[Marinir] Panglima TNI : Tewasnya Anggota Kopassua Pelajaran Bagi TNI
Yap Hong Gie
marinir@polarhome.com
Thu, 9 Oct 2003 14:28:57 +0700
Selasa, 07 Oktober 2003
Berita: Panglima TNI: Tewasnya Anggota Kopassus Pelajaran Bagi TNI
Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengatakan kasus tewasnya delapan
anggota Kopassus menjadi pelajaran bagi TNI untuk lebih terencana dan lebih
siap dalam melaksanakan kegiatan di masa mendatang.
"Kasus kecelakaan itu harus diusut dan sekarang sedang dinvestigasi oleh tim
Mabes TNI melibatkan Dinas Penerbangan TNI AD dan Kopassus," kata Panglima
seusai penyambutan enam jenazah yang tiba di Bandara Halim Perdanakusuma,
Jakarta, Selasa pagi.
Delapan anggota Kopassus tewas karena kecelakaan saat melakukan terbang
stabo menjelang peringatan HUT TNI di Aceh Sabtu lalu, saat tali yang
mengikat pasukan itu diputus pada ketingian 700 feet atau 300 meter.
Jenazah Prada Nainggolan dan Praka Aprianto telah disemayamkan di Medan dan
di Jambi. Satu jenazah bernama Dodi dibawa ke Purwakarta dengan ambulance.
Sedang lima jenazah lainnya selanjutnya akan diterbangkan ke Madiun,
Surabaya, Purwakarta dan Solo. Penyambutan jenazah disambut secara militer
di Halim Perdanakusuma dan dihadiri para perwira tinggi TNI, seperti Wakasad
Letjen Darsono, Pangdam Jaya Mayjen Joko Santoso dan Danjen Kopassus Mayjen
Sriyanto.
"Tim investigasi sedang bekerja dan saya perintahkan Kepala Dinas
Penerbangan TNI AD dan Dajen Kopassus untuk melakukan pemeriksaan apakah
prosedur pemutusan tali itu apakah sudah sesuai prosedur atau tidak," kata
Panglima TNI.
"Jika tidak seusai prosedur pasti akan diambil tindakan tegas dan jika
sesuai dengan prosedur maka musibah ini tidak bisa dihindari," katanya.
Ketika ditanya siapa hirarki tertinggi yang bertangungjawab dalam musibah
itu, ia menyebutkan sedang diinvestigasi sehingga setelah investigasi
selesai dapat diketahui siapa yang merencanakan dan siapa yang
mengoperasikannya.
Salah seorang wartawan bertanya kembali, Panglima menegaskan hirarki
tertinggi itu sedang diselidiki dan siapa hirarki yang bertanggung jawab.
Apakah pemutusan tali dengan ketinggaan 700 feet sesuai dengan prosedur, ia
mengatakan bahwa tim sedang menyeliidik hal itu dan sedang berjalan.
Ia menyebutkan bahwa Pangkoops TNI Mayjen Bambang Darmono sudah melaporkan
musibah itu kepada dirinya.
Ketika wartawan terus menanyakan apakah berdasarkan hirarki adalah
Pangskoops TNI, panglima mengatakan, "Kita lihat nanti, karena masih
dilakukan pengecekan sehingga tahu siapa yang merencanakan dan
memerintahkannya,".
"Kejadian ini menjadi pelajaran bagi TNI supaya lebih optimal persiapan
dalam suatu kegiatan," katanya.
Ditanya apakah ada perintah di daerah konflik diadakan atraksi pasukan,
bahwa dirinya telah memerintahkan atraksi dibuat sederhana sehingga acara
puncak HUT TNI di Surabaya dilaksanakan hanya sekedar menunjukkan pada
rakyat perlengkapan yang dimiliki TNI.
Dalam upacara penerimaan itu, Komandan Irup Komandan Kopassus melepas
jenazah kembali ke peaawat Hercules TNI termasuk juga mengangkut anggota
keluarga korban.
Panglima TNI dan jajaran menyalami satu persatu keluarga korban termasuk
anak prajurit itu. Suasana duka menyelimuti keberangkatan dari Bandara Halim
Perdana Kusuma tersebut.
Sumber : Mediaindo.co.id