[Marinir] [Nasional] Fw: Juru Bicara GAM Wilayah Passe Tewas Ditemabak TNI
Hong Gie
marinir@polarhome.com
Thu, 31 Jul 2003 15:07:27 +0700
----- Original Message -----
From: "BDG Kusumo" <bdgkusumo@volny.cz>
To: "National" <National@mail2.factsoft.de>
Sent: Thursday, July 31, 2003 2:20 PM
Subject: [Nasional] Fw: Juru Bicara GAM Wilayah Passe Tewas Ditemabak TNI
----- Original Message -----
From: HKSIS
To: Undisclosed-Recipient:;
Sent: Thursday, July 31, 2003 3:30 AM
Subject: Juru Bicara GAM Wilayah Passe Tewas Ditemabak TNI
http://www.kompas.com/utama/news/0307/31/151957.htm
Kamis, 31 Juli 2003, 1:18 WIB
Juru Bicara GAM Wilayah Passe Tewas Ditemabak TNI
Jakarta, KCM
Ilustrasi KCM
Pasukan TNI berhasil menewaskan Juru bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
Wilayah Passe, Jamaluddin Kandang alias Tengku Jamaika Rabu (30/7), setelah
yang bersangkutan berusaha melarikan diri dari penggrebekan di daerah
Kandang, sekitar 1 kilometer dari Lhokseumawe.
Demikian Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Mayjen Bambang Dharmono,
seperti dilaporkan reporter TV7 Kemal Ramdhan, di Lhokseumawe, Rabu tengah
malam.
Selain Tengku Jamaika, menurut Bambang, pihaknya juga berhasil menangkap 6
orang anggota GAM. Keberhasilan TNI, lanjutnya, bermula dari informasi
masyarakat yang menyebutkan keberadaan 9 orang anggota GAM di daerah
Kandang.
Dikatakannya, pada pukul 04.45 WIB Selasa dinihari, pihaknya melakukan
penyergapan di Kandang dan serta menempatkan Satuan Petugas Intelejen (SGI)
di daerah Peusong yang dianggap akan menjadi tempat pelarian kesembilan
anggota GAM tersebut.
Pada pukul 06.45 WIB penggrebekan mulai dilakukan, TNI berhasil menangkap 6
orang, sementara 3 orang melarikan diri, 2 orang diantaranya ke Peusong. Di
daerah tersebut, Tengku Jamaika berenang di tambak laut yang sedang pasang.
Menurut Bambang, setelah diberi 2 kali tembakan peringatan Tengku Jamaika
masih terus berlari dengan menyelam dan sesekali keluar dari air untuk
menghirup udara, akhirnya anggota TNI menembak dia.
Mayat Tengku Jamaika sendiri baru bisa diangkat sekitar pukul 16.00 WIB
setelah air surut. Mayat tersebut, lanjutnya dibawa ke kecik (kepala
desa-red) Kandang. Oleh Kecik dipastikan ia adalah Jamaluddin Kandang alias
Tengku Jamaika juru bicara GAM wilayah Passe. Dari Tengku Jamaika, disita 1
pucuk senapan AK dan dua pucuk pistol.
Menurut beberapa sumber, dengan tewasnya Tengku Jamaika, bisa dipastikan
pergerakan GAM di wilayah Peusong, Passe dan Semenanjung Jambo Aye akan
sangat terpengaruhi. (edj)
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0307/30/nas04.html
TNI Kejar 50 Anggota GAM
yang Lolos dari Penyergapan
Lhokseumawe, Sinar Harapan
Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infantri Lintas Udara
(Yonif Linud) 502 terus mengejar 50 anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang
telah meloloskan diri dari penyergapan di markas GAM di Pengunungan Cot
Badek, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Namun, dalam peristiwa
penyergapan pada 27 Juli 2003 tersebut, pasukan TNI berhasil menyita
seperangkat alat komunikasi milik GAM.
Komandan Kompi A Yonif 502, Kapten Ari Aryanto, Selasa (29/7), mengatakan
penyergapan terhadap sejumlah anggota GAM tersebut diawali dengan adanya
laporan dari masyarakat di desa Leubok Lilin.
Masyarakat mengaku sering melihat anggota GAM yang berkumpul di Cot Badek.
Berdasarkan informasi tersebut, pasukan TNI melakukan penyisiran terhadap
jejak anggota GAM.
Di tengah-tengah penyisiran, pasukan bertemu dengan anggota GAM yang berada
di pos tinjau yang letaknya sekitar 20 meter dari sarang GAM. Selanjutnya di
tempat tersebut terjadi kontak tembak antara GAM dengan pasukan TNI selama
beberapa menit.
Dalam peristiwa itu, satu anggota GAM tewas dan satu lainnya terluka namun
berhasil melarikan diri dan memberitahukan mengenai aksi penyergapan oleh
TNI.
Mendengar hal itu, 50 anggota GAM langsung melarikan diri. Menurut Ari, dari
jejak-jejak yang ditemukan pasukan TNI diperkirakan masih ada banyak anggota
GAM yang berada di hutan kawasan Peusangan yang terpencar dalam
kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diperkirakan berjumlah 20 anggota
GAM.
Saat ini, pasukan TNI terus mencari anggota GAM yang masih berada di hutan.
Dikatakannya, setelah melakukan kontak tembak, TNI langsung melakukan
penyisiran. Pada saat penyisiran tersebut pasukan TNI menemukan alat
pemancar dan perlengkapan lainnya di pos tinjau itu, sedangkan antenanya
dipasang di sebuah pohon kelapa setinggi sekitar 25 meter. "Ketika menyisir
itulah kami menemukan pos tinjau milik GAM," ujarnya. (ina)