[Marinir] KSAL : Banyak Pemda Minta Dibangunkan Pangkalan TNI AL
Yap Hong Gie
marinir@polarhome.com
Thu, 9 Oct 2003 14:27:45 +0700
Selasa, 07 Oktober 2003
Berita: KSAL: Banyak Pemda Minta Dibangunkan Pangkalan TNI AL
Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Bernard Kent Sondakh mengemukakan, saat
ini banyak pemerintah daerah (pemda) yang mengajukan usulan agar di
daerahnya dibangun pangkalan TNI AL untuk menjaga keamanan wilayah perairan.
"Selain itu ada juga yang meminta agar pangkalan TNI AL yang ada di
daerahnya diperbesar atau diperkuat," katanya saat memberikan pembekalan
pada acara Apel Komandan Pangkalan TNI AL yang diikuti sekitar 210 perwira
se Indonesia di Kodikal Surabaya, Senin.
Karena keterbatasan sarana dan personel yang ada, maka tidak semua usulan
tersebut bisa dipenuhi, namun tetap akan diprogramkan secara bertahap.
"Berkaitan dengan usulan-usulan seperti itu saya minta agar masalah ini
dibahas dan didiskusikan dalam forum apel komandan pangkalan ini," kata
laksamana berbintang empat yang juga mantan Komandan Kodikal itu.
Menurut KSAL, beberapa pangkalan yang sudah diperkuat dan ditingkatkan
statusnya adalah Lanal Tanjung Pinang yang semula dipimpin kolonel kini
menjadi Lantamal yang dipimpin laksamana pertama atau brigjen marinir.
Selain itu Lanal Ambon akan diresmikan menjadi Lantamal VIII November 2003.
"Seiring dengan itu, kekuatan Korps Marinir pada tahun 2003 ini telah
ditingkatkan dengan pembentukan Batalyon-7 dan tahun depan akan diresmikan
Batalyon-8, selanjutnya akan dibentuk Brigade-3 serta Pasmar-2 tahun 2005,"
ujarnya.
Menurut KSAL, peran pangkalan TNI AL sebagai ujung tombak kekuatan TNI AL
perlu terus ditingkatkan. Karena itu sejalan dengan perkembangan situasi,
seperti menghadapi Pemilu 2004 dan ancaman terorisme, maka pangkalan harus
peka terhadap situasi di wilayahnya.
"Khususnya bagi lanal-lanal yang berdekatan dengan perairan perbatasan atau
daerah rawan konflik dan rawan kegiatan ilegal, maka perannya dalam
memberikan informasi intelijen sangat diperlukan," katanya.
Pada kesempatan itu KSAL juga mengemukakan bahwa TNI AL seharusnya memiliki
kekuatan minimal 138 kapal, namun karena menyadari kemampuan negara yang
masih terbatas, maka postur TNI AL sampai 2013 direncanakan minimal memiliki
113 kapal perang.
Untuk memiliki 113 kapal perang itu, maka TNI AL akan menempuh dua cara,
yakni memperbaiki unsur-unsur yang memungkinkan untuk dipertahankan melalui
repowering (perbaikan mesin) dan pengadaan unsur-unsur baru untuk mengganti
unsur lama yang harus di-disposed (dibesituakan).
Ditambahkan, untuk pengadaan kapal baru direncanakan berjumlah 16 KRI.
Selain itu direncanakan juga 10 KAL-35 (kapal patroli kecil), delapan
pesawat udara dan persenjataan Marinir dengan total anggaran yang dibutuhkan
sekitar 2,1 miliar dolar Amerika Serikat.
Dikatakan, untuk pengadaan kapal-kapal baru itu bukan sekadar membeli dari
negara lain, tapi juga melibatkan industri dalam negeri atau BUMN strategis.
"Rencana hingga 2013 ini mendapat dukungan positif dari kalangan eksekutif,
legislatif termasuk industri dalam negeri sehingga sekarang sudah disetujui
dan diawali dengan rencana pengadaan dua kapal perang jenis korvet dan empat
jenis angkut personel serta delapan pesawat udara," katanya.
Sumber : Mediaindo.co.id