[Marinir] Sebanyak 2.000 Aparat Gabungan Amankan Poso
Yap Hong Gie
marinir@polarhome.com
Tue, 14 Oct 2003 14:01:00 +0700
Selasa, 14 Oktober 2003, 13:57 WIB
Sebanyak 2.000 Aparat Gabungan Amankan Poso
Poso, Selasa
Wakapolres Poso Kompol Drs Rudi Trenggono mengatakan, sebanyak 2.000 aparat
gabungan TNI dan Polri telah ditempatkan di berbagai wilayah Poso, Sulawesi
Tengah (Sulteng), untuk mengamankan daerah tersebut.
Sebanyak tiga SSK (satuan setingkat kompi) pasukan Brimob asal berbagai
daerah yang dikirim Mabes Polri telah tiba di kota Poso, Sulawesi Tengah,
secara bergelombang sejak MInggu (12/10) petang. Pasukan Brimob non-organik
asal Makassar dan Menado tiba di kota Poso hari Minggu sekitar pukul antara
pukul 16.00-17.00 WITA, masing-masing berkekuatan satu SSK, melalui jalan
darat.
Sedangkan asal Kelapa Dua Jakarta dengan jumlah personil satu SSK datang
belakang pada Senin diri sekitar pukul 01.00 WITA melalui Palu, setelah
sebelumnya mendarat di Bandara Mutiara Palu menggunakan pesawat angkut
TNI-AU, Hercules C-130.
Sementara itu, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono bersama aparat
intelijen kepolisian, TNI, dan Departemen Dalam Negeri (Depdagri), telah
berangkat ke Poso siang ini. Keberangkatan itu dimaksudkan untuk melihat
langkah-langkah apa yang dilakukan pemerintah guna mencegah terjadinya
kekerasan lanjutan. "Nanti, kita akan merumuskan langkah-langkah dan
tindakan berikutnya, karena kita tidak ingin hal ini meluas lagi," ujarnya.
Menurut Yudhoyono, pemerintah perlu melihat langsung ke lapangan, agar tidak
lagi menduga-duga siapa pelakunya, tetapi pemerintah bisa dengan yakin
menentukan apa penyebab kerusuhan dan menemukan siapa pelakunya. Diharapkan
dalam beberapa hari ini, pemerintah dapat mengungkap secara tuntas
pelaku-pelakunya, sehingga pihak kepolisian dan penegak hukum bisa melakukan
tindakan hukum yang tepat.
Sejauh ini dari analisis intelijen, lanjut Yudhoyono, yang melakukan
penyerangan sudah pasti mengenal daerah itu dengan baik dan mereka telah
berada di Poso dalam waktu relatif lama. "Dari analisis intelijen yang kita
lakukan, di samping berasal dari masyarakat setempat, juga ada elemen-elemen
lain yang berasal dari luar Poso dan mungkin mereka sudah berada di sana
dalam cukup lama. Tetapi biarlah penyelidikan dan kegiatan intelijen kita
terus berjalan, agar dalam waktu dekat dapat diungkap secara tuntas,"
paparnya.
Ketika ditanya, apakah sejauh ini sudah ditemukan motivasi dari pelaku
kerusuhan, Yudhoyono menjawab terlalu cepat untuk mengungkapkan motivasi
penyerangan, tetapi yang pasti penyerangan tersebut bukan merupakan
kejahatan kriminal biasa. "Dari kejahatan yang mereka lakukan, itu bukan
kejahatan biasa," ujarnya.(AFP/nik)
Sumber : Kompas.co.id