[Marinir] NAD : Operasi Terpadu di NAD, 14 Okt 2003 - Hari ke 148
Yap Hong Gie
marinir@polarhome.com
Tue, 14 Oct 2003 13:58:09 +0700
Selasa, 14 Oktober 2003
NAD: OPERASI TERPADU DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM HARI KE 148
Operasi kemanusiaan masih tercurah pada permasalahan penanganan pengungsi,
pengangguran dan pembangunan sekolah. Proses belajar mengajar berjalan
lancar walaupun fasilitas gedung sekolah masih dalam keadaan darurat, roda
pemerintahan semakin membaik, teror kepada masyarakat dengan berbagai cara
masih tetap dilakukan pemberontak GAM, aparat tetap mencari dan memburu
pemberontak GAM apabila mereka tidak kembali kepangkuan Ibu Pertiwi.
Operasi Kemanusiaan.
Pengungsi tetap bertahan dengan jumlah 12.702 jiwa/2.920 KK. Terjadi
penambahan pengungsi di wilayah Kab.Atim sebanyak 1.200 jiwa / 240 KK.
Pelayanan kesehatan kepada pengungsi di Aceh Jaya 45 org, Aceh Tamiang 6
org, Aceh Barat 12 org, Aceh Selatan 56 org, Atim 25 org, Nagan Raya 25 org.
Kegiatan Bantuan Kemanusiaan dan Rehabilitasi Sosial (BKRS) pada masa CoHA,
tetap dilanjutan disesuaikan dengan prioritas program kemanusiaan.
Permasalahan fasilitas pendidikan sudah dapat diatasi walaupun sebagian
masih belajar dalam gedung, ruangan dan tenda darurat. Penanganan kegiatan
belajar dilaksanakan diantaranya secara Doeble shift 768 murid, penempatan
pada sekolah terdekat 7.023 murid, belajar darurat pada fasilitas umum 756
murid dan belajar darurat ditenda 7.591 murid. Upaya penanggulangan
pengangguran sebanyak 330.351 orang (8,12%) dari total penduduk 4,1 juta
jiwa, dilakukan dengan pemulihan perekonomian Aceh, menyiapkan lapangan
kerja, yang diprioritaskan untuk korban konflik, kaum dhuafa dan masyarakat
lainnya. Pembangunan dilaksanakan dengan cara swakelola dengan system padat
karya sehingga melibatkan masyarakat, sebagian dibantu oleh TNI/Polri. Telah
disiapkan juga lahan perkebunan, perikanan dan perindustrian. Materi yang
diberikan dalam Pembinaan saudara kita yang kembali kepangkuan Ibu Pertiwi
diantaranya: Agama, Wawasan Kebangsaan, Mental, pendidikan jasmani dan
Ketrampilan yang berjumlah 692 org dengan rincian di BPG Ujong Batee Aceh
Besar sebanyak 428 org (422 pria dan 6 org wanita) dan sebanyak 164 org di
Meulaboh).
Operasi Pemantapan Jalannya Pemerintahan.
Realisasi KTP Merah Putih tetap bertahan pada angka 94,69 % atau 2.520.571
lbr dari 2.668.020 penduduk wajib KTP. Keterlambatan 148,339 (5,56%) KTP
tersebut dikarenakan belum adanya Koramil dan Polsek sebagai kelengkapan
organisasi Muspika diwilayah pemekaran.. Disamping itu ada yang tidak berani
mengurus KTP karena mereka sebagai anggota Pemberontak GAM. Kendala itu
diharapkan dapat diatasi dengan memanfaatkan aparat yang BKO di daerah
tersebut. Dari 227 pemerintahan ditingkat Kecamatan, berfungsi 151 (66,5%),
kurang berfungsi 76 (33,5%), Terdapat klasifikasi 3 Kecamatan di Kabupaten
Aceh Jaya (Kec.Panga, Sampoinet dan Jaya), ditingkat Desa berjumlah 5.862
yang berfungsi 3.676 (62,7%), kurang berfungsi 1.594 (27,2%), tidak
berfungsi 592 (10,1%).
Operasi Penegakan Hukum.
Aparat TNI/POLRI terus melakukan pemeriksaan secara intensif, pencarian,
penangkapan yang diduga terlibat GAM; Penahanan, pemeriksaan dan memproses
secara hukum, disamping itu juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat
untuk meningkatkan kesadaran hukum dan kecintaan kepada NKRI. Bimbingan dan
penyuluhan dari pihak Kepolisian untuk menumbuhkan kesadaran kebersamaan dan
tanggung jawab mengamankan lingkungan kampung dan desanya dari
ancaman/gangguan serta intimidasi pemberontak Hasan Tiro melalui kegiatan
siskamling Perkembangan sampai saat ini menunjukan hal positip karena
masyarakat semakin berani melaporkan pemberontak ke Aparat dan bahkan berani
melawan dan mengejar apabila ada warga yang diculik oleh separatis Hasan
Tiro. Sampai hari ini, tahanan GAM berjumlah 1.079 org (Front bersenjata 663
org dan Front Politik/pendukung 416 org), dari tahanan tersebut 615 org
diserahkan ke Kejaksaan, telah divonis pengadilan 212 org.
Operasi Pemulihan Keamanan
Hari ini dilumpuhkan 2 (2/0/0) pemberontak GAM dalam Operasi Pemulihan
Keamanan di Ds. Beureugang Kec.Kuta Makmur Kab.Aut dan Ds.Ule Blang
Kec.Dewantara Kab.Aut. Pemberontak GAM melakukan penembakan terhadap 2
masyarakat di Ds.Matang Kumbang KV.5868 Kec.Makmur Kab.Bireun A.n M.Yasin
Abdullah (45) dan A.Bakar Abdullah (55) alamat Ds.Matang Kumbang Kec.Makmur
Kab.Bireun. Hingga hari ini pemberontak GAM masih tetap melakukan teror
kepada masyarakat, hal ini merupakan kesempatan bagi TNI/POLRI untuk
mempersatukan hati dan pikiran rakyat. Dalam Operasi melawan gerilya pihak
yang didukung sepenuhnya oleh rakyat-lah, yang akan keluar sebagai
pemenangnya. Setiap ada kesempatan, kapan saja dan dimanapun kita berada
ajak saudara2 kita, untuk kembali kepangkuan Ibu Pertiwi. Tinggalkan
keinginan Hasan Tiro yang selalu menipu dan memutar balikkan fakta sehingga
menjerumuskan masyarakat Aceh kedalam angan-angan munafiknya. (PAR)
Sumber: pdmd-nad.info