[Marinir] NAD : Operasi Terpadu di NAD hari ke 136

Yap Hong Gie marinir@polarhome.com
Fri, 3 Oct 2003 11:50:03 +0700


Kamis, 02 Oktober 2003
NAD: OPERASI TERPADU DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM HARI KE 136

Perhatian Operasi Kemanusiaan masih tercurah pada permasalahan penanganan
pengungsi, pengangguran dan pembangunan sekolah. Proses belajar mengajar
berjalan lancar walaupun fasilitas gedung sekolah masih dalam keadaan
darurat, roda pemerintahan semakin membaik, teror kepada masyarakat dengan
berbagai cara masih tetap dilakukan pemberontak GAM, aparat tetap mencari
dan memburu pemberontak GAM apabila mereka tidak kembali kepangkuan Ibu
Pertiwi.


Operasi Kemanusiaan.
Pengungsi tetap bertahan dengan jumlah 10.647 jiwa/2.559 KK. Terjadi
penambahan pengungsi 112 jiwa/16 KK dan pemulangan pengungsi 208 jiwa/72 KK
di Kab.Aceh Jaya serta Nagan Raya 34 jiwa/13 KK di Kab.Asel. Pelayanan
kesehatan kepada pengungsi di Aceh Jaya 67 org, Aceh Tenggara 16 org, Aceh
Barat 29 org, Aceh Selatan 37 org, Atim 27 org, Abdya 23 org dan Nagan Raya
24 org. Kegiatan Bantuan Kemanusiaan dan Rehabilitasi Sosial (BKRS) pada
masa CoHA, tetap dilanjutan disesuaikan dengan prioritas program
kemanusiaan.
Permasalahan fasilitas pendidikan sudah dapat diatasi walaupun sebagian
masih belajar dalam gedung, ruangan dan tenda darurat. Penanganan kegiatan
belajar dilaksanakan diantaranya secara Doeble shift 768 murid, penempatan
pada sekolah terdekat 7.023 murid, belajar darurat pada fasilitas umum 756
murid dan belajar darurat ditenda 7.591 murid. Upaya penanggulangan
pengangguran sebanyak 330.351 orang (8,12%) dari total penduduk 4,1 juta
jiwa, dilakukan dengan pemulihan perekonomian Aceh, menyiapkan lapangan
kerja, yang diprioritaskan untuk korban konflik, kaum dhuafa dan masyarakat
lainnya. Pembangunan dilaksanakan dengan cara swakelola sehingga melibatkan
masyarakat. Telah disiapkan juga lahan perkebunan, perikanan dan
perindustrian. Materi yang diberikan dalam Pembinaan saudara kita yang
kembali kepangkuan Ibu Pertiwi diantaranya: Agama, Wawasan Kebangsaan,
Mental, pendidikan jasmani dan Ketrampilan yang dilaksanakan di BPG Ujong
Batee Aceh Besar sebanyak 428 org terdiri dari 422 pria dan 6 org wanita dan
sebanyak 161 org di Meulaboh.( Jumlah keseluruhan 589 org.)


Operasi Pemantapan Jalannya Pemerintahan.
Realisasi KTP Merah Putih tetap bertahan pada angka 94,44 % atau 2.519.681
lbr dari 2.668.020 penduduk wajib KTP. Keterlambatan 148,339 (5,56%) KTP
tersebut dikarenakan belum adanya Koramil dan Polsek sebagai kelengkapan
organisasi Muspika diwilayah pemekaran.. Disamping itu ada yang tidak berani
mengurus KTP karena mereka sebagai anggota Pemberontak GAM. Kendala itu
diharapkan dapat diatasi dengan memanfaatkan aparat yang BKO di daerah
tersebut. Dari 227 pemerintahan ditingkat Kecamatan, berfungsi 151 (66,5%),
kurang berfungsi 76 (33,5%), Terdapat klasifikasi 3 Kecamatan di Kabupaten
Aceh Jaya (Kec.Panga, Sampoinet dan Jaya), ditingkat Desa berjumlah 5.862
yang berfungsi 3.676 (62,7%), kurang berfungsi 1.594 (27,2%), tidak
berfungsi 592 (10,1%), . Terdapat perubahan klasifikasi sebanyak 148
Desa/Kelurahan di wilayah Kabupaten Pidie, Bireun dan Atim sehingga
klasifikasinya menjadi sebagai berikut: Berfungsi semula 3.564 + 112 Desa,
Kurang berfungsi semula 1.558 Desa + 36 Desa menjadi 1594 Desa dan Tidak
Berfungsi semula 740 Desa - 148 Desa menjadi 592 Desa.


Operasi Penegakan Hukum.
Aparat TNI/POLRI terus melakukan pemeriksaan secara intensif, pencarian,
penangkapan yang diduga terlibat GAM; Penahanan, pemeriksaan dan memproses
secara hukum, disamping itu juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat
untuk meningkatkan kesadaran hukum dan kecintaan kepada NKRI.


Bimbingan dan penyuluhan dari pihak Kepolisian untuk menumbuhkan kesadaran
kebersamaan dan tanggung jawab mengamankan lingkungan kampung dan desanya
dari ancaman/gangguan serta intimidasi pemberontak Hasan Tiro melalui
kegiatan siskamling Perkembangan sampai saat ini menunjukan hal positip
karena masyarakat semakin berani melaporkan pemberontak ke Aparat dan bahkan
berani melawan dan mengejar apabila ada warga yang diculik oleh separatis
Hasan Tiro
Sampai hari ini, tahanan GAM berjumlah 1024 org (Front bersenjata 609 org
dan Front Politik/pendukung 415 org), dari tahanan tersebut 454 org
diserahkan ke Kejaksaan, telah divonis pengadilan 152 org.


Operasi Pemulihan Keamanan
Hari ini telah dilumpuhkan 21 (8/12/1) pemberontak GAM dalam Operasi
Pemulihan Keamanan yaitu di Kp.Baro Kec.Samalanga Kab.Bireun, Kec.Idi Rayeuk
Kab.Atim, KV.4187 Kec.Serba Jadi Kab.Atim dan Kp.Simpang Kec.Bakongan
Kab.Asel. Pemberontak GAM melakukan perampokan terhadap Kepala Desa Paya
Pano Kec.Padang Tiji Kab.Pidie kerugian uang Rp.900.000,- dan berturut-turut
melakukan penembakan terhadap masyarakat A.n Nurhatisan (40) Ds.Meunasah
Raya Kec.Indra Jaya Kab.Pidie, Rujali (60) Ds.Benteng Kec.Banda Alam
Kab.Atim dan Daud Anwar (32) Ds.Cot Langa Kec. Woyla Kab.Abar. Hingga hari
ini pemberontak GAM masih tetap melakukan teror kepada masyarakat, hal ini
merupakan kesempatan bagi TNI/POLRI untuk mempersatukan hati dan pikiran
rakyat. Dalam Operasi melawan gerilya pihak yang didukung sepenuhnya oleh
rakyat-lah, yang akan keluar sebagai pemenangnya. Setiap ada kesempatan,
kapan saja dan dimanapun kita berada ajak saudara2 kita, untuk kembali
kepangkuan Ibu Pertiwi. Tinggalkan keinginan Hasan Tiro yang selalu menipu
dan memutar balikkan fakta sehingga menjerumuskan masyarakat Aceh kedalam
angan- angan munafiknya. (PAR).

Sumber: pdmd-nad.info