[Marinir] NAD : Cegah larinya Tokoh GSA, TNI-AL Perketat Pengamanan Perairan Aceh

Yap Hong Gie marinir@polarhome.com
Fri, 19 Sep 2003 11:49:43 +0700


Rabu, 17 September 2003
NAD: Cegah Larinya Tokoh GSA, TNI-AL Perketat Pengamanan Perairan Aceh

JAKARTA (Antara): TNI Angkatan Laut memperketat pengamanan di wilayah
perairan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk mengantisipasi
larinya tokoh-tokoh Gerakan Separatis Aceh (GSA) ke luar negeri, yang kini
makin terdesak.

"Saat ini keberadaan dan kekuatan GSA di wilayah darat Aceh semakin terdesak
dan berkurang. Dikhawatirkan dengan kondisi itu mereka akan berupaya
melarikan diri ke luar negeri melalui laut," kata Panglima Komando RI
Kawasan Barat Laksamana Muda Mualimin Santoso di Jakarta, Selasa (16/9).

Ditemui usai melakukan kunjungan kerja ke dermaga TNI-AL Pondok Dayung,
Tanjung Priok, dia menjelaskan untuk menjaga perairan di NAD, TNI AL telah
menempatkan sembilan kapal perang serta beberapa kapal patroli.

Hal itu dilakukan untuk memutus hubungan garis perhubungan laut dan garis
perhubungan logistik dari dan keluar Aceh. "Dengan makin terdesaknya GSA di
darat, sangat dimungkinkan mereka akan melarikan diri melalui laut,"
katanya.

Ditanya apakah TNI AL akan menambah kekuatannya di perairan Aceh, Mualimin
menegaskan, tidak. Mendukung kegiatan itu, TNI menyiapkan satu tim
operasional gabungan yang melibatkan unsur TNI-AL dan TNI-AU.

Latihan gabungan itu akan mengambil daerah pertempuran di kawasan pantai
barat wilayah utara Aceh meliputi Selat Malaka, Perairan Aceh dan Samudera
Hindia. Dalam latihan itu dilibatkan berbagai peralatan tempur TNI-AL dan
TNI-AU seperti tiga pesawat F-16, empat Hawk-200, F-27SK, Hercules C-130
masing-masing satu unit, serta pesawat pengintai Boeing 737. "Selain itu,
dilibatkan pula beberapa perangkat tempur milik TNI-AL seperti sepuluh kapal
perang," katanya. am

Sumber: waspada.co.id