[Marinir] NAD : TNI Tembak Mati Wakil Sofyan Dawood

Yap Hong Gie marinir@polarhome.com
Fri, 12 Sep 2003 16:39:23 +0700


Jumat, 12 September 2003
NAD: TNI Tembak Mati Wakil Sofyan Dawood

Tgk Ramli Basyah (35), warga Desa Lhok Beuringen, Kecamatan Tanah Jambo Aye,
Aceh Utara, yang menjabat Panglima Muda GAM wilayah Pase Daerah-IV, Kamis
(11/9), tewas bersama seorang pengawalnya, Munawar (33) dalam sebuah kontak
tembak dengan pasukan TNI. Sepucuk pistol FN dan 12 butir amunisi disita
dari korban.

Keterangan yang diperoleh Serambi dari berbagai sumber mengatakan, sebelum
tewas tertambak Panglima Muda GAM itu sempat terlibat kontak tembak dengan
pasukan TNI Tim Badak-3 Yonif-143 pimpinan Serda Yusrizal. Keberadaan Ramli
di Keude Geudumbak itu dilaporkan masyarakat kepada aparat TNI.
Menindaklanjuti laporan itu, dirancang aksi penyergapan. Namun, mengetahui
dirinya akan disergap, Ramli mencoba lari dengan melepaskan tembakan. Namun,
karena semua lini telah dikuasai pasukan TNI, Ramli dan pengawalnya tak bisa
lolos dan bahkan berhasil dilumpuhkan.

Beberapa warga Pantonlabu yang ikut mendengar tentang insiden itu
mengatakan, kemarin Ramli bersama Munawar (33) keluar dari tempat
persembunyiannya mencari logistik. Belum lama berada di Keude Geudumbak yang
letaknya di tepi jalan Pantonlabu-Langkahan, tempat itu dikepung pasukan
TNI. "Terjadi kontak tembak sekitar 20 menit. Namun tak ada warga lain yang
terluka atau ditangkap," kata warga di Pantonlabu itu.

Jenazah Ramli dan Munawar dijemput PMI Ranting Pantonlabu di Geudumbak dan
sekitar pukul 19.30 WIB tiba ke Desa Lhok Beuringen, desa kelahiran Ramli.
sendiri. Menurut informasi, jenazahnya akan dikebumikan Jumat (12/9) hari
ini di kuburan umum Lhok Beuringen bersama Munawar yang mengantongi KTP di
Desa Cot Trieng Kecamatan Muara Dua Pemko Lhokseumawe.

Ramli semasa hidupnya termasuk tokoh GAM paling dikenal. Kepada korban
dipercayakan untuk mengatur strategi perang di beberapa kecamatan. Daerah
kekuasaannya meliputi Kecamatan Cot Girek, Lhoksukon, Baktia Barat, Baktia,
Tanah Jambo Aye, Seunuddon dan Kecamatan Langkahan dengan jumlah pasukan
sekitar 200-an.

Menurut catatan Kompas, posisi Panglima Muda dalam struktur militer GAM
berada di bawah Panglima Wilayah. Untuk Wilayah Pase, panglimanya adalah
Sofyan Dawood yang juga juru bicara militer GAM. Wilayah Pase sendiri dalam
peta GAM terdiri atas empat daerah, mencakup seluruh Kabupaten Aceh Utara.
Ramli ini juag disebut-sebut sebagai wakil Sofyan Dawood.

Sebelum Aceh ditetapkan sebagai daerah darurat militer, pasukan TNI dalam
jumlah besar sempat mengepung markasnya di Kemukiman Jambo Aye Tengah dengan
memblokir 15 desa kawasan Lhok Beuringen. Tapi, pasukan TNI tak berhasil
menemukan jejak Ramli dan pasukannya. Bahkan, awal Agustus lalu, TNI pernah
mengepungnya di daerah Matang Seureudang, namun Ramli masih mampu meloloskan
diri.(Serambi Indonesia/nik)


Sumber: kompas.com