpadu di derah pedalaman Kecamatan Nisam Aceh Utara, Minggu
(7/12). Sebelumnya aparat telah mencium gelagat adanya bunker senjata milik
GAM di kawasan Kecamatan Nisam dan Kuta Makmur. Hanya saja lokasinya belum
terdeteksi.
Juru Bicara Koops TNI Letkol CAJ Ahmad Yani Basuki dalam siaran pers Senin
(8/12) mengatakan, dua hari lalu salah seorang pemuda di daerah itu bernama
Pawang Soe (28) ditangkap atas informasi warga setempat. Pemuda tersebut
dikenal warga sebagai anggota kelompok GAM, bahkan selama beberapa bulan
lalu sering dilihat menggunakan senjata, namun selama ini senjata tersebut
tidak dipakai lagi, dan ia kembali tinggal bersama penduduk.
Aparat Yonif 502/Kostrad akhirnya mengendus keberadaan Soe berbekal
informasi warga. Dari situ dilakukan penyergapan ke Kampung Alue Batee,
sekitar 30 Km bagian selatan Kota Lhokseumawe Aceh Utara. Dan Pawang Soe pun
akhirnya diciduk.
Semula Pawang Soe bersikukuh tidak memiliki senjata dan ia hanya mengaku
sebagai anggota GAM. Ia mengaku tak tahu menahu dengan bunker senjata. Namun
aparat berhasil mendapat bocoran dari warga tentang lokasi senjata yang
ditanam Soe. Atas informasi tersebut, pasukan Yonif-502 di bawah pimpinan
Serda Rofik dengan 17 personil anggota langsung melakukan pencarian dan
akhirnya apa yang dilaporkan masyarakat terbukti kebenarannya.
Dalam hutan yang tidak jauh dengan rumah penduduk atas lahan perbukitan
ditemukan sebuah lobang yang ketika digali ternyata sebagai bunker
penyimpanan senjata milik kelompok GAM. Ketika lobang sedalam 1,5 meter itu
digali ternyata di dalamnya ditemukan 12 pucuk senjata, masing-masing tujuh
pucuk senjata pistol rakitan, satu pucuk senjata stand, satu pucuk LA-198,
satu pucuk senjata GLM rakitan, 2 pucuk senjata angin.
Selain itu juga ditemukan di dalam itu perangkat mesin pembuat senjata
rakitan, 175 amunisi Cal 9 MM, 144 butir peluru Cal 5,56 MM, 6 setel PDL,
dua jeket loreng, PDL Loreng dan ranser, semuanya itu ditimbun oleh
tersangka yang kini masih dalam pemeriksaan pihak keamanan. Penemuan 12
pucuk senjata di Nisam itu merupakan temuan terbesar selama Darurat Militer,
sebelumnya juga pernah ditemukan bunker senjata di Kecamatan Nisam, namun
tidak sebanyak itu.
Ahmad Yani mengatakan, Koops akan memberikan penghargaan kepada masyarakat
yang telah bersedia memberikan laporan kepada Koops TNI. Namun, Ahmad Yani
tidak menyebutkan siapa dan berapa orang masyarakat di Kecamatan Nisam akan
mendapat penghargaan dari Koops, Ahmad Yani masih merahasiakan nama-nama
itu.
Selain itu Ahmad Yani melaporkan dalam berbagai insiden yang terjadi Minggu
dan Senin kemarin, dua anggota GAM berhasil dilumpuhkan, tiga tertangkap dan
berbagai barang bukti lainnya ikut disita sebagai barang bukti. Sementara
dari pihak TNI seorang anggotanya berluka tembak dan sekarang dalam
perawatan di sebuah rumah sakit Kesdam. Kejadiannya di Aceh Barat Daya.
GAM menyerah dan ditangkap
Dari Meulaboh dilaporkan, pasukan TNI menangkap enam anggota GAM pasca
kontak tembak yang terjadi di Kecamatan Kuala, Nagan Raya, belum lama ini.
Sementara Minggu (7/12) malam, tiga pengantar logistik GAM menyerahkan diri
ke Kodim 0105 Aceh Barat. Kini mereka sedang menjalani proses pemeriksaan.
Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Inf Dodi Suryadi kepada wartawan di Makorem
012/TU di Meulaboh, kemarin, menyebutkan, ditangkapnya keenam orang tersebut
karena mereka terindikasi kuat terlibat GAM. "Mereka ditangkap pasca kontak
tembak antara pasukan TNI dengan sejumlah pemberontak GAM, di salah satu
wilayah di Kecamatan Kuala. Saat itu mereka yang berusaha kabur dari lokasi
kejadian ditangkap aparat keamanan."
Indikasi yang menguatkan keenam warga tersebut terlibat kegiatan GAM, sebut
Dodi Suryadi, setelah ditemukannya dokumen yang berisikan foto-foto anggota
GAM dengan memakai atribut GAM dan berpakaian loreng. Dari antara foto-foto
itulah, aparat mengindikasikan keterlibatan mereka. "Semula mereka tidak
mengaku, namun setelah diperlihatkan dokumen foto tersebut akhirnya
keenamnya membenarkan keterlibatannya di GAM. Berdasarkan foto yang ada,
besar dugaan mereka termasuk tentaranya GAM," sebut Dodi.
Untuk menyelidikan sejauhmana keterlibatan mereka, tambah Dandim, kini
keenamnya sedang menjalani proses pemeriksaan di Satgas POM, di pusat
pembinaan GAM, di Desa Suak Puntong, Kecamatan Meureubo.
Keenam anggota GAM yang ditangkap tersebut masing-masing Rusli Ib, Ibrahim,
Cut Ali, Junaidi, dan Darmius, kelimanya warga Desa Alue Seupeng Kecamatan
Kuala. Sedangkan satu lagi adalah penduduk Simpang Jaya, Kuala, Sayuna.
Pada kesempatan itu Dandim Dodi Suryadi juga melaporkan bahwa pada Minggu
(7/12) malam, pihaknya menerima penyerahan diri tiga anggota GAM yang selama
ini bertugas sebagai pengantar logisitik bagi kebutuhan GAM. Tiga anggota
GAM yang menyerahkan diri itu masing- masing Suwisman (34), Ali Usman (27),
dan Saleh Ali (26). Ketiganya warga Desa Rambong, Kecamatan Beutong, Nagan
Raya.
"Mereka adalah anggotanya Ali Azmi, Komandan Kompi (Danki) GAM Wilayah
Beutong. Kelompok ini berkekuatan 32 orang dengan lima pucuk senjata yaitu
tiga jenis AK-47, satu M-16, dan satu Bareta. Mereka menjadi target kami,
karena selama ini sepak terjang mereka sudah sangat meresahkan warga,"
tandasnya.
Dandim merasa bersyukur, karena ajakan Penguasa Darurat Militer Daerah
(PDMD) yang meminta masyarakat agar mengajak turun keluarganya yang terlibat
GAM telah diperlihatkan. "Ali Usman salah satu contoh. Ia menyerahkan diri
ke Kodim 0105 Aceh Barat karena harapan orangtuanya agar anaknya turun untuk
kembali ke pangkuan NKRI."(Serambi Indonesia).
Design By KCM Copyright @ PT. Kompas Cyber Media